MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 10:00
Politik Uang Ancaman Pemilu 2019
Ratna Dewi Pettalolo. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kursi legislatif memang sedang dalam incaran banyak orang saat ini. Tak jarang, untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat, banyak bakal calon yang menggunakan kesempatan politik uang sebagai senjata yang dianggap ampuh. Hal inilah yang menyebabkan capaian politik uang bagi penyelenggara saat ini menjadi sulit.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu) Divisi Penindakan, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH mengatakan bahwa, pada dasarnya politik uang menjadi bahaya dalam pemilu 2019. Untuk itu, persoalan politik uang tak hanya menjadi bagian dari Bawaslu, namun juga menjadi perhatian masyarakat.

“Masyarakat harus terdorong untuk bisa menjadi bagian penting menyelamatkan pemilu,” ujarnya.

Untuk itu, demi menjaga jalannya pemilu yang jujur, setiap masyarakat wajib menolak adanya politik uang kemudian mengajak pemilih yang lain agar tidak terlibat dalam pelaksanaan politik uang.

Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu memiliki gerakan politik uang dengan mengajak masyarakat secara luas. Sebab, yang menjadi objek dalam pelaksanaan politik uang merupakan masyarakat. Sehingga jika masyarakat telah menutup ruang politik uang, maka pelaksanaan politik uang dapat diminimalisir. “Tapi kalau harapan kami agar politik uang tidak terjadi sama sekali, itu masih belum tercapai,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya berharap agar di pemilu 2019 mendatang, setiap masyarakat yang akan melakukan pemilihan dapat semakin cerdas untuk melakukan pemilihan. Sebab pada prinsipnya proses pemilihan tidak dilandasi pada proses jual beli suara, tetapi berdasarkan keyakinan akan potensi kepemimpinan calon yang akan dipilih tersebut.

“Jadi salah satu strategi kami adalah mengajak masyarakat untuk melakukan penolakan terhadap politik uang,” tegasnya.

Gerakan politik uang sudah dilaksanakan pihaknya sejak proses pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 lalu. Sehingga menurutnya pelaksanaan gerakan politik uang sudah lumrah dan dikenal masyarakat luas. (*/shy/eza)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .