MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 15 Oktober 2018 21:48
Rekomendasi Dievaluasi Kemenhub

Penggantian Mesin Speedboat di Kaltara

AKAN DIGANTI: KNKT merekomendasikan speedboat yang menggunakan mesin tempel mengganti dengan Mesin diesel. Foto: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Aturan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), perihal pengantian mesin kapal yang mengangkut  lebih dari 20 penumpang wajib menggunakan mesin diesel, saat ini sedang digodok oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Ketua  KNKT,  Suryanto Cahyono mengatakan kalau untuk rekomendasi sebenarnya sudah sejak enam bulan lalu diserahkan ke Kemenhub dan saat ini masuk tahapan evaluasi.

“Jadi kalau aturan sudah selesai, maka semua kapal wajib menganti dengan mesin diesel. Kalau untuk pengkajian di lapangan yang akan melakukan dari pihak Kemenhub,” ungkap Cahyono kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon, Senin (15/10).

Namun, kata dia, aturan itu akan mulai diterapkan secara bertahap. Dalam kurun waktu empat tahun sejak terbitnya aturan dari Kemenhub tersebut, semua kapal sudah harus menggunakan mesin diesel.

“Kita ketahui bersama untuk merubah semua itu akan membutuhkan proses panjang, jadi tidak bisa semudah membalikan telapak tangan,” sebutnya.

Sebab kata Cahyono, pengantian mesin tempel dengan mesin diesel itu dilakukan karena dengan mesin yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis bensin itu, sangat mudah terbakar. Kapal yang menggunakan mesin tempel, tangki bensinnya di dalam kapal, tepat di bawah dek. 

“Jadi ketika kena ombak bensinnya keluar dari tangki, ada percikan api, entah dari kabel listrik sehingga membuat kapal terbakar,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Pos Pelabuhan Kayan II Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor, Mulyono  mengatakan sebenarnya kalau sesuai aturan yang ada memang tidak di benarkan speedboat menggunakan mesin gantung. Karena sesuai aturan speedboat harus bermesin dalam.

“Tapi masalah kebijakan yang punya kewenangan pusat, kalau kami hanya selaku pengawas saja,” ujarnya.

Selain itu, sesuai peraturan high speed craft (HSC) yang dikeluarkan Kemenhub. Dalam aturan tersebut disebutkan bagi speedboat berkapasitas lebih dari 36 penumpang harus memiliki persyaratan tertentu, salah satunya memiliki pintu dan jendela darurat.

“Jika mengacu aturan tersebut setiap speedboat wajib memiliki dua pintu utama dan satu pintu darurat serta minimal satu jendela darurat,” jelasnya.

 

Jendela darurat, harus berukuran besar  agar mempermudah saat melakukan evakuasi atau menyelamatkan diri ketika terjadi kecelakaan di laut maupun sungai.  “Di Bulungan, belum semua speedboat memiliki jendela darurat,” katanya. 

 

Namun, jika speedboat yang tidak memiliki jendela darurat tersebut menempuh jarak lebih dari 4 jam, maka akan dilakukan survei marine (survei kelautan) untuk mengetahui layak atau tidaknya speedboat untuk menempuh jarak 4 jam. 

 

“Akan dilakukan pengecekan keselamatan penumpang, kalau tidak ada jendelanya daruratnya tidak akan diizinkan berlayar,” jelasnya. 

“Tapi untuk di bawah empat jam tidak dilakukan survei marine, dan masih dibolehkan untuk berlayar,” sambungnya. 

Diberitakan sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut lebih dari 20 penumpang wajib menggunakan mesin diesel. Namun Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara berharap hal itu harus terlebih dulu dikaji.

Apalagi dengan kondisi sungai yang tidak bersih, akan mengganggu mesin yang terpasang di dalam kapal. “Jadi kalau bisa rekomendasi itu harus dilakukan pengkajian terlebih dahulu,” ungkap Kepala Dishub Kaltara Taupan Majid kepada Radar Kaltara.

Jika hasil pengkajian KNKT layak untuk menggunakan mesin diesel, maka perlahan semua kapal yang menggunakan mesin tempel dengan BBM jenis premium akan diubah. “Tapi saya belum tahu kapan dari KNKT melakukan pengkajian, sebab sejauh ini belum ada informasi terbaru dari KNKT,” ujarnya. (*/jai/nri)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:16

Investasi Industri Metanol 700 Juta USD

TANJUNG SELOR - Sejauh ini Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah…

Selasa, 19 Maret 2019 11:15

BAKAL SURPLUS SETRUM..!! Sungai di Kaltara Mampu Hasilkan 10.060 MW

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 19 Maret 2019 11:12

Miliki Mapolda, SPN hingga RS Bhayangkara

Tepat 14 Maret 2018, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Drs. Indrajit,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:08

Jaga Kondusifitas, MRSF Ditunda Usai Pemilu

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara menunda pelaksanaan Millenial…

Selasa, 19 Maret 2019 11:06

Pelaksanaan MTQ Diawasi Bawaslu

TANJUNG SELOR - Pengamanan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat…

Senin, 18 Maret 2019 10:48

KIPI Diproyeksikan Jadi Perdagangan Dunia

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 18 Maret 2019 10:47

Lima Bulan, Revisi RTRW Harus Klir

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah…

Senin, 18 Maret 2019 10:46

Sukarela Tampilkan Pertunjukan dalam ‘Benuanta Menari’

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang kaya warisan seni dan budaya…

Senin, 18 Maret 2019 10:44

Balita Tenggelam di Sungai Kayan Ditemukan

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan pencarian akhirnya informasi adanya anak…

Senin, 18 Maret 2019 10:43

Investor Diminta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Para investor yang akan menanamkan modal di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*