MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38
Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup berdampak terhadap harga barang elektronik.

Diungkapkan salah seorang pemilik toko elektronik di Jalan TVRI, Edi, bahwa sangat sulit untuk melakukan tawar menawar kepada pembeli saat ini. Karena dolar tidak pernah turun. Sangat berpengaruh terhadap para toko elektronik. “Sebenarnya harga bisa saja kurang, tergantung dolar. Karena barang elektronik ini banyak didatangkan dari luar negeri,” kata Edi.

Menurutnya, para pembeli terkadang tidak memahami kenaikan dolar, sehingga ketika melakukan transaksi dianggap mahal. Apalagi ketika harga barang tidak dapat diturunkan harganya. Jika mengikuti selera pembeli tentu penjual akan rugi.

Hingga saat ini, harga barang elektronik seperti peralatan komputer sangat sulit turun. Bahkan tidak berani mengambil penambahan barang jika dolar masih kisaran Rp 15 ribu. Dipastikan, jika membeli barang elektronik di Surabaya dengan kondisi seperti ini dipastikan sangat mahal. “Banyak stok barang yang kosong, belum berani datangkan barang jika dolar tidak turun,” ujarnya.

Lanjut dia, banyak yang sering mencari peralatan komputer, seperti keyboard, mouse dan peralatan lainnya. Namun stok barang masih kosong. Di Nunukan ini sangat perlu perhitungan yang matang, karena terkadang mahal biaya transportasi.

“Seperti cas laptop saat ini dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga tersebut tidak bisa turun, walaupun pembeli berkali-kali melakukan negosiasi,” tambahnya.

Sementara, salah seorang warga Jalan Tien Soeharto, Kelurahan Nunukan Timur, Ruslan yang baru saja membeli alat elektronik berupa keyboard laptop mengaku sangat sulit untuk mencari harga murah. Karena tiga toko komputer yang didatangi, semua menawarkan harga yang sama. “Sebenarnya ingin mencari harga yang murah, tapi semua harga keyboard sama saja sekira Rp 250 ribu,” kata Ruslan.

Menurutnya, di daerah perbatasan sangat sulit mencari peralatan elektronik, terkadang jika tidak ada didapat. Harus pesan melalui online. Namun terkadang harus dipilih baik-baik, karena barang tersebut tidak dilihat. “Jika tidak ada dijual di Nunukan, terpaksa pesan online saja, karena di mana lagi mau cari. Toko komputer sangat kurang,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah

NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali…

Senin, 18 Maret 2019 10:34

Pengetahuan Warna Surat Suara Minim

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak sisa 30 hari lagi,…

Senin, 18 Maret 2019 10:33

Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar Lagi

NUNUKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Sei Jepun,…

Senin, 18 Maret 2019 10:28

Polis Marine Malaysia Tangkap Speedboat Reguler

NUNUKAN – Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0911 Nunukan…

Senin, 18 Maret 2019 09:36

Peluang Terangkat ASN Hilang

NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018…

Senin, 18 Maret 2019 09:35

SDM Menipis, Usulan Tambahan Nihil

NUNUKAN – Jumlah SDM  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*