MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:27
Cek Infrastruktur hingga Resmikan Balai Adat-Lab Sekolah

Agenda Kerja Gubernur Kaltara ke Pedalaman Perbatasan

KUNJUNGAN: Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat memotong pita sebagai tanda peresmian Balai Adat Mansilulung, Desa Libang, Kecamatan Lumbis, Nunukan, Sabtu (13/10). IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Bumi Benuanta merupakan provinsi termuda di Indonesia, namun pembangunan dan peningkatan infrastrukturnya di pedalaman perbatasan terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), berikut cerita selengkapnya.

IWAN KURNIAWAN

CUACA cerah di pagi Sabtu (13/10) menjadi saksi perjalanan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie beserta rombongan untuk meninjau kondisi pembangunan infrastruktur jalan dan peresmian balai adat serta gedung sekolah di perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 ini. 

Sekitar pukul 08.00 Wita, rombongan bertolak dari pelabuhan PLBL Liem Hie Djung Nunukan menuju pelabuhan Sei Ular menggunakan speedboat Kaltara 1, Kaltara 2, dan Kayan 1 dengan durasi waktu perjalan kurang lebih 20 menit. 

Setelah tiba di pelabuhan Sei Ular, Gubernur yang didampingi kepala dan staf dari bebetapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara, Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan Saker Kementerian PUPR itu terlebih dahulu menyapa beberapa masyarakat perbatasan yang ada di pelabuhan tersebut, sebelum melanjutkan perjalanannya melalui jalur darat menuju Kabupaten Malinau.

Sekitar setengah jam perjalanan menggunakan puluhan unit kendaraan roda empat yang didominasi mobil dobel gardan itu, rombongan akhirnya sampai di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Sekadayan Taka, Kecamatan Sei Menggaris, Nunukan yang merupakan lokasi tinjauan pertamanya di hari itu.

Sebelum meresmikan BPU tersebut, terlebih dahulu Gubernur mendengarkan sejumlah laporan dari kepala desa (kades) setempat mengenai penggunaan anggaran dana desa (ADD) serta kondisi masyarakat di daerah tersebut. 

Gubernur mengatakan, saat ini kondisi Sei Menggaris yang berada di perbatasan provinsi termuda Indonesia ini sudah cukup baik. Tidak seperti saat ia berkunjung pertama kalinya pada tahun 1996 dan beberapa kali kunjungannya setelah itu.

"Kita patut bersyukur bahwa saat ini, ada bantuan dalam bentuk dana desa. Ini tidak banyak negara yang melakukannya," ujar Gubernur.

Khusus di Desa Sekadayun Taka sudah cukup baik, sebab sudah ada upaya pemerintah desanya untuk memberikan informasi, secara transparansi ke masyarakat tentang penggunaan dana dari pemerintah dengan membuatkan spanduk yang berisikan kegiatan yang dikerjakan beserta anggarannya.

Lelaki yang pernah Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara pertama ini juga mengatakan, di wilayah perbatasan Kaltara memiliki cukup banyak jalur tikus, dan itu sudah pernah dilaluinya dengan cara berjalan kaki hingga ke Sabah, Malaysia.

Sekitar satu jam kemudian, Gubernur beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik tinjauan berikutnya, yakni SMKN 1 Tulin Onsoi. Rombongan tiba di lokasi sekolah tersebut pukul 13.14 Wita. Kedatangan Gubernur disambut meriah oleh para guru dan siswa dengan tampilan tarian daerahnya. 

Setelah makan siang, acara dimulai dan Gubernur kembali memberikan pengarahan, khususnya tentang pentingnya pendidikan bagi para anak-anak yang kelak bakal melanjutkan tongkat estafet untuk melakukan pembangunan di negeri ini, yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian gedung sekolah yang rencana digunakan sebagai tempat praktik. 

Setelah acara selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Libang untuk meresmikan Balai Adat Mansilulung. Namun, sebelumnya Gubernur dan rombongan sempat singgah ke salah satu rumah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi dari pemerintah. 

"Saya sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang sudah melakukan gotong royong untuk membangun balai adat ini. Ini harus menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Kaltara," serunya.

Keberadaan balai adat ini, harus tetap dipertahankan sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Di tengah memudarnya pemahaman kebudayaan saat ini, memang patut ada langkah dan upaya untuk terus mempraktikkannya dan mengingatkan kepada generasi penerus tentang pentingnya menjaga suatu kebudayaan.

Gotong royong yang dilakukan untuk membangun balai adat yang sangat besar itu, merupakan salah satu ciri-ciri suatu masyarakat yang menginginkan kemajuan pada daerahnya. Meskipun tanpa ada bantuan anggaran dari pemerintah.

"Tapi memang perlu dipahami juga bahwa tidak semua pembangunan itu harus dilakukan melalui bantuan dana pemerintah. Di sini masyarakat Desa Libang sudah membuktikannya," kata Gubernur.

Jika dianggarkan tanpa dikerjakan secara gotong royong, kemungkinan bangunan sebesar balai adat tersebut diestimasikan akan menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Apalagi bangunan tersebut memiliki ciri khas dari masyarakat setempat, yakni ciri khas Dayak Tahol.

Dengan begitu, ia menyarankan agar jangan berhenti membangun balai adat itu hingga untuk kepentingan adat saja. Tapi teruslah  mengembangkannya agar dapat menjadi lebih modern lagi agar ke depannya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya yang bisa menjadi sumber penghadilan desa setempat.

"Kalau didandani lebih modern lagi, ini bisa dijadikan tempat kegiatan keramaian daerah dan tempat wisata. Sehingga kerajinan tangan dari masyarakat setempat dan sekitarnya bisa juga dipromosikan di sini," pungkasnya. (***/nri)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu…

Kamis, 21 Maret 2019 11:03

Aksi 12 Kementerian Diundur

TANJUNG SELOR – Aksi percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:02

Bangun Ruang dan Alkes, Gunakan DAK Rp 16 Miliar

TANJUNG SELOR – Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019…

Kamis, 21 Maret 2019 11:00

Setahun Pembangunan PLTSa Harus Berprogres

TANJUNG SELOR – Sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKA) pembangunan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:53

Rekam Biometrik, CJH Dilarang Keluar Kota

TANJUNG SELOR – Selama beberapa bulan ke depan Calon Jamah…

Kamis, 21 Maret 2019 10:51

Bandar Kupon Putih Berhasil Dibekuk

TANJUNG SELOR – Usahabandar kupon putih yang dijalankan AT berakhir…

Kamis, 21 Maret 2019 10:44

Jamin Keamanan, Polda Kerahkan Ribuan Personel

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi 17 April mendatang, Kepolisian Daerah (Polda)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*