MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 17:02
Pemulangan Gelombang Kedua Berakhir

Hari Ini 32 Warga Kaltara Diangkut KM Lambelu

PENGIN PULANG: Beberapa warga Kaltara yang sudah tiba di posko tim relawan Provinsi Kaltara di Yayasan Alkhairaat di Jalan SIS Al Jufrie, Palu Barat. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PALU - Wajahlebih ceria 32 warga Kaltara yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sigi, Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka berhasil selamat dari musibah bencana dan telah dievakuasi tim relawan Kaltara dan dipulangkan sesuai instruksi Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie menumpang KM Lambelu, Selasa (16/10) sekira pukul 14.00 WITA.

Relawan Kaltara dari BPBD Nunukan, Hasan menuturkan setelah enam hari berada di Palu dengan menyusuri beberapa titik lokasi bencana, tim berhasil menemukan sejumlah warga Kaltara. Tak hanya evakuasi, tim relawan juga sudah melaksanakan tugas lainnya dengan mengantarkan bantuan logistik ke beberapa wilayah pengungsian dari Kabupaten Donggala hingga ke Tompe.

“Untuk pemulangan sampai saat ini pukul 20.00 WIB, sudah ada 32 warga Kaltara yang sudah berhasil kami validasi dan verifikasi dengan identitas kependudukan, dan ini kami pulangkan,” ungkap Hasan kepada Radar Tarakan.

Adapun rincian warga Kaltara yang dipulangkan, kata Hasan, mendominasi merupakan warga dengan tujuan Kabupaten Nunukan yang kemudian disusul oleh Kabupaten Bulungan. (lihat grafis)

“Untuk Nunukan itu ada 18 orang, Bulungan 7 orang, Tarakan 6 orang, KTT 1 orang sedangkan untuk pemulangan ke Malinau hingga sampai saat ini nihil,” katanya.

Selain mengevakuasi warga Kaltara, dari hasil penyusuran ke beberapa posko juga ditemukan ada warga Palu yang ingin ikut bersama dengan tim relawan untuk menuju Kaltara. Dari hasil pendataan, sudah ada 15 orang warga Palu yang mendaftarkan diri, baik dari Donggala maupun dari Palu.

“Untuk warga Kaltara sesuai instruksi Pak Gubernur itu ditanggung Pemprov Kaltara untuk tiket pemulangannya. Sedangkan di luar dari itu khususnya warga Palu ditanggung secara pribadi,” jelasnya.

Meski demikian, bukan berarti mereka yang ikut dibiarkan begitu saja, melainkan juga akan tetap difasilitasi dan akan didampingi hingga sampai ke Pelabuhan Malundung Tarakan dan Tunon Taka Nunukan.

“Mereka ikut karena ingin mengungsi sementara. Dan setelah kita lakukan pendataan ternyata 15 warga Palu ini rata-rata memiliki keluarga di Kaltara seperti di Nunukan maupun di Tarakan,” bebernya.

Agar tidak mengalami hambatan dalam evakuasi, beberapa warga Kaltara yang sudah didata ikut mengungsi sementara di posko tim relawan Pemprov Kaltara yang berada di Yayasan Alkhairaat, Jalan SIS Al Jufrie, Palu Barat. “Sebelum jauh-jauh hari, mereka yang domisilinya jauh seperti Donggala dan sekitarnya sudah kami beritahukan untuk bergabung dengan tim. Agar saat menuju Pelabuhan Pantoloan agar tidak mengalami hambatan,” jelasnya.

Dalam pemulangan rombongan ini, juga didampingi dengan 30 relawan Provinsi Kaltara yang sudah berakhir masa tugasnya. “Sebagian ada yang pulang dan sebagiannya lagi ada yang lanjut. Karena ada relawan yang masih menyesuaikan tugasnya masing-masing dari intansi,” jelasnya.

Salah seorang warga Tarakan, Junifah (25) merasa sangat bersyukur atas kepulangan dirinya bersama dengan keluarga ke Tarakan. Pasalnya, di kondisi ini ia masih dalam keadaan trauma berat. “Alhamdulillah saya haturkan terimakasih banyak atas relawan Provinsi Kaltara yang sudah menemukan kami. Dan juga terimakasih buat Gubernur Kaltara yang sudah menggratiskan pemulangan kami. Sekali lagi terima kasih,” kata Junifah.

Junifah sendiri merupakan salah seorang korban gempa dan tsunami. Di mana rumahnya yang berada di Kabupaten Donggala hancur porak poranda. “Saya ke Donggala untuk menghadiri pemakaman keluarga bersama dengan dua keluarga saya. Dan secara bersamaan bencana itu juga terjadi. Dan karena ada pemulangan ini saya bersama mama dan keluarga saya minta untuk dipulangkan. Meski ada beberapa keluarga saya tidak ditanggung karena memang asli Palu, namun itu tidak masalah buat saya. Yang penting saya sampai dan bisa tidur dengan tenang,” ucap wanita yang tinggal di Kelurahan Sebengkok ini.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Koordinator Tim Relawan Pemprov Kaltara Taufik Hidayat mengatakan jika dari 56 relawan yang ada, sebanyak 30 tim evakuasi yang akan pulang menemani rombongan.

“Masih adanya tim relawan yang tinggal dikarenakan menyesuaikan dengan surat penugasan Gubernur maupun penugasan dari OPD masing-masing. Namun, kami sarankan relawan yang tinggal jangan sampai ke daerah-daerah yang berbahaya. Karena kita tidak safety dan belum vaksin dan jangan sampai pergi tanpa ada skill di bidangnya. Dan kemungkinan mereka akan menyisir lokasi dengan bergerak bergabung dengan organisasi masing-masing,” katanya.

Dikarenakan tugas utama tim relawan mengevakuasi dan memulangkan warga Kaltara yang mau pulang. Di tahap pertama relawan sudah berhasil memulangkan warga Kaltara sebanyak 77 orang dan sudah selesai dan sekarang di tahap kedua ada 32 warga yang kembali. “Kami juga akan ada kegiatan rencana penyerahan dana tunai oleh Pak Asisten I sebagai koordinator provinsi yang akan berkunjung ke Palu dalam waktu dekat,” ujarnya lagi.

Salah satu tim relawan yang masih tinggal adalah relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara. Ditemui di lokasi, Koordinator PMI Kaltara Zainal mengungkapkan, PMI melihat tiga faktor pertolongan. Di antaranya bencana, konflik sosial dan alasan kemanusiaan. Dari itulah delapan relawan dari PMI Kaltara untuk kembali melanjutkan misi.

“Kami juga ada memulangkan empat warga Palu ke Kaltara. Yang sepengetahuan kami mereka ini memang dulunya tinggal dan besar di Kaltara namun karena identitas dirinya sekarang menetap di Palu dan tidak memiliki biaya, jadi kami berinisiatif untuk membiayai pemulangannya. Dan setelah itu kami masih membantu korban-korban bencana di lokasi dengan bergeser ke Markas PMI yang ada di Palu,” kata Zainal.

Setelah semua tugas selesai dalam pendampingan kepulangan warga maka ia pun bergeser ke Markas PMI di Palu di Jalan R.A Kartini Nomor 20, Lolu Selatan, Palu Selatan. “Kalau saya di bagian pemulihan hubungan keluarga (restoring family links/RFL). Bertugas untuk menjalin kembali  komunikasi yang sempat terputus akibat bencana alam atau hal-hal lainnya,” katanya. (eru/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*