MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32
ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

Pertamina Didesak Sediakan Stok

SUDAH BIASA PAKAI: Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafi d ditunjuk sebagai Duta Bright Gas di perbatasan, Sabtu (13/10). SYAMSUL/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied petroleum gas (LPG) produksi Malaysia harus segera berhenti. Sebab, dalam waktu dekat, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai penggunaan LPG yang diproduksi PT Pertamina.

“Saya koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Dalam waktu dekat akan ada surat edarannya mengenai penggunaan tabung gas Indonesia bagi seluruh ASN,” kata Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid kepada media ini usai acara deklarasi penggunaan LPG Bright Gas bagi ASN Nunukan di Hotel Laura, Sabtu (13/10).

Surat edaran itu mewajibkan penggunaan LPG Bright Gas 12 kilogram (kg) bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Hal itu disepakati sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk mencintai produk dalam negeri. Namun, Pertamina juga dituntut menyediakan stok isi ulang yang cukup.

“Pertamina harus siapkan stok dulu. Jangan sampai surat edaran sudah keluar, ternyata barangnya tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kan jadi bumerang lagi buat pemerintah,” tegas.

Dikatakan, saat ini terjadi pertarungan yang tak seimbang antara elpiji Indonesia dan elpiji alias tong gas Malaysia. Data pengguna elpiji 19 kecamatan, 13 kecamatan 90 persen memakai produk tabung gas Malaysia. Bahkan ada enam kecamatan 100 persen tabung gas Malaysia.

“Saatnya kita bangkit setelah 73 tahun merdeka. Setelah usia 19 tahun daerah yang kita cintai ini, sudah masanya mandiri di negeri sendiri, mari kita nyalakan cinta dalam negeri mulai dari dapur kita,” pesannya.

Region Manager Domestic Gas Pertamina MOR VI Tiara Tesaufi H mengaku siap menyediakan stok LPG bright gas untuk kebutuhan para ASN mendatang. Termasuk kebutuhan masyarakat. Apalagi LPG 3 kg yang  bersifat penugasan subdisi untuk masyarakat. Memang butuh proses. Namun demikian Pertamina memiliki komitmen memenuhi apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat Nunukan.

“Soal transportasi pasokan stok gas itu kini sudah cukup baik. Sebelumnya masuk ke Nunukan itu sebulan sekali. Tapi, kali ini sudah dimaksimalkan menjadi tiga, bukan sekali. Dulu, kapasitas pengangkutan satu kapal waktu itu hanya 29 ribu. Sekarang dinaikkan menjadi 31 ribu tabung. Sehingga otomatis stoknya bertambah,” ungkapnya saat ditemui di tempat yang sama, kemarin.

Diakui, Pertamina tidak hanya mengandalkan penyaluran LPG melalui transportasi dari Balikpapan ke Nunukan saja. Penyaluran juga akan dilakukan dari Kota Tarakan ke Nunukan. “Insyaallah, kami masih menunggu selesainya pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan. Kalau sudah kelar, maka kebutuhan masyarakat di Nunukan sudah dapat terpenuhi,” tegasnya.

Menurutnya, LPG Pertamina ini sebenarnya sudah lama berada di Nunukan. Hanya, tidak terorganisir dengan baik. Karena titik suplai atau sub penyalurnya tidak ada. Makanya hampir setahun tidak terdengar gaungnya. “Sekarang mulai ditingkatkan lagi. Salah satunya bagaimana cara penyediaan stok, khususnya ketahanan stok,” bebernya.

Region Manager Communication and CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menambahkan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan persebaran tabung LPG Bright Gas di Kabupaten Nunukan berkisar di angka 500 tabung per bulan. Untuk diketahui, harga LPG Bright Gas 12 kg sebesar Rp 580 ribu, sementara harga isi ulang Rp 180 ribu.

“Kalau isinya kurang lebih hampir sama dengan tabung Malaysia. Di semua wilayah perbatasan, kami bisa menjangkau dengan harga yang wajar dan bersaing. Kalau kualitas, semua sudah tahu,” urainya. (oya/lim)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:25

Beddumang Gorok Leher, Luka Menganga 14 Cm

SEBATIK – Warga RT 9 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik…

Senin, 19 November 2018 15:11

Hanya 22 Peserta Lulus Passing Grade

NUNUKAN – Dari 1.175 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar…

Senin, 19 November 2018 15:10

Warga Bingung, Pelabuhan Sei Pancang Berubah Nama

NUNUKAN – Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, kini menjadi…

Senin, 19 November 2018 15:09

Bertemu Pacar, Ayah Dibui

NUNUKAN – Seorang anak di bawah umur (13 tahun), sebut…

Senin, 19 November 2018 10:33

Resahkan Warga, Lima WNA Diamankan

NUNUKAN – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal India sempat…

Senin, 19 November 2018 10:32

Ratusan Formasi Terancam Kosong

NUNUKAN – Minimnya peserta calon aparatur sipil negara (ASN) yang…

Senin, 19 November 2018 10:31

Jalin Kedekatan dengan Kunjungi Sekolah di Pelosok

Menjadi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan,…

Senin, 19 November 2018 10:26

DPO Pencuri Mesin Air Terciduk

NUNUKAN – Seorang pria paruh baya yang sudah masuk dalam…

Senin, 19 November 2018 09:41

GILAA..!! Nelayan Ini Selundupkan Sabu 4,5 Kg

NUNUKAN – Hati YN (52) tak sanggup menolak upah mahal…

Senin, 19 November 2018 09:14

Media Pembawa Hama Penyakit Dimusnahkan

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .