MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46
“Anak-Anakku Kalian di Mana?”
TANPA HENTI: Kahar (34) saat di salah satu sudut bekas permukiman Balaroa. Ia masih terus menyusuri titik-titik lokasi bencana mencari kedua putrinya. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Segenap upaya terus dilakukan korban, yang hingga kini terus mencari keluarga yang hilang.

SEPANJANGmata memandang, hanya reruntuhan bangunan amblas ditelan bumi. Rumah-rumah seperti tabrakan beruntun, saling menghimpit, porak poranda. Jalan beraspal sudah tak berbentuk lagi. Pohon-pohon sudah bergeser dari tempatnya. Bau jenazah kian menyengat tak bisa dipastikan asalnya dari reruntuhan yang mana, karena baunya menyerbak.

Seorang pria dengan pakaian lusuhnya, berjalan di antara puing-puing bangunan yang tenggelam ke dalam tanah. Wajahnya menyiratkan duka yang mendalam. Rumah yang ditumpanginya telah perpindah posisi dari asalnya, bahkan ia sendiri tak tahu ke mana pergi rumah itu lantaran terbawa tanah yang bergerak.

Dialah Kahar, pria berusia 34 tahun yang menjajal setiap sudut reruntuhan rumah demi mencari kedua buah hatinya yang hilang saat tragedi likuefaksi di Balaroa. Fenomena seperti itu tak pernah terbayangkan olehnya. Baginya, ini seperti cerita film yang menjadi kenyataan. “Sudah beberapa hari ini saya terus mencari anak-anak saya. Tanpa mereka seketika hidup saya hampa. Mereka tersiksa tanpa ada saya di samping mereka,” ucap Kahar yang terus memikirkan kedua buah hatinya itu.

Kepada Radar Tarakan, Kahar menceritakan bagaimana ia menyaksikan sendiri tanah yang tadinya keras kemudian bergerak dan tiba-tiba bergelombang seperti air. Bahkan tanah itu ia lihat terbelah menjadi dua bagian, seakan dunia telah benar-benar kiamat. “Ketika itu menjelang magrib, saya sedang berada di luar rumah. Antara rumah dan saya itu jaraknya kurang lebih 10 meter. Dua anak perempuan saya Nabila (12) dan Putri (16) saat itu sedang berada di dapur, satunya masak dan satunya lagi mencuci. Sedangkan yang kecil bermain di luar rumah,” kenangnya ditemui baru-baru ini.

Saat itulah kejadian berlangsung. Tak ada peringatan sama sekali, tiba-tiba tanah bergoyang dengan sangat kencangnya. Tak selesai, tanah dari dalam terdorong ke atas membuat Kahar dipisahkan dengan anak-anaknya.

“Saya sudah enggak bisa ke mana-mana. Bangunan semua runtuh, posisi rumah yang ada dua anak saya berjalan begitu cepat. Saya hanya bisa berteriak memanggil mereka, namun seperti tak ada gunanya lagi,” katanya.

Kahar tak tahu bagaimana nasib kedua anak kesayangannya itu.  Selama kurang lebih sejam kejadian itu, ia mencoba mencari anak-anaknya. Namun ia tak tahu harus dimulai dari mana. Pasalnya, seluruh rumah sudah hancur tak beraturan. Bahkan, jalanan di Balaroa sudah seperti lokasi yang tak dapat dikenali, ditambah lagi tak penerangan lampu sama sekali. “Anak kecil saya Ari yang berusia 3 tahun itu selamat karena saya suruh keluar saat itu. Hanya kedua kakaknya ini hingga sekarang belum ketemu,” katanya.

Kahar tak tahu harus berbuat apa lagi. Setiap sudut jalan di Balaroa sudah ia kunjungi. Bahkan sertiap mendengar ada penemuan mayat oleh petugas ia bergegas menuju lokasi itu, sekadar untuk mencari tahu apakah itu anak-anaknya yang ia cari selama ini.

“Saya sudah seperti orang gila, ke mana saya bisa pergi, ke sana saya akan datangi untuk mencari anak saya. Bahkan, saya puluhan kantong jenazah sudah saya buka untuk mencari wajah-wajah anak saya itu,” tangis Kahar.

Kahar berharap anak-anaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Dan berharap mukjizat Tuhan kepadanya. “Semoga anak saya masih hidup. Tapi jika mereka benar-benar sudah tidak ada. Saya berdoa, ya Allah tenangkan mereka di sisi-Mu, mereka putri-putri kesayanganku yang sangat saya cintai. Ampuni kami yang penuh dosa ini,” doa Kahar dengan linangan air mata. (eru/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*