MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 Oktober 2018 21:50
Bupati Tak Taat Bisa Disanksi

Menyoal Batas Wilayah KTT - Malinau

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie. Foto: Bank Data

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Persoalan batas wilayah Kabupaten Tana Tiding (KTT) dan Malinau hingga kini belum tuntas 100 persen. Saat ini, masih ada sekitar enam kilometer (km) dari 48,40 km batas wilayah yang belum disepakati, antara dua daerah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, pembahasan soal batas wilayah di internal provinsi termuda Indonesia ini, hanya tersisah antara KTT dan Malinai itu. Sedangkan yang lainnya sudah selesai, dan hanya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

"Sesuai amanah undang-undang, jika itu diserahkan ke Gubernur, maka Gubernur bersama tim terlebih dahulu harus mendengar alasan dari kedua belah pihak. Itu sudah dilakukan," ujar Irianto kepada Radar Kaltara saat ditemui di Malinau, Senin (15/10).

Namun, jika kedua belah pihak tetap bersikukuh dengan pendapatnya masing-masing, maka Gubernur yang akan mengambil keputusan. Jika Gubernur yang memutuskan, maka wajib ditaati oleh masing-masing kepala daerah yang bersangkutan.

Begitu juga untuk batas wilayah yang masih terjadi antar provinsi, seperti batas Kaltara dan Kalimantan Timur (Kaltim), dalam hal ini Bulungan dengan Berau. Itu penyelesaiannya diproses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Jika Mendagri menetapkan dalam bentuk Permendagri, maka masing-masing Gubernur wajib menaatinya. Jika tidak, berarti kepala daerah ini melanggar sumpah janji yang diucapkannya saat dilantik. 

"Itu bisa kena sanksi," tegasnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, H. Sanusi mengatakan, karena sudah beberapa kali mempertemukan kedua daerah tersebut dan masih tetap tidak ada kesepakatan, maka tahap berikutnya Gubernur yang akan memanggil kedua kepala daerahnya.

"Akan segera kita jadwalkan kembali pemanggilannya. Tapi tetap akan disesuaikan dengan agenda Pak Gubernur," kata mantan Penjabat (Pj) Bupati KTT ini.

Pastinya, tahun ini batas wilayah yang ada di titik koordinat (TK) 0,4 sampai TK 14 uang merupakan lokasi HTI itu harus selesai. Karena undang-undang mengatakan seperti itu. Penyelesaian masalah batas merupakan kewenangan kepala daerah yang secara teknis diserahkan kepada tim penegasan masalah batas daerah.

Sebelumnya, Wakil Bupati Malinau, Topan mengatakan, pihaknya tetap berupaya menyelesaikan dan mempertegas soal batas wilayah itu. Sebenarnya ini hanya batas wilayah administrasi. Jika masing-masing bisa saling memahami, menurutnya tidak ada masalah.

“Dari kesepakatan sudah ada perkembangan. Tinggal satu titik yang belum disepakati, dan itu kemungkinan tindak lanjutnya diselesaikan Pak Gubernur dengan pimpinan daerah dari dua daerah ini,” katanya.

Disinggung masalah kepentingan menjelang pemilihan umum (pemilu), ia menegaskan itu tidak ada. Sebab, wilayah yang belum disepakati ini bukan daerah pemukiman masyarakat, melainkan wilayah HTI. Sehingga masyarapak juga tidak dapat memanfaatkannya.

 

“Artinya tidak ada pengaruh apa-apa. Jadi tugas dari kita masyarakat ialah memberikan rasa sejuk kepada masyarakat. Bagai mana caranya agar sejumlah desa terdekat bisa saling memahami dan bekerja sama,” imbuhnya.

Assisten Bidang Pemerintahan Sekkab Tana Tidung, Ibrahim Adam mengatakan, dalam hal penyelesaian masalah batas ini, pihaknya tetap berpatokan pada kesepakatan tahun 2002, yakni batas Bulungan dengan Malinau saat masih bergabung dengan Kalimantan Timur (Kaltim).

“Nah, waktu pembentukan Kabupaten Tana Tidung, batas itu yang dipakai. Itu ditandatangani Marten Bila dengan Hendri Edom. Jadi kita tetap bertahan pada kesepakatan itu,” tegasnya. (iwk/nri)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:08

Peredaran Narkotika Memprihatinkan

TANJUNG SELOR – Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:05

185 Ha Lahan KBM Akan Dibebaskan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:03

Sirkulasi Siklonik, Sebabkan Hujan Lebat

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Jumat, 18 Januari 2019 12:02

DED Rampung, Pembangunan Fisik Mandek

TANJUNG SELOR – Menyikapi ruas Jalan Jalan Aki Balak Kota…

Jumat, 18 Januari 2019 12:00

Dihadiahi Timah Panas, Pelaku Curat Tersungkur

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan menuntaskan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49

Tujuh Menit, 11 kg Sabu Musnah

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Jumat, 18 Januari 2019 09:47

Di Kaltara, Pemilih Pemula Mencapai 28.350 Jiwa

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:45

1 Februari, CPNS 2017 Terima SK 100 Persen

TANJUNG SELOR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya…

Jumat, 18 Januari 2019 09:43

Tak Berfungsi Karena Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 12:08

Hidup di Kaltara Termahal

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*