MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 11:38
ISU CDOB, KURANG MENDULANG SUARA
CDOB: Salah satu usulan CDOB dari Kalimantan Utara adalah Pulau Sebatik, Nunukan. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN – Calon daerah otonomi baru (CDOB) kembali jadi bancakan sejumlah elit parpol yang akan bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. CDOB jadi bahan untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Namun hal itu tak sepenuhnya berkorelasi.

Pengamat Politik Kota Tarakan Haryadi Hamid menuturkan bahwa pada prinsipnya ada beberapa kawasan yang ingin mengajukan DOB di Kaltara, yakni Sebatik, Krayan, Kabudaya dan Tanjung Selor.

Menurutnya jika isu CDOB dijadikan sebagai tolok ukur meraup suara, hanya akan sampai pada tingkat kepentingan elit saja. Pasalnya, jika seorang caleg melempar isu tersebut dan berencana untuk memperjuangkannya, hal ini harus dilihat pada kapasitas caleg tersebut. “Caleg yang berasal dari dapil Kaltara, seluruhnya tidak ada yang menolak DOB. Sebagian besar seperti itu, jadi jika itu dilempar ke masyarakat, efektifnya itu hanya di kelompok elit,” ungkapnya.

Menurut analisa Haryadi, isu CDOB tidak berpengaruh pada masyarakat kalangan bawah. Selain itu, masyarakat saat ini sudah terbilang cerdas, sebab rata-rata caleg yang berasal dari dapil Kaltara dipastikan memperjuangkan hal tersebut. “Justru yang saya lihat daerah khusus itu seperti Krayan, lebih memilih orang (caleg) yang secara emosional lebih dekat, misalnya ada kesamaan suku, agama atau warga di sana. Lebih cenderung juga dipengaruhi oleh tokoh adat dan agama,” jelasnya.

Lain halnya dengan Sebatik yang yang lebih terbuka dan memiliki tingkat pragmatis lebih tinggi. Menurutnya, isu CDOB memang bisa mendulang suara, namun pengaruhnya kecil. “Kalau berbicara tentang itu (CDOB), itu tidak akan terlalu berpengaruh. Bagi masyarakat itu diketahui bahwa anggota DPR memang wajib dan jarang ada yang menolak pembentukan DOB,” pungkasnya.

Sebelumnya, dukungan terhadap CDOB sempat dilontarkan mantan Pangdam VI Mulawarman Mayjen (Purn) Dicky Wainal Usman. Seperti diketahui pria kelahiran Makassar 28 April 1957 itu maju sebagai caleg DPR RI.

“Pada prinsipnya Kaltara harus diperhatikan khusus, karena Kaltara ini harus sejajar peradabannya dengan Malaysia, apalagi Sebatik. Betul, kalau Sebatik minta itu ya harus diberikan anggaran khusus untuk Sebatik, kasihan di sana. Membangun sumber daya manusia yang terpenting sekarang,” bebernya.

 

DIKAWAL PRESIDIUM

Terpisah, Ketua Predisium CDOB Apau Kayan Ibau Ala turut menjelaskan sejauh mana perjuangan pihaknya mengawal CDOB. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan berkas kepada Kemendagri, DPD RI dan DPR RI. Bahkan pihaknya sudah beberapa kali melakukan audiensi kepada lembaga tersebut.

“Audiensi itu dilakukan dua kali di DPD RI dan dua kali di DPR RI,” katanya kepada Radar Tarakan.

Untuk diketahui, pembentukan DOB telah diangkat sejak 2009 lalu. Pembentukan DOB ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat Apau Kayan yang kemudian berkembang hingga membentuk panitia kecil DOB Apau Kayan dengan membawa aspirasi masyarakat. “Pembentukan predisium ini baru dikukuhkan pada tahun 2016,” jelasnya.

Pembentukan DOB Apau Kayan menjadi aspirasi masyarakat sebab lokasinya yang jauh dari kabupaten induk, yakni Malinau. Sehingga satu-satunya akses yang bisa menjangkau daerah tersebut ialah lewat udara dengan jarak tempuh selama 1 jam 10 menit dari Malinau ke Apau Kayan.

Selain itu, pembentukan DOB Apau Kayan dinilai sebagai sebuah hal yang berhubungan dengan keinginan presiden yakni membentuk daerah dari pinggir, sehingga Apau Kayan layak dijadikan sebagai DOB. Selain itu, hingga kini masyarakat Apau Kayan belum menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya, sebab masyarakat Apau Kayan masih menggunakan produk dari Malaysia.

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar Apau Kayan bisa terbentuk menjadi salah satu kabupaten di Kaltara. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .