MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:27
Cek Infrastruktur hingga Resmikan Balai Adat-Lab Sekolah

Agenda Kerja Gubernur Kaltara ke Pedalaman Perbatasan

KUNJUNGAN: Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat memotong pita sebagai tanda peresmian Balai Adat Mansilulung, Desa Libang, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Sabtu (13/10). IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Bumi Benuanta merupakan provinsi termuda di Indonesia, namun pembangunan dan peningkatan infrastrukturnya di pedalaman perbatasan terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), berikut cerita selengkapnya.

IWAN KURNIAWAN

CUACA cerah di pagi Sabtu (13/10) menjadi saksi perjalanan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie beserta rombongan untuk meninjau kondisi pembangunan infrastruktur jalan dan peresmian balai adat serta gedung sekolah di perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 ini. 

Sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan bertolak dari pelabuhan PLBL Liem Hie Djung Nunukan menuju pelabuhan Sei Ular menggunakan speedboat Kaltara 1, Kaltara 2, dan Kayan 1 dengan durasi waktu perjalan kurang lebih 20 menit. 

Setelah tiba di pelabuhan Sei Ular, Gubernur yang didampingi kepala dan staf dari bebetapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan Saker Kementerian PUPR itu terlebih dahulu menyapa beberapa masyarakat perbatasan yang ada di pelabuhan tersebut, sebelum melanjutkan perjalanannya melalui jalur darat menuju Kabupaten Malinau.

Sekitar setengah jam perjalanan menggunakan puluhan unit kendaraan roda empat yang didominasi mobil dobel gardan itu, rombongan akhirnya sampai di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sekadayan Taka, Kecamatan Sei Menggaris, Nunukan yang merupakan lokasi tinjauan pertamanya di hari itu.

Sebelum meresmikan BPU tersebut, terlebih dahulu Gubernur mendengarkan sejumlah laporan dari kepala desa (kades) setempat mengenai penggunaan anggaran dana desa (ADD) serta kondisi masyarakat di daerah tersebut. 

Gubernur mengatakan, saat ini kondisi Sei Menggaris yang berada di perbatasan provinsi termuda Indonesia ini sudah cukup baik. Tidak seperti saat ia berkunjung pertama kalinya pada tahun 1996 dan beberapa kali kunjungannya setelah itu.

"Kita patut bersyukur bahwa saat ini, ada bantuan dalam bentuk dana desa. Ini tidak banyak negara yang melakukannya," ujar Gubernur.

Khusus di Desa Sekadayun Taka sudah cukup baik, sebab sudah ada upaya pemerintah desanya untuk memberikan informasi, secara transparansi ke masyarakat tentang penggunaan dana dari pemerintah dengan membuatkan spanduk yang berisikan kegiatan yang dikerjakan beserta anggarannya.

Lelaki yang pernah Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara pertama ini juga mengatakan, di wilayah perbatasan Kaltara memiliki cukup banyak jalur tikus, dan itu sudah pernah dilaluinya dengan cara berjalan kaki hingga ke Sabah, Malaysia.

Sekitar satu jam kemudian, Gubernur beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik tinjauan berikutnya, yakni SMKN 1 Tulin Onsoi. Rombongan tiba di lokasi sekolah tersebut pukul 13.14 Wita. Kedatangan Gubernur disambut meriah oleh para guru dan siswa dengan tampilan tarian daerahnya. 

Setelah makan siang, acara dimulai dan Gubernur kembali memberikan pengarahan, khususnya tentang pentingnya pendidikan bagi para anak-anak yang kelak bakal melanjutkan tongkat estafet untuk melakukan pembangunan di negeri ini, yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian gedung sekolah yang rencana digunakan sebagai tempat praktik. 

Setelah acara selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Libang untuk meresmikan Balai Adat Mansilulung. Namun, sebelumnya Gubernur dan rombongan sempat singgah ke salah satu rumah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pemerintah. 

"Saya sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang sudah melakukan gotong royong untuk membangun balai adat ini. Ini harus menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Kaltara," serunya.

Keberadaan balai adat ini, harus tetap dipertahankan sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Di tengah memudarnya pemahaman kebudayaan saat ini, memang patut ada langkah dan upaya untuk terus mempraktikkannya dan mengingatkan kepada generasi penerus tentang pentingnya menjaga suatu kebudayaan.

Gotong royong yang dilakukan untuk membangun balai adat yang sangat besar itu, merupakan salah satu ciri-ciri suatu masyarakat yang menginginkan kemajuan pada daerahnya. Meskipun tanpa ada bantuan anggaran dari pemerintah.

"Tapi memang perlu dipahami juga bahwa tidak semua pembangunan itu harus dilakukan melalui bantuan dana pemerintah. Di sini masyarakat Desa Libang sudah membuktikannya," kata Gubernur.

Jika dianggarkan tanpa dikerjakan secara gotong royong, kemungkinan bangunan sebesar balai adat tersebut diestimasikan akan menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Apalagi bangunan tersebut memiliki ciri khas dari masyarakat setempat, yakni ciri khas Dayak Tahol.

Dengan begitu, ia menyarankan agar jangan berhenti membangun balai adat itu hingga untuk kepentingan adat saja. Tapi teruslah  mengembangkannya agar dapat menjadi lebih modern lagi agar ke depannya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya yang bisa menjadi sumber penghadilan desa setempat.

"Kalau didandani lebih modern lagi, ini bisa dijadikan tempat kegiatan keramaian daerah dan tempat wisata. Sehingga kerajinan tangan dari masyarakat setempat dan sekitarnya bisa juga dipromosikan di sini," pungkasnya. (***/nri)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:08

Hidup di Kaltara Termahal

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:07

Ditugaskan di Krayan, 1 CPNS Mundur

TANJUNG SELOR - Satu dari 444 peserta seleksi calon pegawai…

Rabu, 16 Januari 2019 12:05

Jembatan Meranti Terancam Jadi ‘Pajangan’ Lagi

TANJUNG SELOR - Pembangunan jalan penghubung Jembatan Meranti menuju Buluh…

Rabu, 16 Januari 2019 12:04

Pemilik Miras Hanya Diberi Sanksi Tipiring

MALINAU – Dua ibu rumah tangga (IRT), yakni De dan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:03

2018, Empat Penderita HIV/AIDS Meninggal

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat empat penderita…

Rabu, 16 Januari 2019 10:33

Butuh 7 Menit, Musnahkan Sabu 11 Kg

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:56

6.060 WP di Kaltara Belum Taat

TANJUNG SELOR – Dari total 9.413 yang menyampaikan Surat Pemberitahuan…

Selasa, 15 Januari 2019 13:54

TBS Malinau Dijual ke Nunukan

MALINAU  - Petani kelapa sawit di Kabupaten Malinau belakangan ini…

Selasa, 15 Januari 2019 13:52

Terminal Tipe A Tunggu Restu Kemenhub

TANJUNG SELOR - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:49

Terapkan Metode Cara Membaca Wartawan

Membaca sebuah buku hingga saat ini masih menjadi kebiasaan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*