MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 21:07
Pembukaan Jalan Perbatasan Berprogres

Tersisa 126 Km yang Belum Tembus

INFRASTRUKTUR: Gubernur Kaltara Irianto Lambrie (di atas mobil) saat meninjau Jalan Krayan yang sedang dibangun, Minggu (14/10). Foto: Iwan Kurniawan/ Radar Kaltara

PROKAL.CO, MALINAU - Secara global, panjang jalan paralel di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) tercatat sekitar 875 kilometer (km). Dari panjang tersebut, masih ada sekitar 126 km yang tersisa atau belum ditembuskan hingga saat ini.

 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Refly Tangkere ST mengatakan, titik lokasi jalan yang belum tembus itu berada di daerah Long Pujungan sampai Long Nawang. Untuk menembuskan jalan itu, pemerintah bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

 

"Setelah itu dibuka, baru kami perbaiki atau kami tingkatkan," ujar Refly kepada Radar Kaltara saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Malinau, Minggu (14/10).

 

Adapun, jalan perbatasan provinsi termuda Indonesia ini terbagi atas dua jenis, yakni jalan paralel dan koridor atau akses. Dua jenis jalan itu memiliki panjang yang berbeda.

 

“Tahun 2019  kita harapkan sisanya bisa selesai. Tapi jalan itu akan ada yang kita kurangnya 1 km, karena nanti akan ada pembangunan kawasan perbatasan,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, soal beberapa titik jalan yang masih belum mendapatkan penanganan hingga saat ini, tentu ada alasannya. Salah satu yang perlu diketahui ialah mengenai kondisi geografis daerah perbatasan yang tidak sama dengan di perkotaan.

 

"Jangan berpikir bahwa membangun jalan di perbatasan dengan di Jawa itu sama. Itu jelas berbeda. Kalau di perbatasan, kita bisa memotong gunung hingga berpuluh-puluh meter guna menjaga keselamatan pengguna jalan," jelasnya.

 

Sehingga itu lah yang menjadi penyebab, biaya pembangunan jalan di perbatasan mahal, itu merupakan suatu hal yang wajar. Karena mayoritas jalur yang dibuka masih berupa hutan 'perawan' yang belum tersentuh ditambah dengan topografi yang begitu menantang bagi pekerjanya.

 

Menurut Irianto meningkatnya pembangunan di Kaltara ini, tak lepas dari janji politik Presiden RI, Joko Widodo yang tertuang dalam Nawacita Presiden. Terutama Nawacita yang ke tiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

 

"Nah, kita di Kaltara sudah melihat serta merasakan. Maka, jika ada yang menilai pemerintah pusat ingkar janji, itu tidak sepenuhnya benar. Karena, di masa kepresidenan itu ada saja unggulan-unggulan yang tertinggalkan," katanya.

 

"Saya selaku Gubernur dan masyarakat Kaltara tentu sangat diuntungkan dengan proses pembangunan ini. Kita juga ikut menikmati, meskipun masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan," sebutnya.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan  Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kaltara, Suheriyatna menjelaskan, panjang jalan perbatasan yang dikatakan Gubernur sekitar 1.038 km itu merupakan jalan koridornya saja. Seperti dari Malinau ke Long Bawan, dari Mansalong menuju Tulin Onsoi atau Tau Lumbis. Termasuk juga koridor yang menuju jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan).

 

"Jika koridor itu sudah selesai, baru jalan paralelnya disambungkan. Seperti menghubungkan antara Long Bawan dengan Long Nawang, Tau lumbis dengan Long Bawan atau Long Midang," tuturnya.

 

Sebenarnya, semua itu sudah dikonsep oleh TNI. Karena TNI sudah meletakkan pasukannya di perbatasan-perbatasan yang belum dapat dijangkau masyarakat biasa. Pos Pamtas yang ada saat ini hanya posko, tapi di batas-batas yang jauh ada lagi pondok-pondok kecil yang ditempatkan.

"Pastinya kita tetap terus berupaya meningkatkan infrastruktur di perbatasan guna membuka keterisoliran masyarakat Kaltara yang setia menjaga branda terdepan NKRI ini," pungkasnya. (iwk/nri) 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:08

Hidup di Kaltara Termahal

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:07

Ditugaskan di Krayan, 1 CPNS Mundur

TANJUNG SELOR - Satu dari 444 peserta seleksi calon pegawai…

Rabu, 16 Januari 2019 12:05

Jembatan Meranti Terancam Jadi ‘Pajangan’ Lagi

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung Jembatan Meranti menuju Buluh…

Rabu, 16 Januari 2019 12:04

Pemilik Miras Hanya Diberi Sanksi Tipiring

MALINAU – Dua ibu rumah tangga (IRT), yakni De dan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:03

2018, Empat Penderita HIV/AIDS Meninggal

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat empat penderita…

Rabu, 16 Januari 2019 10:33

Butuh 7 Menit, Musnahkan Sabu 11 Kg

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:56

6.060 WP di Kaltara Belum Taat

TANJUNG SELOR – Dari total 9.413 yang menyampaikan Surat Pemberitahuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:54

TBS Malinau Dijual ke Nunukan

MALINAU  - Petani kelapa sawit di Kabupaten Malinau belakangan ini…

Selasa, 15 Januari 2019 13:52

Terminal Tipe A Tunggu Restu Kemenhub

TANJUNG SELOR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:49

Terapkan Metode Cara Membaca Wartawan

Membaca sebuah buku hingga saat ini masih menjadi kebiasaan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*