MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32
ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

Pertamina Didesak Sediakan Stok

SUDAH BIASA PAKAI: Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafi d ditunjuk sebagai Duta Bright Gas di perbatasan, Sabtu (13/10). SYAMSUL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied petroleum gas (LPG) produksi Malaysia harus segera berhenti. Sebab, dalam waktu dekat, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai penggunaan LPG yang diproduksi PT Pertamina.

“Saya koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Dalam waktu dekat akan ada surat edarannya mengenai penggunaan tabung gas Indonesia bagi seluruh ASN,” kata Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid kepada media ini usai acara deklarasi penggunaan LPG Bright Gas bagi ASN Nunukan di Hotel Laura, Sabtu (13/10).

Surat edaran itu mewajibkan penggunaan LPG Bright Gas 12 kilogram (kg) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Hal itu disepakati sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mencintai produk dalam negeri. Namun, Pertamina juga dituntut menyediakan stok isi ulang yang cukup.

“Pertamina harus siapkan stok dulu. Jangan sampai surat edaran sudah keluar, ternyata barangnya tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kan jadi bumerang lagi buat pemerintah,” tegas.

Dikatakan, saat ini terjadi pertarungan yang tak seimbang antara elpiji Indonesia dan elpiji alias tong gas Malaysia. Data pengguna elpiji 19 kecamatan, 13 kecamatan 90 persen memakai produk tabung gas Malaysia. Bahkan ada enam kecamatan 100 persen tabung gas Malaysia.

“Saatnya kita bangkit setelah 73 tahun merdeka. Setelah usia 19 tahun daerah yang kita cintai ini, sudah masanya mandiri di negeri sendiri, mari kita nyalakan cinta dalam negeri mulai dari dapur kita,” pesannya.

Region Manager Domestic Gas Pertamina MOR VI Tiara Tesaufi H mengaku siap menyediakan stok LPG bright gas untuk kebutuhan para ASN mendatang. Termasuk kebutuhan masyarakat. Apalagi LPG 3 kg yang  bersifat penugasan subdisi untuk masyarakat. Memang butuh proses. Namun demikian Pertamina memiliki komitmen memenuhi apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat Nunukan.

“Soal transportasi pasokan stok gas itu kini sudah cukup baik. Sebelumnya masuk ke Nunukan itu sebulan sekali. Tapi, kali ini sudah dimaksimalkan menjadi tiga, bukan sekali. Dulu, kapasitas pengangkutan satu kapal waktu itu hanya 29 ribu. Sekarang dinaikkan menjadi 31 ribu tabung. Sehingga otomatis stoknya bertambah,” ungkapnya saat ditemui di tempat yang sama, kemarin.

Diakui, Pertamina tidak hanya mengandalkan penyaluran LPG melalui transportasi dari Balikpapan ke Nunukan saja. Penyaluran juga akan dilakukan dari Kota Tarakan ke Nunukan. “Insyaallah, kami masih menunggu selesainya pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan. Kalau sudah kelar, maka kebutuhan masyarakat di Nunukan sudah dapat terpenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, LPG Pertamina ini sebenarnya sudah lama berada di Nunukan. Hanya, tidak terorganisir dengan baik. Karena titik suplai atau sub penyalurnya tidak ada. Makanya hampir setahun tidak terdengar gaungnya. “Sekarang mulai ditingkatkan lagi. Salah satunya bagaimana cara penyediaan stok, khususnya ketahanan stok,” bebernya.

Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menambahkan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan persebaran tabung LPG Bright Gas di Kabupaten Nunukan berkisar di angka 500 tabung per bulan. Untuk diketahui, harga LPG Bright Gas 12 kg sebesar Rp 580 ribu, sementara harga isi ulang Rp 180 ribu.

“Kalau isinya kurang lebih hampir sama dengan tabung Malaysia. Di semua wilayah perbatasan, kami bisa menjangkau dengan harga yang wajar dan bersaing. Kalau kualitas, semua sudah tahu,” urainya. (oya/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah

NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali…

Senin, 18 Maret 2019 10:34

Pengetahuan Warna Surat Suara Minim

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) serentak sisa 30 hari lagi,…

Senin, 18 Maret 2019 10:33

Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar Lagi

NUNUKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di Jalan Sei Jepun,…

Senin, 18 Maret 2019 10:28

Polis Marine Malaysia Tangkap Speedboat Reguler

NUNUKAN – Seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0911 Nunukan…

Senin, 18 Maret 2019 09:36

Peluang Terangkat ASN Hilang

NUNUKAN – Selain dihapus, terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49/2018…

Senin, 18 Maret 2019 09:35

SDM Menipis, Usulan Tambahan Nihil

NUNUKAN – Jumlah SDM  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten…

Senin, 18 Maret 2019 08:31

Peserta Termuda, Sampaikan Perdamaian di Hadapan 70 Negara

Pemuda asal Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*