MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 17:10
Pawai Bhinneka Tunggal Ika, Bukukan Rekor Muri
WAJAH INDONESIA: Pembukaan Irau dengan festival budaya di Malinau berhasil mencatat dua rekor Muri, kemarin (15/10). AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU- Pawai budaya Bhinneka Tunggal Ika mengawali Irau Malinau, kemarin (15/10). Pawai budaya yang diselenggarakan membukukan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan peserta terbanyak.

Bupati Malinau Yansen TP mengatakan, di usia Malinau yang ke-19, Irau merupakan ungkapan rasa syukur. Irau yang menjadi euforia budaya masyarakat yang ada di Malinau. Irau tahun ini bertema budaya membangun bangsa sebagai kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kami ingin membangun kebhinekaan ini, sesungguhnya merupakan warna bangsa yang tidak boleh luntur,” ujar Yansen kepada Radar Tarakan.

Irau menjadi salah satu presentasi bagaimana harkat martabat budaya bukan hanya sebagai pameran semata. Tetapi benar-benar menjadi ungkapan rasa syukur semangat dari anak bangsa yang ada di Malinau. “Seperti yang disaksikan aneka budaya dari berbagai pulau yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi,  dan lainnya di Malinau. Ini merupakan suatu hal yang tidak mudah diciptakan. Tetapi budaya itu bertemu dengan antusias masyarakat yang menjadi kekuatan besar ke depannya,” jelasnya.

Melihat Malinau, maka akan melihat Indonesia di perbatasan. Sehingga ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dibiarkan tetapi harus ditumbuhkembangkan, dijaga, pelihara dan dihidupkan. “Dengan Muri mencatatnya, saya pikir bukan hanya sekadar catatan saja dan senang serta bangga. Tetapi saya harap menjadi semangat bagi masyarakat di Malinau dan daerah lainnya, agar menyadari perbedaan. Menyatu dalam konsep bangsa Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Senior Manajer Muri Yusuf Ngadri mengatakan pawai budaya Bhinneka Tunggal Ika yang telah muri verifikasi sebanyak 8.850 peserta. Ini merupakan kerja keras dari semua pihak. “Untuk sebuah festival tingkat kabupaten, ini adalah terbanyak. Karenanya kami catat sebagai rekor,” tuturnya.

Muri itu mencatat sesuatu yang superlatif, pertama atau unik. Pawai budaya ini adalah superlatif terbanyak. Biasanya pawai dengan satu jenis budaya yang terbanyak, tetapi di Malinau dengan berbagai budaya yang mewakili kebhinnekaan dan juga dengan peserta terbanyak. “Karena mewakili banyak suku,” ungkapnya.

Selain rekor Muri dengan pawai budaya Bhinneka Tunggal Ika oleh peserta terbanyak, juga dicatat rekor Muri untuk desa wisata yakni Pulau Sapi yang merupakan desa dengan hiasan ornamen etnik terbanyak.

“Jadi di pembukaan Irau Malinau, kami catat dua rekor Muri,” ujarnya.

Ada 258 rumah di Pulau Sapi yang semuanya menggunakan ornamen etnik dan telah dijadikan desa wisata. Sebagai desa wisata sehingga tertata rapi, bersih, dan indah. Tetapi yang menjadi keistimewaannya yakni setiap rumah memiliki ornamen etnik Lundayeh. “Bahkan kantor agama, gereja, masjid juga memiliki ornamen-ornamen etniknya. Hal ini sungguh merupakan hal yang luar biasa,” Imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta pawai budaya yakni dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, menyewa berbagai kostum untuk ikut meramaikan dan menyambut Irau. Kostum yang digunakan yakni kostum vampir, raja, ratu, ibu suri, para dewa dan lainnya yang berjumlah 10 kostum. Bahkan kostum vampir yang digunakan menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat untuk dapat diabadikan bersama.

“Saya dapatnya kostum vampir, saya coba pakai sambil didandani ala vampir. Ternyata semua sangat senang dan banyak yang ingin berfoto,” ungkapnya.

Salah satu pengunjung yang ikut melihat pawai merasa senang melihat pawai yang luar biasa banyak dengan penampilan budaya Indonesia yang penuh keragaman. Dirinya berharap agar pawai seperti ini bisa terus dikembangkan untuk ke depannya menjadi lebih baik lagi. “Saya tadi ikutan foto dengan orang yang menggunakan topi unik dari suku Manado, dan suka sekali. Saya harap ke depannya lebih baik lagi dan bisa terus diadakan,” urainya.  (*/naa/lim) 


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:50

Lima Target Kinerja 2018 Akan Dievaluasi

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si akhir bulan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:47

Harapkan Pasar Feruyung Dikelola dengan Baik

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mempunyai harapan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:45

Mentarang Hulu Punya Pasar Tradisional

MALINAU – Masyarakat Kecamatan Mentarang Hulu kini memiliki pasar dan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:34

Bupati: Pembangunan Bukan Datang dari Satu Arah

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan, membangun…

Jumat, 18 Januari 2019 09:32

LPG Jadi Kebutuhan Pokok Masyarakat Malinau

MALINAU – Dengan adanya agen Liquified Petroleum Gas (LPG) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 09:31

Pemprov Sulteng Ucapkan Terima Kasih

MALINAU – Melihat saudara sedang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Rabu, 16 Januari 2019 11:47

Bupati Resmikan Kantor Agen LPG

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, Senin (14/1)…

Rabu, 16 Januari 2019 11:46

Manajemen Diharapkan Profesional

MALINAU – Dengan beroperasinya agen Liquified Petroleum Gas (LPG) 3…

Rabu, 16 Januari 2019 11:44

Utamakan Kebersamaan Walau Beda Pilihan

MALINAU – Dalam perayaan Natal Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten…

Selasa, 15 Januari 2019 13:19

Yansen TP: Boleh Tua, Rasanya Muda!

MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersyukur mempunyai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*