MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 11:38
ISU CDOB, KURANG MENDULANG SUARA
CDOB: Salah satu usulan CDOB dari Kalimantan Utara adalah Pulau Sebatik, Nunukan. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN – Calon daerah otonomi baru (CDOB) kembali jadi bancakan sejumlah elit parpol yang akan bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. CDOB jadi bahan untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Namun hal itu tak sepenuhnya berkorelasi.

Pengamat Politik Kota Tarakan Haryadi Hamid menuturkan bahwa pada prinsipnya ada beberapa kawasan yang ingin mengajukan DOB di Kaltara, yakni Sebatik, Krayan, Kabudaya dan Tanjung Selor.

Menurutnya jika isu CDOB dijadikan sebagai tolok ukur meraup suara, hanya akan sampai pada tingkat kepentingan elit saja. Pasalnya, jika seorang caleg melempar isu tersebut dan berencana untuk memperjuangkannya, hal ini harus dilihat pada kapasitas caleg tersebut. “Caleg yang berasal dari dapil Kaltara, seluruhnya tidak ada yang menolak DOB. Sebagian besar seperti itu, jadi jika itu dilempar ke masyarakat, efektifnya itu hanya di kelompok elit,” ungkapnya.

Menurut analisa Haryadi, isu CDOB tidak berpengaruh pada masyarakat kalangan bawah. Selain itu, masyarakat saat ini sudah terbilang cerdas, sebab rata-rata caleg yang berasal dari dapil Kaltara dipastikan memperjuangkan hal tersebut. “Justru yang saya lihat daerah khusus itu seperti Krayan, lebih memilih orang (caleg) yang secara emosional lebih dekat, misalnya ada kesamaan suku, agama atau warga di sana. Lebih cenderung juga dipengaruhi oleh tokoh adat dan agama,” jelasnya.

Lain halnya dengan Sebatik yang yang lebih terbuka dan memiliki tingkat pragmatis lebih tinggi. Menurutnya, isu CDOB memang bisa mendulang suara, namun pengaruhnya kecil. “Kalau berbicara tentang itu (CDOB), itu tidak akan terlalu berpengaruh. Bagi masyarakat itu diketahui bahwa anggota DPR memang wajib dan jarang ada yang menolak pembentukan DOB,” pungkasnya.

Sebelumnya, dukungan terhadap CDOB sempat dilontarkan mantan Pangdam VI Mulawarman Mayjen (Purn) Dicky Wainal Usman. Seperti diketahui pria kelahiran Makassar 28 April 1957 itu maju sebagai caleg DPR RI.

“Pada prinsipnya Kaltara harus diperhatikan khusus, karena Kaltara ini harus sejajar peradabannya dengan Malaysia, apalagi Sebatik. Betul, kalau Sebatik minta itu ya harus diberikan anggaran khusus untuk Sebatik, kasihan di sana. Membangun sumber daya manusia yang terpenting sekarang,” bebernya.

 

DIKAWAL PRESIDIUM

Terpisah, Ketua Predisium CDOB Apau Kayan Ibau Ala turut menjelaskan sejauh mana perjuangan pihaknya mengawal CDOB. Ia mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan berkas kepada Kemendagri, DPD RI dan DPR RI. Bahkan pihaknya sudah beberapa kali melakukan audiensi kepada lembaga tersebut.

“Audiensi itu dilakukan dua kali di DPD RI dan dua kali di DPR RI,” katanya kepada Radar Tarakan.

Untuk diketahui, pembentukan DOB telah diangkat sejak 2009 lalu. Pembentukan DOB ini merupakan bentuk aspirasi masyarakat Apau Kayan yang kemudian berkembang hingga membentuk panitia kecil DOB Apau Kayan dengan membawa aspirasi masyarakat. “Pembentukan predisium ini baru dikukuhkan pada tahun 2016,” jelasnya.

Pembentukan DOB Apau Kayan menjadi aspirasi masyarakat sebab lokasinya yang jauh dari kabupaten induk, yakni Malinau. Sehingga satu-satunya akses yang bisa menjangkau daerah tersebut ialah lewat udara dengan jarak tempuh selama 1 jam 10 menit dari Malinau ke Apau Kayan.

Selain itu, pembentukan DOB Apau Kayan dinilai sebagai sebuah hal yang berhubungan dengan keinginan presiden yakni membentuk daerah dari pinggir, sehingga Apau Kayan layak dijadikan sebagai DOB. Selain itu, hingga kini masyarakat Apau Kayan belum menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya, sebab masyarakat Apau Kayan masih menggunakan produk dari Malaysia.

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar Apau Kayan bisa terbentuk menjadi salah satu kabupaten di Kaltara. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Tarakan Jorok, Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*