MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51
Dominan Gugatan di Perkara Cerai
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, class="BODYteks2011">TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya pun beragam, bahkan berawal dari konflik kecil. Mediasi sering kali tak menjadi titik temu bagi kebanyakan pasang­an menikah yang melayangkan permohonan cerai. Alasannya kondisi hubungan mereka sudah berada dalam zona yang parah. Akibatnya kebanyakan mediasi tidak berhasil.

Hingga September tahun ini, tercatat sudah ada 458 kasus perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Tarakan. Baik yang mengajukan gugatan maupun talak.

Keinginan untuk bercerai tentu harus disertai alasan, kebanyakan perceraian juga didominasi karena tidak ada lagi keharmonisan dalam rumah tangga. Ada juga karena perselisihan, salah satu pihak meninggalkan pasangannya, dan gangguan dari pihak ketiga. “Yang mendominasi pernikahan itu lebih banyak karena perselisihan antara pasangan. Selain itu juga pasangannya yang dihukum karena menggunakan obat-obatan terlarang dan melakukan kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi salah satu penyebab keretakan dalam rumah tangga,” kata Muhammad Yusuf, panitera muda hukum Pengadilan Agama Tarakan.

Walaupun begitu, Pengadilan Agama juga tentu melakukan berbagai cara agar pasangan menikah itu bisa rujuk kembali dengan mediasi sebelum persidangan. Mediasi juga dilakukan untuk mencari jalan keluar terlebih dahulu dan menasehati pasangan itu.

Dikatakannya walaupun juga dimediasi, hanya sebagian kecil saja yang akan rujuk kembali dan lebih banyak yang tidak berhasil. Di antara pasangan yang dimediasi, mereka umumnya dalam kondisi disharmonis yang parah. Seharusnya, mereka yang mengalami permasalahan rumah tangga dapat dimediasi saat masalah belum parah.

“Selama ini biasanya sudah sama-sama keras dan memang sudah ada keinginan untuk pisah, dan ada juga yang mau rujuk tetapi pasangannya sudah tidak mau lagi,” bebernya.

Pasangan bercerai juga kebanyakan mulai dari umur 20 hingga 40 tahun, dan didominasi oleh kaum perempuan yang menggugat cerai suaminya.

Walaupun mengajukan gugatan cerai, belum tentu akan dikabulkan karena harus ada syarat yang perlu dipenuhi. “Syaratnya itu harus bisa membuktikan perkara itu dengan wajib membawa saksi 2 orang ke persidangan dan saksi juga harus mengetahui atau membenarkan apapun masalahnya,” ungkapnya.

Yang tidak dikabulkan karena ada yang mencabut sendiri, ada juga yang rujuk kembali, ada yang tidak hadir, dan ada yang ditolak karena tidak memenuhi syarat. Mengajukan gugatan cerai juga ada yang gratis dan ada yang berbayar. Untuk yang tidak mampu akan digratiskan, tetapi harus membawa surat keterangan gakin. “Tidak semuanya berbayar, tergantung situasi dan kondisi saja,” tutup Yusuf.

Menanggapi itu, psikolog Fanny Sumajouw, P.Si mengungkap jika bagi sebagian orang, kaum wanita itu dipandang sebagai kaum lemah dan rentan terhadap masalah.

“Sehingga sifat seorang wanita bergantung pada suami itu sangat kental, bahkan ktika mereka benar-benar dalam kondisi trpuruk.  Tapi itu dulu, saat wanita masih hidup di bawah kekuasaan suami. Di mana otoritas tertinggi berada di tangan suami (kaum lelaki). Namun beranjak ke sini, setelah ada emansipasi wanita, maka tidak lagi dikenal istilah istri yg harus selalu patuh pada suami. Meski hak-hak dan harga dirinya sudah diabaikan,” beber Fanny.

Lanjutnya, ketika seorang istri dalam masalah, sekarang ini istri sudah bisa dan mau bersuara untuk membela hak-haknya. Bahkan berani mengambil keputusan agar tidak selamanya dia berada dalam kekuasaan suami yang sewenang-wenang.

“Memang tidak semua pria (suami) berlaku kasar dalam sikapnya. Tapi ada beberapa kasus nyata di mana sering kali kita dengar kekerasan dalam rumah tangga tangga, khususnya istri yang menjadi korbannya. Akhirnya ketika masalah dalam rumah tangga tidak lagi menemukan jalan keluar, maka istri atau kaum wanita sudah paham bagaimana cara mereka mendapatkan perlindungan atas hak-haknya,” sebutnya.

“Termasuk di dalamnya melaporkan suami sebagai pelaku kekerasan yang terjadi pada dirinya, atau dengan menggugat suaminya di pengadilan,” sambungnya.

Sementara, kaum lelaki yang melakukan talak, kata dia, bisa saja disebabkan oleh keinginan untuk bebas dan membina kehidupan baru brsama orang lain atau selingkuh. Dan bisa juga murni karena disharmonis dalam keluarga.

“Artinya sudah tidak ada kecocokan, keserasian, kesepakatan bahkan keseimbangan dalam hubungan, interaksi dan komunikasi dalam keluarganya. Akhirnya hal-hal itu memotivasi kaum adam atau laki-laki tadi menggugat atau memberi talak pada istrinya,” terangnya. (*/naa/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*