MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:35
Rasa Sedikit Asam dan Lebih Segar

Melihat Budi Daya Lebah Madu Kelulut di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip

COCOK: Haryanto, salah satu pejabat DLH Tarakan menunjukkan sarang lebah kelulut di Hutan Kota Sawah Lunto- Skip, Tarakan Tengah, Kamis (18/10). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Letak dan kondisinya sangat cocok dengan habitat lebah kelulut. Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Tarakan mencoba mengembangkan budidaya salah satu jenis penghasil madu itu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip. Selain madunya dapat dikonsumsi, budidaya tersebut dapat dijadikan sarana edukasi, baik bagi pelajar atau pengunjung lainnya.

AGUS DIAN ZAKARIA

SEJAK fokus budidaya, DLH telah menempatkan 32 sarang lebah kelulut di lokasi itu. Lebah kelulut merupakan lebah yang tidak berbahaya, sehingga dijamin ramah terhadap manusia. “Ada dua tempat, ada yang 19 sarang dan ada yang 13 sarang. Ini sama sekali tidak mempengaruhi pengunjung karena lebah kelulut ini beda dari jenis lebah lainnya. Buktinya kita semua yang berkunjung tidak ada yang disengat kan. Walaupun kita pegang-pegang sarangnya,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Lingkungan pada DLH Haryanto kepada Radar Tarakan, kemarin (19/10).

Dari pantauan Radar Tarakan, lebah tersebut memang terlihat sangat ramah. Bahkan saat petugas membuka sarangnya, tidak terlihat satu pun lebah yang menyengat atau hinggap di tangan petugas.

Haryanto menjelaskan, hal tersebut dikarenakan lebah kelulut tidak menganggap manusia sebagai ancaman. Jamak ditemui lebah kelulut bersarang di dalam rumah. Itu menandakan ia bisa hidup berdampingan dengan manusia. “Kalau pernah lihat lebah kecil yang buat sarang di dalam rumah, itulah lebah kelulut. Dia jarang sekali menyengat manusia kecuali dalam kondisi tertentu. Bahkan kalau dipegang sarangnya pelan-pelan, dia tidak marah,” tuturnya.

Mengenai pengelolaan budidaya madu tersebut, Haryanto mengungkapkan saat ini pihaknya bekerjasama salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dalam mengembangkan budidaya tersebut. Selain itu, ia mengungkapkan jika lebah-lebah tersebut juga awalnya ada sumbangan masyarakat Tarakan yang lebih awal membudidaya.

“Kalau untuk budidaya madu lebah kelulut kerjasama kami dengan KPH tarakan. KPH itu salah satu UPT dari Dinas Kehutanan Kalimantan utara. Kalau asal lebahnya ini, beberapa waktu lalu kami dibagikan masyarakat dari Hutan Lindung Gunung Slipi, Juata Kerikil. Kenapa kami kembangkan ini di Sawah Lunto, karena ini bagian dari proses pendidikan anak-anak. Karena, di sini sering dapat kunjungan TK, SD, SMP dan SMA,” terangnya.

Mengenai masa panen madu tersebut, Haryanto menerangkan jika bergantung pada cuaca. Menurutnya jika sedang musim penghujan madu bisa dipanen dalam waktu 3 bulan. Sedangkan jika musim kemarau memerlukan waktu yang lebih lama antara 4 sampai 5 bulan. Hal tersebut karena saat musim hujan akan banyak bunga yang tumbuh bermekaran. Bunga menjadi pakan lebah kelulut untuk memproduksi madu lebih cepat.

“Kalau musim kemarau agak sulit yah mereka mencari makan untuk produksi madu,” tukasnya.

Mengenai rasa dari madu kelulut berbeda dari madu lebah pada umumnya yang manis. Haryanto menerangkan madu lebah kelulut terasa asam, namun lebih segar. “Kalau madu selama ini yang kita kenal biasanya manis yah. Terus kalau ini agak asem tapi seger di mulut aroma khas lebahnya masih ada,” urainya. (***/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*