MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 21 Oktober 2018 20:33
Seleksi Sekprov Belum Usai

Pj Sudah Diperpanjang Kali Ketiga

Kepala BKD Kaltara, Muhammad Ishak. Foto: Bank Data

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Seleksi Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus berproses. Padahal tahapan yang dilakukan tim seleksi (timsel) daerah sudah selesai hingga penetapan tiga nama yakni Suheriyatna, Suryansyah, dan Wahyuni Nuzban.

Menyikapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak mengatakan, meski tahapan seleksi di daerah sudah selesai, namun proses itu masih terus berlanjut di pusat dalam hal ini di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Informasi yang kami terima, masih ada tahapan selanjutnya. Karena di sana (Kemendagri) masih ada tes lagi terhadap tiga calon sekprov itu,” jelas Ishak kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor akhir pekan kemarin.

Ishak mengaku, hingga kini jadwal penetapan sekprov itu belum diterima oleh pihaknya. Sejauh ini daerah hanya sebatas menunggu informasi dari pusat siapa dari tiga nama yang diusulkan itu yang akan ditetapkan sebagai sekprov nantinya.

Artinya, setelah tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya itu selesai, barulah keluar satu nama yang dinyatakan laik ditetapkan jadi sekprov, yang kemudian diusulkan dari Kemendagri ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Karena penetapan sekprov itu harus berdasarkan SK Presiden. Sama halnya seperti pemberhentian. Itu seperti Pak Irianto waktu maju jadi calon Gubernur Kaltara lalu, pemberhentiannya harus berdasarkan SK Presiden,” sebutnya.

Dengan begitu, jabatan Sekprov Kaltara hingga kini masih diduduki seorang Penjabat (Pj) yang dipercayakan kepada Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekreetariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Syaiful Herman.

Dalam hal ini, jika masa jabatan Pj Sekprov kembali berakhir untuk yang ketiga kalinya, maka mau tidak mau harus diusulkan lagi Pj Sekprov berikutnya. Namun, untuk siapa yang melanjutkan jabatan Pj Sekprov nantinya, tentu tergantung Kemendagri, karena kewenangannya di sana.

“Kami hanya mengusulkan. Tapi tidak dapat memastikan Pj Sekprov berikutnya. Apakah masih dipercayakan kepada Pak Syaiful atau digantikan dengan pejabat lainnya, kita lihat nanti,” jelasnya.

Disinggung yang paling berpotensi dari tigaa nama yang diusulkan itu, Ishak mengaku tidak bisa memprediksi hal itu. Pastinya tiga nama yang diusulkan itu, semua berpotensi untuk jadi sekprov, tingggal seperti apa Kemendagri menilainya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H. Irianto Lambrie kembali melantik Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Syaiful Herman untuk ketiga kalinya. Itu dilakukan lantaran masa jabatan Pj Sekprov Kaltara telah berakhir dan berlanjut hingga Senin (3/12) mendatang.

Ia menegaskan, dilantiknya Pj Sekprov Kaltara lantaran pihaknya masih menunggu penetapan dari Presiden Joko Widodo terkait pejabat definitif Sekprov Kaltara. “Karena ketentuan tiga bulan. Jika tidak dilantik tidak memenuhi legalitas. Dan masih menunggu persetujuan Presiden sebagai ketua tim penilai akhir,” ucapnya usai melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah Pj Sekprov Kaltara.

Dijelaskan, proses pelantikan juga dilakukan dengan pembacaan fakta integritas. Tentunya, sebagai ikrar aparatur sipil negera (ASN) harus dilaksanakan. Dengan berupaya berpedoman perundang-undangan Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Proses pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan penilaian yang transparan, objektif dan konprehensif. Ia juga berpesan agar para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan ikhlas. Kemudian menunjukan loyalitas, baik kepada pimpinan dan lingkungan kerja.

Dengan status provinsi tentunya harus bekerja keras, kerja cepat dan juga kerja cerdas untuk mengejar ketertinggalan. “Kadang-kadang kita terjebak dengan rutinitas, lalu lupa berinovasi. Harus diukur sehari bekerja selama delapan jam. Delapan jam itu berbuat apa?,” tegasnya. (iwk/nri) 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:07

Ditugaskan di Krayan, 1 CPNS Mundur

TANJUNG SELOR - Satu dari 444 peserta seleksi calon pegawai…

Rabu, 16 Januari 2019 12:05

Jembatan Meranti Terancam Jadi ‘Pajangan’ Lagi

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung Jembatan Meranti menuju Buluh…

Rabu, 16 Januari 2019 12:04

Pemilik Miras Hanya Diberi Sanksi Tipiring

MALINAU – Dua ibu rumah tangga (IRT), yakni De dan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:03

2018, Empat Penderita HIV/AIDS Meninggal

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat empat penderita…

Rabu, 16 Januari 2019 10:33

Butuh 7 Menit, Musnahkan Sabu 11 Kg

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:56

6.060 WP di Kaltara Belum Taat

TANJUNG SELOR – Dari total 9.413 yang menyampaikan Surat Pemberitahuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:54

TBS Malinau Dijual ke Nunukan

MALINAU  - Petani kelapa sawit di Kabupaten Malinau belakangan ini…

Selasa, 15 Januari 2019 13:52

Terminal Tipe A Tunggu Restu Kemenhub

TANJUNG SELOR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:49

Terapkan Metode Cara Membaca Wartawan

Membaca sebuah buku hingga saat ini masih menjadi kebiasaan yang…

Selasa, 15 Januari 2019 13:43

Sekprov: Jangan Jadikan Kaltara Batu Lompatan

TANJUNG SELOR - Sejak terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara), sudah tiga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*