MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38
Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup berdampak terhadap harga barang elektronik.

Diungkapkan salah seorang pemilik toko elektronik di Jalan TVRI, Edi, bahwa sangat sulit untuk melakukan tawar menawar kepada pembeli saat ini. Karena dolar tidak pernah turun. Sangat berpengaruh terhadap para toko elektronik. “Sebenarnya harga bisa saja kurang, tergantung dolar. Karena barang elektronik ini banyak didatangkan dari luar negeri,” kata Edi.

Menurutnya, para pembeli terkadang tidak memahami kenaikan dolar, sehingga ketika melakukan transaksi dianggap mahal. Apalagi ketika harga barang tidak dapat diturunkan harganya. Jika mengikuti selera pembeli tentu penjual akan rugi.

Hingga saat ini, harga barang elektronik seperti peralatan komputer sangat sulit turun. Bahkan tidak berani mengambil penambahan barang jika dolar masih kisaran Rp 15 ribu. Dipastikan, jika membeli barang elektronik di Surabaya dengan kondisi seperti ini dipastikan sangat mahal. “Banyak stok barang yang kosong, belum berani datangkan barang jika dolar tidak turun,” ujarnya.

Lanjut dia, banyak yang sering mencari peralatan komputer, seperti keyboard, mouse dan peralatan lainnya. Namun stok barang masih kosong. Di Nunukan ini sangat perlu perhitungan yang matang, karena terkadang mahal biaya transportasi.

“Seperti cas laptop saat ini dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga tersebut tidak bisa turun, walaupun pembeli berkali-kali melakukan negosiasi,” tambahnya.

Sementara, salah seorang warga Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur, Ruslan yang baru saja membeli alat elektronik berupa keyboard laptop mengaku sangat sulit untuk mencari harga murah. Karena tiga toko komputer yang didatangi, semua menawarkan harga yang sama. “Sebenarnya ingin mencari harga yang murah, tapi semua harga keyboard sama saja sekira Rp 250 ribu,” kata Ruslan.

Menurutnya, di daerah perbatasan sangat sulit mencari peralatan elektronik, terkadang jika tidak ada didapat. Harus pesan melalui online. Namun terkadang harus dipilih baik-baik, karena barang tersebut tidak dilihat. “Jika tidak ada dijual di Nunukan, terpaksa pesan online saja, karena di mana lagi mau cari. Toko komputer sangat kurang,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*