MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 21:06
DOB Kaltara Dievaluasi, Ini Hasilnya ...
RESMI: Provinsi Kaltara ditetapkan sebagai DOB penuh setelah dilakukan evaluasi dan meraih nilai dengan predikat baik. Tampak kantor Gubernur yang menjadi pusat pemerintahan masuk dalam penilaian dan evaluasi.

PROKAL.CO, SURAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi mengumumkan hasil evaluasi terhadap 18 Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dibentuk pada tahun 2012 hingga 2014. Hasilnya, 15 daerah dinyatakan layak menjadi daerah otonomi penuh. Termasuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Tak hanya itu, bahkan Kaltara termasuk DOB yang mendapat predikat baik. Dengan nilai 90,50. Sementara itu, 3 DOB lainnya, belum ditetapkan karena usianya baru 4 tahun. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah, Sumarsono di sela acara pertemuan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan 18 DOB pembentukan tahun 2012-2014 di Arcadia Ballroom The Alana Hotel, Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah, Kamis (11/10).

Kaltara sendiri termasuk salah satu dari 18 DOB yang dilakukan evaluasi tersebut. Dan juga merupakan satu-satunya DOB provinsi. Karena lainnya berupa pemerintah kabupaten. “Untuk 15 DOB, ini merupakan evaluasi tahun kelima, sekaligus terakhir. Sementara yang 3 daerah, baru evaluasi yang keempat,” kata Sumarsono mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang seyogianya hadir dalam acara tersebut.

Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie yang hadir dalam acara itu mengungkapkan, untuk Kaltara sebenarnya oleh Mendagri langsung telah dinyatakan lulus dan disahkan sebagai daerah otonomi penuh. Itu diungkapkan saat momen HUT ke-5 Provinsi Kaltara pada 22 April 2018 lalu.

“Ini secara resminya. Yang ditetapkan dalam bentuk sertifikat yang saya terima tadi (kemarin, Red),” ujar Irianto. Untuk diketahui berdasarkan hasil evaluasi akhir, Kaltara termasuk dalam kategori baik. Bersama 5 DOB lainnya. Sementara 10 DOB yang turut ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh, mendapat penilaian sedang (di bawah 90).

Dengan ditetapkannya secara resmi sebagai daerah otonomi penuh, kata Irianto, menjadi tonggak sekaligus pelecut bagi aparat pemerintah untuk bekerja lebih keras lagi. “Dengan keterbatasan, kita harus optimis bisa mengejar ketertinggalan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kuncinya dari kita sendiri, yang harus bekerja keras, kerja cepat, cerdas dan ikhlas. Yang tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat Kaltara, yang memiliki pola pikir maju,” papar Irianto.

Memaparkan hasil evaluasi terhadap 18 DOB yang dibentuk pada 2012-2014, secara umum semua sudah berjalan bagus. Meski ada beberapa yang masih belum terpenuhi seratus persen. “Ada beberapa yang baik. Salah satunya Kaltara yang kita lihat berkembang cepat. Apalagi Kaltara diuntungkan dengan posisi di perbatasan. Sehingga dengan Nawa Cita Presiden Jokowi, yaitu membangun dari pinggiran, Kaltara mendapat dukungan dana besar,” katanya.

Dikatakan, dalam evaluasi salah satu yang belum terselesaikan secara penuh adalah mengenai batas wilayah. Hal ini hampir dialami semua DOB yang dievaluasi. Di samping juga fasilitas perkantoran. Diketahui masih ada beberapa DOB yang sampai sekarang belum memiliki gedung perkantoran permanen sendiri.

“Kalau soal pemenuhan SDM aparatur, saya kira sudah semua terpenuhi. Kalau gedung perkantoran, paling tidak kantor Bupati atau kantor Gubernur harus sudah ada,” jelasnya.

Dengan telah ditetapkannya sebagai daerah otonomi penuh, kedudukan 15 pemerintah daerah ini sama atau sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Termasuk hak-hak dan kewajibannya. “Jadi Kaltara sudah sejajar dengan Jawa Tengah dan DKI. Begitupun kabupaten, sama dengan kabupaten lain yang sudah lebih dahulu ada,” tutup Gubernur. (akz/eza)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:41

MN Tak Terima Status Tersangka

TANJUNG SELOR – MN, salah satu anggota DPRD Bulungan tak…

Jumat, 24 Mei 2019 10:39

Transportasi Laut Diprediksi Dipadati Pemudik

TANJUNG SELOR – Belakangan ini sejumlah masyarakat yang ingin pulang…

Jumat, 24 Mei 2019 10:37

Dugaan Pencemaran Sungai Tanjung Rumbia Tak Terbukti

TANJUNG SELOR – Hasil uji sampel air sungai yang diduga…

Jumat, 24 Mei 2019 10:36

Perkara Oknum Caleg Dilimpahkan ke Kejaksaan

TANJUNG SELOR – Proses tahapan pemilu 2019 yang sudah berlangsung…

Jumat, 24 Mei 2019 10:35

Kemiskinan Jadi Catatan BPK

TANJUNG SELOR – Meski memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),…

Kamis, 23 Mei 2019 13:53

Driver Dilarang Melebihi Kecepatan

TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Indrajit…

Kamis, 23 Mei 2019 13:51

Tak Jalankan Inpres, Rapor Merah Menanti

TANJUNG SELOR - Percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Kamis, 23 Mei 2019 13:50

Tanpa Papan Tulis, Ruang Belajar Tetap Menyenangkan Bagi Murid

DUNIA pendidikan awal bagi generasi penerus bangsa memang sangatlah penting.…

Kamis, 23 Mei 2019 13:49

Tak Ada Toleransi Pelaku Pencabulan Anak

TANJUNG SELOR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk…

Kamis, 23 Mei 2019 13:47

Makam Kerap Dijadikan Tempat Mabuk-Mabukan

TANJUNG SELOR – Lokasi area tempat pemakaman umum (TPU) Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*