MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:35
Rasa Sedikit Asam dan Lebih Segar

Melihat Budi Daya Lebah Madu Kelulut di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip

COCOK: Haryanto, salah satu pejabat DLH Tarakan menunjukkan sarang lebah kelulut di Hutan Kota Sawah Lunto- Skip, Tarakan Tengah, Kamis (18/10). AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Letak dan kondisinya sangat cocok dengan habitat lebah kelulut. Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Tarakan mencoba mengembangkan budidaya salah satu jenis penghasil madu itu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip. Selain madunya dapat dikonsumsi, budidaya tersebut dapat dijadikan sarana edukasi, baik bagi pelajar atau pengunjung lainnya.

AGUS DIAN ZAKARIA

SEJAK fokus budidaya, DLH telah menempatkan 32 sarang lebah kelulut di lokasi itu. Lebah kelulut merupakan lebah yang tidak berbahaya, sehingga dijamin ramah terhadap manusia. “Ada dua tempat, ada yang 19 sarang dan ada yang 13 sarang. Ini sama sekali tidak mempengaruhi pengunjung karena lebah kelulut ini beda dari jenis lebah lainnya. Buktinya kita semua yang berkunjung tidak ada yang disengat kan. Walaupun kita pegang-pegang sarangnya,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Lingkungan pada DLH Haryanto kepada Radar Tarakan, kemarin (19/10).

Dari pantauan Radar Tarakan, lebah tersebut memang terlihat sangat ramah. Bahkan saat petugas membuka sarangnya, tidak terlihat satu pun lebah yang menyengat atau hinggap di tangan petugas.

Haryanto menjelaskan, hal tersebut dikarenakan lebah kelulut tidak menganggap manusia sebagai ancaman. Jamak ditemui lebah kelulut bersarang di dalam rumah. Itu menandakan ia bisa hidup berdampingan dengan manusia. “Kalau pernah lihat lebah kecil yang buat sarang di dalam rumah, itulah lebah kelulut. Dia jarang sekali menyengat manusia kecuali dalam kondisi tertentu. Bahkan kalau dipegang sarangnya pelan-pelan, dia tidak marah,” tuturnya.

Mengenai pengelolaan budidaya madu tersebut, Haryanto mengungkapkan saat ini pihaknya bekerjasama salah satu unit pelaksana teknis (UPT) dalam mengembangkan budidaya tersebut. Selain itu, ia mengungkapkan jika lebah-lebah tersebut juga awalnya ada sumbangan masyarakat Tarakan yang lebih awal membudidaya.

“Kalau untuk budidaya madu lebah kelulut kerjasama kami dengan KPH tarakan. KPH itu salah satu UPT dari Dinas Kehutanan Kalimantan utara. Kalau asal lebahnya ini, beberapa waktu lalu kami dibagikan masyarakat dari Hutan Lindung Gunung Slipi, Juata Kerikil. Kenapa kami kembangkan ini di Sawah Lunto, karena ini bagian dari proses pendidikan anak-anak. Karena, di sini sering dapat kunjungan TK, SD, SMP dan SMA,” terangnya.

Mengenai masa panen madu tersebut, Haryanto menerangkan jika bergantung pada cuaca. Menurutnya jika sedang musim penghujan madu bisa dipanen dalam waktu 3 bulan. Sedangkan jika musim kemarau memerlukan waktu yang lebih lama antara 4 sampai 5 bulan. Hal tersebut karena saat musim hujan akan banyak bunga yang tumbuh bermekaran. Bunga menjadi pakan lebah kelulut untuk memproduksi madu lebih cepat.

“Kalau musim kemarau agak sulit yah mereka mencari makan untuk produksi madu,” tukasnya.

Mengenai rasa dari madu kelulut berbeda dari madu lebah pada umumnya yang manis. Haryanto menerangkan madu lebah kelulut terasa asam, namun lebih segar. “Kalau madu selama ini yang kita kenal biasanya manis yah. Terus kalau ini agak asem tapi seger di mulut aroma khas lebahnya masih ada,” urainya. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…

Jumat, 18 Januari 2019 10:30

Konstruksi Hancur Digenangi Air

TARAKAN - Kerusakan jalan masih menjadi sorotan teratas bagi masyarakat.…

Jumat, 18 Januari 2019 09:55

Perwali Penggunaan Plastik Segera Diberlakukan

TARAKAN - Akibat sulit didaur ulang, sampah plastik di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*