MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:10
Mulai Mahal, Bulog Jual Beras Murah
DISERBU: Masyarakat membeli kebutuhan pokok seperti beras, tepung, gula, dan minyak goreng dari petugas Bulog Sub Divre Tarakan di Jalan Mulawarman Tarakan, Rabu (17/10). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Program penjualan beras murah yang digagas PT Bulog, membuat sebagian besar masyarakat cukup antusias membelinya khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Itu dirasakan Salmiati (34), salah satu pembeli beras murah tersebut. Ia mengungkapkan, dengan adanya penjualan beras murah 9 ribu tersebut. Akhirnya membuat ia tidak kesulitan lagi mengingat harga beras di pasaran telah menyentuh angka Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kg.

“Saya beli 2 karung. merasa senang lah dengan adanya beras murah ini. Karena bantuan beras murah keluarga saya juga sudah dicabut jadi kami sangat kesulitan untuk membeli beras bermerk yang harganya semakin mahal,” terangnya, Rabu (17/10).

Diketahui, beras murah tersebut dijual dengan dua jenis berat kemasan. Yaitu kemasan 5 kg dan 10 kg dengan harga Rp 9 ribu per kg. Selain itu, masyarakat membeli juga dibatasi maksimal 30 kg, aturan itu dilakukan agar beras murah tersebut dapat dijual merata dan bisa dirasakan semua masyarakat.

Sementara itu, Samuel (37) warga Kelurahan Karang Anyar mengungkapkan, dengan adanya beras murah tersebut cukup membuatnya terbantu. Karena, selama ini jaminan beras murah yang didapatkan keluarganya dari kelurahan tidak dapat digunakan lagi. Karena, keluarganya sudah tidak terdaftar pada penerima bantuan beras murah tersebut.

“Saya cukup bersyukur karena selama bantuan beras murah dari kelurahan keluarga saya dicabut. Terus terang kita cukup kesulitan untuk membeli beras bermerek di pasar. Jadi, kadang kalau belum gajian kita beli beras kiloan saja untuk makan. Dengan adanya beras murah ini kita cukup merasa terbantu,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (Disdagkop) Tajuddin tuwo mengungkapkan, dengan adanya beras murah tersebut menurutnya, sangat membantu masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Selain itu, operasional kegiatan harus dilakukan di tempat berbeda agar semua masyarakat dapat merasakannya. Karena, jika beras murah tersebut dijual pada satu lokasi saja, dapat berpotensi menimbulkan ketidakmerataan dalam pendistribusian. Sehingga dikhawatirkan beras murah tersebut tidak tepat sasaran.

“Cukup baik dengan beras murah ini karena kan kita tahu beras semakin mahal. Yah tapi menurut saya, sebaiknya beras murah ini tidak dijual pada satu tempat saja. Karena, pasti masih ada masyarakat kelas menengah ke bawah yang belum mengetahui. Jadi, mungkin kalau kegiatan itu dijalankan berpindah pindah tempat itu akan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam program tersebut, PT Bulog tidak hanya menjual beras melainkan juga menawarkan gula pasir yang harganya lebih murah dari harga di pasaran.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala PT Bulog, Pengadilan Lubis mengungkapkan, saat ini pihaknya baru beberapa hari menjalankan beras murah tersebut. Itu dikarenakan semakin mahalnya kedua kebutuhan pokok, khususnya beras. Sehingga saat ini sebagian masyarakat sangat kesulitan untuk membeli kebutuhan pokok tersebut.

“Ini baru berjalan beberapa hari, yang langsung dijalankan satgas kita. Karena selama ini dua kebutuhan itu cukup membebani masyarakat karena harganya. Jadi kita buatlah semacam bantuan dalam bentuk jualan yang kita jalankan melalui satker kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya bisa saja menjual kebutuhan tersebut kepada pedagang pasar untuk didistribusikan. Namun, pihaknya mengkhawatirkan adanya perubahan harga yang ditetapkan pedagang untuk meraup keuntungan besar.

“ Kita bisa saja menjual sama pedagang untuk dijual, tapi kita tidak menjamin pedagang mau menjual dengan keuntungan 500 atau 1.000 dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk keuntungan. Jadi, kita putuskan untuk menjualnya sendiri keliling,” pungkasnya. (*/zac/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…

Jumat, 18 Januari 2019 10:30

Konstruksi Hancur Digenangi Air

TARAKAN - Kerusakan jalan masih menjadi sorotan teratas bagi masyarakat.…

Jumat, 18 Januari 2019 09:55

Perwali Penggunaan Plastik Segera Diberlakukan

TARAKAN - Akibat sulit didaur ulang, sampah plastik di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*