MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10
Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung
ILEGAL: Daging alana ilegal masih sering didatangkan dari Tawau, Malaysia yang membuat daging alana dalam negeri dan daging lokal sulit bersaing. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara ilegal dari Tawau, Malaysia. Hal itu masih sulit dibendung, karena memiliki harga yang lebih murah dibandingkan daging lokal.

Salah seorang penjual daging H. Tangga mengatakan, di Nunukan tidak pernah mengalami kekurangan daging, namun yang menjadi persoalan adalah terkait harga. Sebab, sebagai wilayah perbatasan perekonomiannya masih banyak bergantung dengan Malaysia.

“Berbeda dengan pedagang di Pulau Jawa. Sebab, transportasi dan proses pembeliannya menggunakan mata uang Indonesia saja,” kata H. Tangga.

Menurutnya, selama ini harga daging seharga Rp 80 ribu. Harga daging yang diperoleh dari Tawau di atasnya lagi. Begitu pula dengan daging lokal. Justru daging lokal yang masih segar harganya lebih tinggi lagi. “Bisa mencapai Rp 125 ribu per kg, harga daging lokal membutuhkan modal lebih besar ketimbang menggunakan daging impor. Sebab faktor jarak yang menjadi pertimbangannya,” ujarnya. 

Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan, Wilayah Kerja (Wilker) Nunukan, Sapto Hudaya mengatakan, harga daging alana yang dibeli secara legal masih sangat sulit bersaing dengan harga daging alana yang ilegal. “Saya yakin masih banyak daging alana illegal yang beredar di Nunukan ini,” kata Sapto Hudaya.

Menurutnya, daging alana legal telah disiapkan oleh pemerintah, harga daging tersebut telah disubsidi. Namun masih saja ada daging alana illegal yang masuk ke Nunukan. Seharusnya, para pedagang daging mendukung dan membeli daging alana yang disubsidi pemerintah.

Menurutnya, harga daging alana yang legal sekira Rp 80 ribu per kilogram (kg). Namun harga tersebut sulit diterapkan di Nunukan, karena harus dihitung dari ongkos transportasi. Daging tersebut didatangkan dari Tanjung Priok, Jakarta lalu ke Tarakan setelah itu baru diangkut ke Nunukan.

“Jadi di Nunukan dijual sekira Rp 90 ribu per kg, namun masih sulit bersaing harga dengan daging alana dari Tawau, Malaysia. Karena dapat dijual sekira Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kg,” ujarnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:25

Beddumang Gorok Leher, Luka Menganga 14 Cm

SEBATIK – Warga RT 9 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik…

Senin, 19 November 2018 15:11

Hanya 22 Peserta Lulus Passing Grade

NUNUKAN – Dari 1.175 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar…

Senin, 19 November 2018 15:10

Warga Bingung, Pelabuhan Sei Pancang Berubah Nama

NUNUKAN – Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, kini menjadi…

Senin, 19 November 2018 15:09

Bertemu Pacar, Ayah Dibui

NUNUKAN – Seorang anak di bawah umur (13 tahun), sebut…

Senin, 19 November 2018 10:33

Resahkan Warga, Lima WNA Diamankan

NUNUKAN – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal India sempat…

Senin, 19 November 2018 10:32

Ratusan Formasi Terancam Kosong

NUNUKAN – Minimnya peserta calon aparatur sipil negara (ASN) yang…

Senin, 19 November 2018 10:31

Jalin Kedekatan dengan Kunjungi Sekolah di Pelosok

Menjadi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan,…

Senin, 19 November 2018 10:26

DPO Pencuri Mesin Air Terciduk

NUNUKAN – Seorang pria paruh baya yang sudah masuk dalam…

Senin, 19 November 2018 09:41

GILAA..!! Nelayan Ini Selundupkan Sabu 4,5 Kg

NUNUKAN – Hati YN (52) tak sanggup menolak upah mahal…

Senin, 19 November 2018 09:14

Media Pembawa Hama Penyakit Dimusnahkan

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .