MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51
Dominan Gugatan di Perkara Cerai
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, class="BODYteks2011">TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya pun beragam, bahkan berawal dari konflik kecil. Mediasi sering kali tak menjadi titik temu bagi kebanyakan pasang­an menikah yang melayangkan permohonan cerai. Alasannya kondisi hubungan mereka sudah berada dalam zona yang parah. Akibatnya kebanyakan mediasi tidak berhasil.

Hingga September tahun ini, tercatat sudah ada 458 kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Tarakan. Baik yang mengajukan gugatan maupun talak.

Keinginan untuk bercerai tentu harus disertai alasan, kebanyakan perceraian juga didominasi karena tidak ada lagi keharmonisan dalam rumah tangga. Ada juga karena perselisihan, salah satu pihak meninggalkan pasangannya, dan gangguan dari pihak ketiga. “Yang mendominasi pernikahan itu lebih banyak karena perselisihan antara pasangan. Selain itu juga pasangannya yang dihukum karena menggunakan obat-obatan terlarang dan melakukan kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi salah satu penyebab keretakan dalam rumah tangga,” kata Muhammad Yusuf, panitera muda hukum Pengadilan Agama Tarakan.

Walaupun begitu, Pengadilan Agama juga tentu melakukan berbagai cara agar pasangan menikah itu bisa rujuk kembali dengan mediasi sebelum persidangan. Mediasi juga dilakukan untuk mencari jalan keluar terlebih dahulu dan menasehati pasangan itu.

Dikatakannya walaupun juga dimediasi, hanya sebagian kecil saja yang akan rujuk kembali dan lebih banyak yang tidak berhasil. Di antara pasangan yang dimediasi, mereka umumnya dalam kondisi disharmonis yang parah. Seharusnya, mereka yang mengalami permasalahan rumah tangga dapat dimediasi saat masalah belum parah.

“Selama ini biasanya sudah sama-sama keras dan memang sudah ada keinginan untuk pisah, dan ada juga yang mau rujuk tetapi pasangannya sudah tidak mau lagi,” bebernya.

Pasangan bercerai juga kebanyakan mulai dari umur 20 hingga 40 tahun, dan didominasi oleh kaum perempuan yang menggugat cerai suaminya.

Walaupun mengajukan gugatan cerai, belum tentu akan dikabulkan karena harus ada syarat yang perlu dipenuhi. “Syaratnya itu harus bisa membuktikan perkara itu dengan wajib membawa saksi 2 orang ke persidangan dan saksi juga harus mengetahui atau membenarkan apapun masalahnya,” ungkapnya.

Yang tidak dikabulkan karena ada yang mencabut sendiri, ada juga yang rujuk kembali, ada yang tidak hadir, dan ada yang ditolak karena tidak memenuhi syarat. Mengajukan gugatan cerai juga ada yang gratis dan ada yang berbayar. Untuk yang tidak mampu akan digratiskan, tetapi harus membawa surat keterangan gakin. “Tidak semuanya berbayar, tergantung situasi dan kondisi saja,” tutup Yusuf.

Menanggapi itu, psikolog Fanny Sumajouw, P.Si mengungkap jika bagi sebagian orang, kaum wanita itu dipandang sebagai kaum lemah dan rentan terhadap masalah.

“Sehingga sifat seorang wanita bergantung pada suami itu sangat kental, bahkan ktika mereka benar-benar dalam kondisi trpuruk.  Tapi itu dulu, saat wanita masih hidup di bawah kekuasaan suami. Di mana otoritas tertinggi berada di tangan suami (kaum lelaki). Namun beranjak ke sini, setelah ada emansipasi wanita, maka tidak lagi dikenal istilah istri yg harus selalu patuh pada suami. Meski hak-hak dan harga dirinya sudah diabaikan,” beber Fanny.

Lanjutnya, ketika seorang istri dalam masalah, sekarang ini istri sudah bisa dan mau bersuara untuk membela hak-haknya. Bahkan berani mengambil keputusan agar tidak selamanya dia berada dalam kekuasaan suami yang sewenang-wenang.

“Memang tidak semua pria (suami) berlaku kasar dalam sikapnya. Tapi ada beberapa kasus nyata di mana sering kali kita dengar kekerasan dalam rumah tangga tangga, khususnya istri yang menjadi korbannya. Akhirnya ketika masalah dalam rumah tangga tidak lagi menemukan jalan keluar, maka istri atau kaum wanita sudah paham bagaimana cara mereka mendapatkan perlindungan atas hak-haknya,” sebutnya.

“Termasuk di dalamnya melaporkan suami sebagai pelaku kekerasan yang terjadi pada dirinya, atau dengan menggugat suaminya di pengadilan,” sambungnya.

Sementara, kaum lelaki yang melakukan talak, kata dia, bisa saja disebabkan oleh keinginan untuk bebas dan membina kehidupan baru brsama orang lain atau selingkuh. Dan bisa juga murni karena disharmonis dalam keluarga.

“Artinya sudah tidak ada kecocokan, keserasian, kesepakatan bahkan keseimbangan dalam hubungan, interaksi dan komunikasi dalam keluarganya. Akhirnya hal-hal itu memotivasi kaum adam atau laki-laki tadi menggugat atau memberi talak pada istrinya,” terangnya. (*/naa/lim)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Mei 2019 10:03

Golkar dan PKS Jaring Kader Internal

TARAKAN – Partai yang memiliki kursi di DPRD Kalimantan Utara…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:02

Pemkot ‘Mimpi’ PI, tapi Perusda Belum Ada

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berharap bisa memaksimalkan pendapatan…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:01

Masjid Darussalam, Tertua di Karang Anyar

Bagi warga yang biasa melintas di Jalan Seroja, Kelurahan Karang…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:00

BRI Tarakan Buka Bersama Anak Panti Asuhan

Dapat berbagi rizki kepada pegawai dan anak panti asuhan merupakan…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:58
Eks Lokalisasi Masih Jadi PR Pemkot Tarakan

Umur Sudah 30-an Tahun, Beberapa PSK Memilih Bertahan

TARAKAN – Jumat 28 Desember 2018 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:57

Ortu Nilai Sistem Zonasi Tidak Berkeadilan

TARAKAN -  Pada 20-30 Mei pekan depan, pendaftaran peserta didik…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:34

Jaksa Tetap Pada Tuntutannya, 17 Tahun Bui buat anggota Polisi Mamuju Utara Ini

TARAKAN – Menanggapi pembelaan yang diajukan Asep Sugeng Widigdo alias…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:28

Berharap Pengerasan Badan Jalan

TARAKAN – Minim penyiringan di sisi kiri dan kanan badan…

Jumat, 17 Mei 2019 10:53

Pilgub Kaltara, Khairul dan Jusuf SK Masih No Comment

TARAKAN – Sejumlah nama terus bermunculan akan masuk dalam bursa…

Jumat, 17 Mei 2019 10:52

Polisi Deteksi Dini Massa ‘People Power’

TARAKAN - Pergerakan massa dari luar daerah ke Jakarta pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*