MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29
Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Kisah Mahasiswa Kaltara yang Selamat dari Sulteng (Bagian-5)

SELAMAT: Sella Euis Viona (jilbab merah) bersama adiknya Adelia Larasati (baju biru) dan rekannya Muhammad Khairul saat tiba di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, Selasa (9/10). FIJAI PASIRAJA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang. Sella Euis Viona, warga Tanjung Selor memilih bertahan di indekosnya. Ia tidak ingin meninggalkan indekosnya tanpa hijab.

ASRULLAH

JUMAT (28/9) gempa menimpa Palu dengan kekuatan 7,4 skala richter (SR), disusul tsunami. Sella Euis Viona, mahasiswa semester akhir jurusan sosiologi Universitas Tadulako (Untad) Palu asal Tanjung Selor, tak menyangka sore itu menjadi yang terakhir menjalani perkuliahan di gedung yang kemudian hancur nyaris rata dengan tanah.

Usai beraktivitas bersama rekannya di kampus, Sella memilih kembali ke indekosnya yang tak jauh dari lokasi favorit warga Palu, Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele atau Jembatan Kuning yang diresmikan pada 2006 lalu. Sella berniat beristirahat. Tak berapa lama berada di dalam indekos, gempa terjadi.

Penghuni indekos dan warga sekitar berhamburan di jalan menyelamatkan diri. Sella memilih bertahan di indekosnya. Bukan tidak ingin selamat. Hanya, yang ada dipikirannya saat itu tidak mengenakan hijab sehingga memilih bertahan. Ia mencari jilbab sebelum meninggalkan indekosnya.

“Masih di dalam indekos pokoknya, tidak mau keluar karena tidak pakai jilbab. Setelah reda namun masih terasa goyang karena gempa tidak cuma sekali. Cari jilbab, setelah pakai baru keluar indekos,” ujar Sella.

Saat itu, ia tidak tahu harus menyelamatkan diri ke mana. Situasi di jalan begitu mencekam. Kacau. Semua orang berlarian, suara tangisan di mana-mana. Ia hanya mengikuti warga yang berlarian ke arah gunung. Sekira 30 menit untuk sampai lokasi yang dinyatakan aman itu.

Setelah situasi dirasakan aman, ia memutuskan mencari sang adik. Hari pertama dilewati dengan tinggal di jalan. Ia memilih terus melakukan pencarian terhadap adiknya. Selama empat hari menelusuri lokasi pengungsian dan menemukan Adelia Larasati.

Saat mengingat kembali perjuangan mencari keluarganya, sesekali ia mengusap air mata. Bagaimana tidak, selama empat hari terlantar ia tinggal di jalan. Untuk bertahan hidup hanya menikmati air mineral dan makanan ringan yang ia ambil tanpa izin pemilik toko.

Sella mengaku terpaksa. Sebab, di lokasi pengungsian, ada yang meninggal dunia karena kelaparan. Tiga hari pasca kejadian belum ada bantuan dari datang. “Jujur waktu belum ketemu kakak dan adik sempat ikut menjarah di sejumlah toko untuk cari makanan dan minuman. Pakaian hanya di badan sampai ketemu keluarga,” tambahnya.

Hingga meninggalkan Palu menuju Poso, korban terlantar menjadi pemandangan selama di perjalanan. Bantuan yang datang hanya terpusat di wilayah kota. Bahkan, sejumlah relawan dokter ada yang ingin kembali lantaran dipaksa harus membuka pos di wilayah kota. Sedangkan sejumlah kawasan lain sangat membutuhkan bantuan.

Tekadnya ingin kembali ke Palu menjadi relawan. Sebab, kondisi di Palu sangat membutuhkan tenaga relawan untuk membantu korban. Belum lagi banyaknya warga belum ditemukan. “Minggu ini rencana sama teman-teman kembali jadi relawan. Karena yang sangat dibutuhkan saat ini relawan,” ujarnya. (***/bersambung/lim)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .