MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 21:06
DOB Kaltara Dievaluasi, Ini Hasilnya ...
RESMI: Provinsi Kaltara ditetapkan sebagai DOB penuh setelah dilakukan evaluasi dan meraih nilai dengan predikat baik. Tampak kantor Gubernur yang menjadi pusat pemerintahan masuk dalam penilaian dan evaluasi.

PROKAL.CO, SURAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi mengumumkan hasil evaluasi terhadap 18 Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dibentuk pada tahun 2012 hingga 2014. Hasilnya, 15 daerah dinyatakan layak menjadi daerah otonomi penuh. Termasuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Tak hanya itu, bahkan Kaltara termasuk DOB yang mendapat predikat baik. Dengan nilai 90,50. Sementara itu, 3 DOB lainnya, belum ditetapkan karena usianya baru 4 tahun. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah, Sumarsono di sela acara pertemuan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan 18 DOB pembentukan tahun 2012-2014 di Arcadia Ballroom The Alana Hotel, Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah, Kamis (11/10).

Kaltara sendiri termasuk salah satu dari 18 DOB yang dilakukan evaluasi tersebut. Dan juga merupakan satu-satunya DOB provinsi. Karena lainnya berupa pemerintah kabupaten. “Untuk 15 DOB, ini merupakan evaluasi tahun kelima, sekaligus terakhir. Sementara yang 3 daerah, baru evaluasi yang keempat,” kata Sumarsono mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang seyogianya hadir dalam acara tersebut.

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie yang hadir dalam acara itu mengungkapkan, untuk Kaltara sebenarnya oleh Mendagri langsung telah dinyatakan lulus dan disahkan sebagai daerah otonomi penuh. Itu diungkapkan saat momen HUT ke-5 Provinsi Kaltara pada 22 April 2018 lalu.

“Ini secara resminya. Yang ditetapkan dalam bentuk sertifikat yang saya terima tadi (kemarin, Red),” ujar Irianto. Untuk diketahui berdasarkan hasil evaluasi akhir, Kaltara termasuk dalam kategori baik. Bersama 5 DOB lainnya. Sementara 10 DOB yang turut ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh, mendapat penilaian sedang (di bawah 90).

Dengan ditetapkannya secara resmi sebagai daerah otonomi penuh, kata Irianto, menjadi tonggak sekaligus pelecut bagi aparat pemerintah untuk bekerja lebih keras lagi. “Dengan keterbatasan, kita harus optimis bisa mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kuncinya dari kita sendiri, yang harus bekerja keras, kerja cepat, cerdas dan ikhlas. Yang tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat Kaltara, yang memiliki pola pikir maju,” papar Irianto.

Memaparkan hasil evaluasi terhadap 18 DOB yang dibentuk pada 2012-2014, secara umum semua sudah berjalan bagus. Meski ada beberapa yang masih belum terpenuhi seratus persen. “Ada beberapa yang baik. Salah satunya Kaltara yang kita lihat berkembang cepat. Apalagi Kaltara diuntungkan dengan posisi di perbatasan. Sehingga dengan Nawa Cita Presiden Jokowi, yaitu membangun dari pinggiran, Kaltara mendapat dukungan dana besar,” katanya.

Dikatakan, dalam evaluasi salah satu yang belum terselesaikan secara penuh adalah mengenai batas wilayah. Hal ini hampir dialami semua DOB yang dievaluasi. Di samping juga fasilitas perkantoran. Diketahui masih ada beberapa DOB yang sampai sekarang belum memiliki gedung perkantoran permanen sendiri.

“Kalau soal pemenuhan SDM aparatur, saya kira sudah semua terpenuhi. Kalau gedung perkantoran, paling tidak kantor Bupati atau kantor Gubernur harus sudah ada,” jelasnya.

Dengan telah ditetapkannya sebagai daerah otonomi penuh, kedudukan 15 pemerintah daerah ini sama atau sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Termasuk hak-hak dan kewajibannya. “Jadi Kaltara sudah sejajar dengan Jawa Tengah dan DKI. Begitupun kabupaten, sama dengan kabupaten lain yang sudah lebih dahulu ada,” tutup Gubernur. (akz/eza)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:04

Beda Persepsi, Persetujuan Ditunda

TANJUNG SELOR – Deadline persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:02

Pembangunan Lanudal Butuh Lahan Enam Hektare

TANJUNG SELOR - Pembangunan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) di…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:01

Sempat Molor, DPTHP-II Nasional Ditetapkan

TANJUNG SELOR – Meski sempat molor, penetapan jadwal Daftar Pemilih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:59

Mau Bangun Ini, Pertamina Beri Catatan Khusus

TANJUNG SELOR – Setelah melakukan survei ke Bandara Kolonel RA…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:58

2.107 Warga Binaan Miliki Hak Pilih

TANJUNG SELOR – Hak pilih narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas)…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:56

Harga TBS Anjlok, Ini Dampak yang Paling Terasa

TANJUNG SELOR - Turunnya harga crude palm oil (CPO) dunia…

Jumat, 14 Desember 2018 14:50

Diupah RM 5.000, Nelayan Bawa Sabu 10 Kg

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Jumat, 14 Desember 2018 14:48

Infrastruktur dan Bantuan Keuangan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR ­– Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Rp 9 Miliar untuk Relokasi Pipa

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:44

Bawaslu Pertanyakan Hak Suara di Lapas

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .