MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:10
Mulai Mahal, Bulog Jual Beras Murah
DISERBU: Masyarakat membeli kebutuhan pokok seperti beras, tepung, gula, dan minyak goreng dari petugas Bulog Sub Divre Tarakan di Jalan Mulawarman Tarakan, Rabu (17/10). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Program penjualan beras murah yang digagas PT Bulog, membuat sebagian besar masyarakat cukup antusias membelinya khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Itu dirasakan Salmiati (34), salah satu pembeli beras murah tersebut. Ia mengungkapkan, dengan adanya penjualan beras murah 9 ribu tersebut. Akhirnya membuat ia tidak kesulitan lagi mengingat harga beras di pasaran telah menyentuh angka Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kg.

“Saya beli 2 karung. merasa senang lah dengan adanya beras murah ini. Karena bantuan beras murah keluarga saya juga sudah dicabut jadi kami sangat kesulitan untuk membeli beras bermerk yang harganya semakin mahal,” terangnya, Rabu (17/10).

Diketahui, beras murah tersebut dijual dengan dua jenis berat kemasan. Yaitu kemasan 5 kg dan 10 kg dengan harga Rp 9 ribu per kg. Selain itu, masyarakat membeli juga dibatasi maksimal 30 kg, aturan itu dilakukan agar beras murah tersebut dapat dijual merata dan bisa dirasakan semua masyarakat.

Sementara itu, Samuel (37) warga Kelurahan Karang Anyar mengungkapkan, dengan adanya beras murah tersebut cukup membuatnya terbantu. Karena, selama ini jaminan beras murah yang didapatkan keluarganya dari kelurahan tidak dapat digunakan lagi. Karena, keluarganya sudah tidak terdaftar pada penerima bantuan beras murah tersebut.

“Saya cukup bersyukur karena selama bantuan beras murah dari kelurahan keluarga saya dicabut. Terus terang kita cukup kesulitan untuk membeli beras bermerek di pasar. Jadi, kadang kalau belum gajian kita beli beras kiloan saja untuk makan. Dengan adanya beras murah ini kita cukup merasa terbantu,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (Disdagkop) Tajuddin tuwo mengungkapkan, dengan adanya beras murah tersebut menurutnya, sangat membantu masyarakat khususnya menengah ke bawah.

Selain itu, operasional kegiatan harus dilakukan di tempat berbeda agar semua masyarakat dapat merasakannya. Karena, jika beras murah tersebut dijual pada satu lokasi saja, dapat berpotensi menimbulkan ketidakmerataan dalam pendistribusian. Sehingga dikhawatirkan beras murah tersebut tidak tepat sasaran.

“Cukup baik dengan beras murah ini karena kan kita tahu beras semakin mahal. Yah tapi menurut saya, sebaiknya beras murah ini tidak dijual pada satu tempat saja. Karena, pasti masih ada masyarakat kelas menengah ke bawah yang belum mengetahui. Jadi, mungkin kalau kegiatan itu dijalankan berpindah pindah tempat itu akan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam program tersebut, PT Bulog tidak hanya menjual beras melainkan juga menawarkan gula pasir yang harganya lebih murah dari harga di pasaran.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala PT Bulog, Pengadilan Lubis mengungkapkan, saat ini pihaknya baru beberapa hari menjalankan beras murah tersebut. Itu dikarenakan semakin mahalnya kedua kebutuhan pokok, khususnya beras. Sehingga saat ini sebagian masyarakat sangat kesulitan untuk membeli kebutuhan pokok tersebut.

“Ini baru berjalan beberapa hari, yang langsung dijalankan satgas kita. Karena selama ini dua kebutuhan itu cukup membebani masyarakat karena harganya. Jadi kita buatlah semacam bantuan dalam bentuk jualan yang kita jalankan melalui satker kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya bisa saja menjual kebutuhan tersebut kepada pedagang pasar untuk didistribusikan. Namun, pihaknya mengkhawatirkan adanya perubahan harga yang ditetapkan pedagang untuk meraup keuntungan besar.

“ Kita bisa saja menjual sama pedagang untuk dijual, tapi kita tidak menjamin pedagang mau menjual dengan keuntungan 500 atau 1.000 dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk keuntungan. Jadi, kita putuskan untuk menjualnya sendiri keliling,” pungkasnya. (*/zac/eza)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*