MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:31
Mencari Bantuan, Malah Diminta Menunjukkan KTP

Warga Desa O’o Ucapkan Terima Kasih ke Warga Kaltara

BANTUAN: Warga yang mencari sisasisa bantuan logistik yang tercecer. Air mineral yang sangat dibutuhkan para pengungsi gempa dan tsunami. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PALU - Warga Desa O’o, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya, setelah tiga hari berkeliling mencari bantuan makanan dan pakaian ke beberapa posko, yang ada di Palu, baru kali ini mendapatkan bantuan yang cukup banyak setiba mereka di Yayasan Alkhairat, Jalan Sis Aljufri, Rabu (17/10).

“Kami datang ke sini karena kami mendengar ada pakaian layak pakai dan sedikit makanan,” ungkap Tio Konaputera (50), warga Desa O’o setibanya di Yayasan Alkhairat.

Diceritakan Tio, ia  bersama kedua rekannya sempat berputus asa. Pasalnya, setiap kali mendatangi beberapa tempat untuk meminta bantuan berupa makanan dan pakaian, mereka selalu ditolak. Alasannya, mereka dimintai persyaratan yang menurut mereka sangat sulit.

“Kami dimintai KTP lah, KK lah. Ya, kami tidak ada. Bagaimana dengan korban Petobo. KTP mereka tenggelam dan tidak ada,” lanjut Tio.

Karena kesulitan itulah, Tio bersama dengan rekan-rekanya sempat emosi. Ketika sudah tertimpa bencana, malah kebutuhan logistik sulit untuk didapatkan. Bahkan hingga sampai saat ini, toko-toko masih banyak yang tutup.

“Di Kecamatan Kulawi itu ada 12 desa. Salah satunya desa O’o tempat kami. Dan perlu diketahui, rata-rata rumah di sana terkena gempa. Saat yang lain mendapatkan bantuan, kami di sini (Desa O’o) jarang diebrikan bantuan. Mau tidak mau ya kami keluar cari sendiri,” jelas Tio.

Namun bagi Tio, Tuhan tidak tidur. Setelah dalam keputusan asaan itulah. Ia bersama dengan rekannya kembali mencari informasi untuk mencari kebutuhan logistik yang masih ada.

Tak membutuhkan waktu lama,  dari informasi yang didapatkan dari temannya ia  akhirnya mendapatkan informasi jika di Yayasan Alkhairat masih tersedia kebutuhan logistik yang dapat membantu kebutuhan di desa O’o.

“Sebelum kami berangkat, kami pastikan dulu apakah benar masih ada logistik. Setelah ada kepastian, barulah kami langsung berinisiatif untuk menyewa mobil untuk mengangkut bantuan,” ujarnya.

Dari informasi itulah, semangat yang tadinya memudar kembali bangkit. Bantuan yang didapatkan sesegera mungkin untuk mereka salurkan ke beberapa posko yang ada di desa O’o. apalagi, batuan ini tanpa persyaratan yang harus mereka siapkan.

Alhamdulilah kami dapat bantuan 39 bal pakaian bekas dan beberapa kotak mie instan. Dan bantuan ini dari masyarakat Kaltara yang sudah mau mendonasikan bantuannya bagi korban Palu. sekali lagi terimakasih,” ucapnya.

Dari bantuan yang didapatkan nantinya kata Tio, akan disebarkan kebebrapa desa seperti Desa Wangka, Desa Salutome, Desa Labua dan Desa O’o pembagiannya akan dilakukan pendataan agar merata.

“Setibanya kami di desa kami akan bagikan. Dan juga untuk bisa sampai ke desa kami ini sangat jauh. Belum lagi jalanan yang terbelah sehingga akses darat yang sulit. Sekali lagi terimakasih buat warga Kaltara dan yayasan Alkhairat sebagai penyalur bantuan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan Setprov Kaltara, Sanusi yang saat itu menemui warga desa O’o ini sempat dibuat haru. Ketika orang-orang di luar sana sedang menikmati sajian makanan yang enak serta pakaian yang bagus.

Di Palu mereka sedang berjuang sekadar untuk mendapatkan pakain layak pakai. Sanusi mengatakan bahwa Pemprov Kaltara juga setidaknya telah berjuang untuk memberikan bantuan kepada para korban yang tidak memiliki makanan, pakaian, alat-alat kebutuhan tidur setelah gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami, yang menghancurkan  rumah dan bisnis, memutus komunikasi dan membuat jalan-jalan tidak dapat di lalu.

Alhamdulillah, akhirnya bantuan yang kita kumpulkan dan salurkan ke korban bencana inshaa Allah adalah berkah bagi kita semua karena kita memberikan langsung ke korban terkena bencana,” ungkap Sanusi, usai memberikan bantuan ke korban terkena bencana.

Dalam kunjungannya ke Palu bersama kepala tim koordinator relawan Pemprov Kaltara, Sanusi menjelaskan bahwa tak lain untuk mengevaluasi kegiatan relawan yang sudah terlaksana kurang lebih sepekan di Palu. Baik dalam penyaluran logistik, evakuasi warga Kaltara dan membantu warga Palu paca bencana.

“Saya mengamati Kota Palu sudah mulai kian berbenah. Artinya Kota Palu sudah mulai kembali normal dengan aktifitas yang ada.  Meskipun, kondisinya belum seratus persen pulih. Tapi setidaknya warga sudah berangsur-angsur membaik,” ujarnya.

Dua hari berada di Palu, Sanusi sendiri memiliki pengalaman yang sangat luar biasa. Saat kunjungannya ke perkampungan Petobo, ia melihat sendiri bagaimana perkampungan itu hancur dan tak dapat dideskripsikan lagi.

“Saya sampai nggak bisa berkata-kata lagi. Itu bentuknya sudah nggak karuan dan waktu saya cek langsung itu tanahanya masih lembek dan waktu saya menancapkan kayu ke tanah itu bisa tembus satu meter kedalamannya,” ucap Sanusi.

Dikatakan Sanusi, ia sebenarnya sudah ke dua kalinya menginjakkan kaki di kota Palu. Dan untuk wilayah Petobo sendiri ia pernah melihat langsung bagaimana pemukiman warga itu dulunya sangat padat dan ramai aktivitas.

“Yah sekarang tinggal sejarah saja. Petobo itu sudah sampai saya tak kenali lagi, karena saya pernah kesini di tahun 2015 dulu waktu jalan-jalan.dan sekarang tanahnya sudah begeser dan berputar. Jadi rumah-rumah itu ada yang tenggelam bahkan jalan-jalan juga sudah tidak jelas lagi,” bebernya.

Adapun soal logistik, ditambahkan  Kepala BPBD Kaltara Mohammad Pandi, bahwa pihaknya sudah menjalankan amanah untuk menyalurkan bantuan. Dan tentunya ini sangat membantu warga Kaltara.

“Alhamdulilah evaluasi kita bahwa tim relawan kita sudah menjalankan tugas dengan baik. Baik itu evakuasi, penyaluran logistik dan sebagainya. Saya sendiri setibanya di Palu sangat haru dan mengucap syukur bahwa bantuan ini bisa sampai ke korban yang sangat memerlukan,” singkatnya. (eru/nri)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*