MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 21 Oktober 2018 22:24
Persatukan Keluarga hingga Menghibur Anak Petobo

Kerja Senyap Relawan PMI di Palu

PEDULI PALU : Sejumlah personel Kodim 0907/Trk, Lanud Anang Busra Tarakan, dan BPBD Tarakan mengangkut bantuan ke dalam pesawat hercules di Lanud Anang Busra Tarakan, Minggu (21/10). Foto: Johanny Silitonga/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, RENTETAN gempa, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, tak hanya menimbulkan kerugian secara materiel saja, tetapi juga secara psikis. Hal tersebut, kemudian mendorong para relawan untuk datang dan memberikan uluran tangan.

Salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) yang berasal dari Kaltara ini. Selama 12 hari berada di Palu, segala titik lokasi bencana mereka sudah kunjungi baik yang terdekat maupun yang terjauh, dari Balaroa, Petobo hingga Sigi dengan jarak puluhan kilometer demi memberikan bantuan dalam pelayanan psikososial support program (PSP) maupun pelayanan pemulihan hubungan keluarga atau restoring familiy link (RFL).

Langkah tersebut dinilai perlu untuk membantu para korban yang tertimpa bencana untuk mengembalikan dunia mereka yang hilang serta memulihkan kondisi trauma psikologis warga terutama pada anak-anak yang masih berusia dini.

Tanpa lelah, setiap pukul 08.00 WITA  tim relawan ini bergerak menjalankan aksinya. Bangun pagi dengan mengenakan rompi merah bertuliskan PMI, mereka berpencar satu sama lain untuk menjalankan tugas yang mereka embani masing-masing dengan data serta laporan yang sudah mereka himpun sebelumnya.

Andri Syarifuddin (22) misalnya, salah satu tim relawan PMI Kaltara yang bergerak di bidang PSP ini sudah beberapa kali memberikan psycho-education kepada korban gempa. Kegiatan tersebut ia lakukan bersama dengan relawan lainnya yang berasal dari  PMI Maluku dan PMI Jogjakarta.

Dukungan psikososial yang mereka lakukan diisi dengan kegiatan play theraphy dengan berbagai bentuk kegiatan. Misalnya bernyanyi bersama, menggambar, dan mengucapkan selawat bersama. Tujuan utamanya agar anak-anak menemukan kembali keceriaan.

“Peristiwa nahas itu meninggalkan jejak dalam ingatan para korban terutama anak-anak sehingga perlu dipulihkan dari traumatik. Mereka nantinya akan menjadi saksi hidup setelah kami para orangtua ini tidak ada lagi," ungkap Andri, kepada Radar Tarakan usai melakukan PSP ke anak-anak Petobo.

Trauma yang ada pada anak-anak ini, kata Andri, mereka coba redam dengan berbagai macam kegiatan. Agar yang tadinya murung dan kesepian dapat kembali menjadi ceria dan kegembiraan. Meski waktu yang dibutuhkan tak sebentar.

“Di posko kami menemukan anak-anak yang berusia 4 tahun bernama Nabil, ibunya telah meninggal dan membuatnya murung dan dirundung kesedihan. Kami mencoba untuk membuatnya ceria kembali dengan berbagai cara yang bisa kami lakukan. Dan pada akhirnya ia pun ikut dalam suasana kegembiaraan yang kami berikan,” ucapnya.

Hingga saat ini, kawasan permukiman di Desa Petobo di hari ke-21 masih dipenuhi reruntuhan bangunan. Rumah-rumah di desa itu rata dengan tanah dan menyisakan satu dua tembok yang berdiri miring. Jalan yang menjadi jalur menuju desa itu juga terputus karena tanah seperti amblas menurun dari kondisi semula.

“Alhamdulillah kurang lebih 20 anak-anak Petobo yang datang ke posko PMI untuk kami berikan kegiatan. Merek senang, tersenyum seakan-akan semua kejadian itu mereka lupakan sejenak,” lanjutnya.

Dalam melakukan PSP ke anak-anak, Andri mengatakan diperlukan kesabaran serta pendekatan. Diperlukan kepekaan serta mental yang kuat dalam menjalin komunikasi dengan anak-anak.

“Namanya anak-anak kita perlu kepekaan, mereka itu maunya seperti apa. Apakah diajak main atau menggambar. Jadi, yah benar-benar harus peka terhadap mereka. Terkadang mereka ini mainnya sampai berlebihan yah kadang kita pasrah aja, mereka naik ke punggung kita terima, minta di gendong dan lain-lainnya yah kita turuti,” ucapnya.

Meski demikian, ini adalah tugas yang mulia bagi Andri. Segelah genap jiwanya ia sudah berikan untuk menjadi relawan di Palu ini dan memang sudah menjadi pilihannya.

“Ini pilihan saya, dan tugas pertama saya. Saya senang karena banyak pengalaman. Setiap kali melihat anak-anak ini sedih, saya juga ikut sedih, meski itu tak saya perlihatkan ke mereka. Keadaan yang  sudah hancur mereka masih mencoba untuk bisa tetap tegar itulah yang membuat saya senang,” ujarnya.

Selain melakukan PSP, tim PMI Kaltara yang tergabung dalam RFL juga menjalankan misi yang mulia. Yakni, mencari dan menghubungkan kembali keluarga yang telah hilang akibat terpisah pasca bencana gempa, tsunami dan likuefaksi.

Seperti halnya yang dilakukan dua relawan Kaltara yakni Zainal dan Abu Saman yang berkaloborasi dengan PMI Palu Andi Satar  yang bertugas untuk mengubungkan kembali keluarga yang hilang.

Meski yang mereka dapatkan hanya berupa data diri korban tanpa disertai foto pendukung. Mereka tetap melakukan pencarian meski dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan. Seperti halnya, saat dalam melakukan pencarian korban bernama Boiman, pria perantau asal Jawa Timur yang hilang saat tinggal dekat Wisma Karoma, Mpanau, Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Dari informasi yang didapatkan tim relawan bahwa korban diketahui lari mengungsi tanpa diketahui posko mana yang didatangi. Dan dari informasi juga bahwa Boiman baru menetap enam bulan di Palu.

“Tidak ada foto, hanya data diri korban saja. Jadi kami datangilah satu persatu posko yang kemungkinan ada namanya Boimanan ini. Jadi mencari namanya itu yang lama. Kalau tadi ada foto yah tidak masalah,” ungkap Zainal, salah satu tim relawan RFL.

Bahkan, saat mendatangani posko Taipa Ndoli tak jauh dari lokasi, tim relawan ini malah diberikan setumpuk kertas dengan berisikan daftar nama korban pengungsi saat dilakukan pencarian, nama Boiman pun tak ada dalam daftar tersebut.

“Syukurnya saat berada di desa Posko IV Desa Mpanau, di lokasi ini akhirnya kami temukan nama Boiman. Dan dari informasi yang kami dapatkan ternyata korban ini sempat diunggah di salah satu media sosial beserta fotonya,” kata Zainal.

Atas informasi itulah, tim relawan ini langsung mengecek media social dengan mencari foto Boiman dan mencari orang pertama kali yang meunggah tersebut. Tak membutuhkan waktu lama, tim pun berhasil melakukan komunikasi dan mengetahui keberadaan Boiman.

“Dari informasi itu, ternyata Boiman ini sudah dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan pesawat bersama relawan asal Solo. Kami sudah telepon keluarganya dan memberitahukan bahwa Pak Boiman selamat dari gempa,” katanya.

Mendapatkan kabar itu, keluarga dari Boiman pun langsung mengucapkan rasa syukur meski hanya melalui sambungan telepon dengan tim relawan ini. Bahkan, mendengar isak tangis itu, tim relawan bernama Saman sempat diselimuti haru atas perjuangannya serta tim, yang telah membantu para keluarga korban.

“Saya datang jauh-jauh ke sini. Akhirnya saya bisa berguna juga untuk membantu mereka, meski awalnya agak kesulitan tapi kami bisa lalui itu. Rasanya senang saja karena sudah berhasil,” kata Saman.

 

Saman sendiri tak jauh beda dengan apa yang dilakukan dengan sahabatnya Andri, mereka bersama-sama datang dari Kaltara dan baru pertama kalinya melakukan tugas kemanusiaan ini.

“Ini pertamakalinya kami tugas di luar Pulau Kalimantan. Dan sangat bersyukur saja. Dan jadi pengalaman berharga,” pungkasnya. (eru/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .