MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33
Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

30 Melapor, Delapan yang Terverifikasi

Salah seorang warga Kaltara di Palu.

PROKAL.CO, PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan tsunami di Palu, tim relawan Provinsi Kaltara akhirnya melakukan evakuasi serta pendataan terhadap warga yang ingin kembali ke Kaltara.

Mereka yang didata wajib menunjukkan identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK). Hal ini sesuai instruksi Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie untuk mengevakuasi warga Kaltara.

Pasalnya, tim relawan Provinsi Kaltara banyak menemukan pengakuan-pengakuan mendadak di lapangan saat tim sedang melakukan penyisiran di beberapa titik lokasi bencana.  Sehingga, KTP dan KK menjadi patokan tim untuk bisa  memulangkan warga Kaltara.

“Dari catatan yang kami dapatkan ada 30 orang yang sudah mendaftar ke kami namun yang bisa diakomodir sekarang baru delapan orang. Dan ini masih berkelanjutan sambil menunggu perkembangan dengan menunggu laporan yang masuk ke kami untuk mereka minta dipulangkan ke Kaltara,” ungkap Asnawi, koordinator lapangan tim relawan Kaltara.

Dalam hal pemulangan ini, kata Asnawi, seluruh biaya pemulangan ditanggung dan difasilitasi Pemprov Kaltara. Sehingga, bagi warga Kaltara yang ingin dipulangkan dapat melapor ke tim relawan yang ada di Yayasan Al-Khairaat, Jalan SIS Al Jufrie dengan dapat membawa identitas diri.

“Sebetulnya banyak yang mengaku warga Kaltara, termasuk kemarin di daerah Balaroa itu hampir 15 warga yang kami data. Namun, saat kami ke sana untuk mengecek secara langsung ternyata hanya 1 warga saja yang bisa kami akomodir karena memiliki identitas warga Kaltara,” ungkap Asnawi.

Dikatakan Asnawi untuk mengidentifikasi penduduk yang benar-benar asli warga Kaltara yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami, dirinya yang termasuk dalam tim aju (advance) atau tim persiapan awal bersama denga rekan lainnya setidaknya membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari dengan jarak lokasi yang berbeda-beda.

“Kesulitan itu pasti ada. Terutama untuk bisa melakukan penyisiran kami harus melewati jalanan yang rusak, komunikasi terputus hingga sulitnya transportasi darat sempat menjadi halangan bagi tim relawan untuk menyusuri setiap sudut posko-posko pengungsian yang ada di lokasi,” bebernya.

Soal pemulangan yang disesuaikan identitas diri, dipertegas Asnawi tentunya akan berdampak pada statusnya. “Karena Pemprov Kaltara sudah memberikan kemudahan bagi warga Kaltara untuk bisa berobat gratis dengan jaminan BPJS yang sudah dikeluarkan,” ujarnya.

Dalam hal ini tentunya menjadi dilema apabila mereka yang penah tinggal di Kaltara dan ingin kembali, namun sudah tercatat sebagai warga Palu.

“Ini tidak dapat kami lakukan karena terkait identitas yang mereka miliki sudah menetap di Kota Palu, atau seperti di daerah Donggala. Sehingga kami hanya fokus pada warga beridentitas Kaltara,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .