MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10
Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung
ILEGAL: Daging alana ilegal masih sering didatangkan dari Tawau, Malaysia yang membuat daging alana dalam negeri dan daging lokal sulit bersaing. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara ilegal dari Tawau, Malaysia. Hal itu masih sulit dibendung, karena memiliki harga yang lebih murah dibandingkan daging lokal.

Salah seorang penjual daging H. Tangga mengatakan, di Nunukan tidak pernah mengalami kekurangan daging, namun yang menjadi persoalan adalah terkait harga. Sebab, sebagai wilayah perbatasan perekonomiannya masih banyak bergantung dengan Malaysia.

“Berbeda dengan pedagang di Pulau Jawa. Sebab, transportasi dan proses pembeliannya menggunakan mata uang Indonesia saja,” kata H. Tangga.

Menurutnya, selama ini harga daging seharga Rp 80 ribu. Harga daging yang diperoleh dari Tawau di atasnya lagi. Begitu pula dengan daging lokal. Justru daging lokal yang masih segar harganya lebih tinggi lagi. “Bisa mencapai Rp 125 ribu per kg, harga daging lokal membutuhkan modal lebih besar ketimbang menggunakan daging impor. Sebab faktor jarak yang menjadi pertimbangannya,” ujarnya. 

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan, Sapto Hudaya mengatakan, harga daging alana yang dibeli secara legal masih sangat sulit bersaing dengan harga daging alana yang ilegal. “Saya yakin masih banyak daging alana illegal yang beredar di Nunukan ini,” kata Sapto Hudaya.

Menurutnya, daging alana legal telah disiapkan oleh pemerintah, harga daging tersebut telah disubsidi. Namun masih saja ada daging alana illegal yang masuk ke Nunukan. Seharusnya, para pedagang daging mendukung dan membeli daging alana yang disubsidi pemerintah.

Menurutnya, harga daging alana yang legal sekira Rp 80 ribu per kilogram (kg). Namun harga tersebut sulit diterapkan di Nunukan, karena harus dihitung dari ongkos transportasi. Daging tersebut didatangkan dari Tanjung Priok, Jakarta lalu ke Tarakan setelah itu baru diangkut ke Nunukan.

“Jadi di Nunukan dijual sekira Rp 90 ribu per kg, namun masih sulit bersaing harga dengan daging alana dari Tawau, Malaysia. Karena dapat dijual sekira Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kg,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*