MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29
Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Kisah Mahasiswa Kaltara yang Selamat dari Sulteng (Bagian-5)

SELAMAT: Sella Euis Viona (jilbab merah) bersama adiknya Adelia Larasati (baju biru) dan rekannya Muhammad Khairul saat tiba di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, Selasa (9/10). FIJAI PASIRAJA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang. Sella Euis Viona, warga Tanjung Selor memilih bertahan di indekosnya. Ia tidak ingin meninggalkan indekosnya tanpa hijab.

ASRULLAH

JUMAT (28/9) gempa menimpa Palu dengan kekuatan 7,4 skala richter (SR), disusul tsunami. Sella Euis Viona, mahasiswa semester akhir jurusan sosiologi Universitas Tadulako (Untad) Palu asal Tanjung Selor, tak menyangka sore itu menjadi yang terakhir menjalani perkuliahan di gedung yang kemudian hancur nyaris rata dengan tanah.

Usai beraktivitas bersama rekannya di kampus, Sella memilih kembali ke indekosnya yang tak jauh dari lokasi favorit warga Palu, Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele atau Jembatan Kuning yang diresmikan pada 2006 lalu. Sella berniat beristirahat. Tak berapa lama berada di dalam indekos, gempa terjadi.

Penghuni indekos dan warga sekitar berhamburan di jalan menyelamatkan diri. Sella memilih bertahan di indekosnya. Bukan tidak ingin selamat. Hanya, yang ada dipikirannya saat itu tidak mengenakan hijab sehingga memilih bertahan. Ia mencari jilbab sebelum meninggalkan indekosnya.

“Masih di dalam indekos pokoknya, tidak mau keluar karena tidak pakai jilbab. Setelah reda namun masih terasa goyang karena gempa tidak cuma sekali. Cari jilbab, setelah pakai baru keluar indekos,” ujar Sella.

Saat itu, ia tidak tahu harus menyelamatkan diri ke mana. Situasi di jalan begitu mencekam. Kacau. Semua orang berlarian, suara tangisan di mana-mana. Ia hanya mengikuti warga yang berlarian ke arah gunung. Sekira 30 menit untuk sampai lokasi yang dinyatakan aman itu.

Setelah situasi dirasakan aman, ia memutuskan mencari sang adik. Hari pertama dilewati dengan tinggal di jalan. Ia memilih terus melakukan pencarian terhadap adiknya. Selama empat hari menelusuri lokasi pengungsian dan menemukan Adelia Larasati.

Saat mengingat kembali perjuangan mencari keluarganya, sesekali ia mengusap air mata. Bagaimana tidak, selama empat hari terlantar ia tinggal di jalan. Untuk bertahan hidup hanya menikmati air mineral dan makanan ringan yang ia ambil tanpa izin pemilik toko.

Sella mengaku terpaksa. Sebab, di lokasi pengungsian, ada yang meninggal dunia karena kelaparan. Tiga hari pasca kejadian belum ada bantuan dari datang. “Jujur waktu belum ketemu kakak dan adik sempat ikut menjarah di sejumlah toko untuk cari makanan dan minuman. Pakaian hanya di badan sampai ketemu keluarga,” tambahnya.

Hingga meninggalkan Palu menuju Poso, korban terlantar menjadi pemandangan selama di perjalanan. Bantuan yang datang hanya terpusat di wilayah kota. Bahkan, sejumlah relawan dokter ada yang ingin kembali lantaran dipaksa harus membuka pos di wilayah kota. Sedangkan sejumlah kawasan lain sangat membutuhkan bantuan.

Tekadnya ingin kembali ke Palu menjadi relawan. Sebab, kondisi di Palu sangat membutuhkan tenaga relawan untuk membantu korban. Belum lagi banyaknya warga belum ditemukan. “Minggu ini rencana sama teman-teman kembali jadi relawan. Karena yang sangat dibutuhkan saat ini relawan,” ujarnya. (***/bersambung/lim)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*