MANAGED BY:
RABU
22 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 21:05
Polda Masih Kekurangan Personel
BELUM IDEAL: Jumlah anggota Polda Kaltara saat ini hanya 400 personel atau masih mengalami kekurangan 1.600 personel. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sejak terbentuk awal tahun ini, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) baru memiliki 400 personel. Artinya, jumlah itu belum ideal. Pasalnya berdasarkan Daftar Susunan Personel (DSP) untuk polda, jumlahnya sebanyak 2.000 personel.

“Kalau sekarang jumlah personel kita 400, artinya Polda masih kekurangan 1.600 peronel,” ungkap Kapolda Kaltara Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi, Indrajit kepada Radar Kaltara, Kamis (11/10).

Sedangkan untuk pejabat yang belum ada di lingkungan Polda Kaltara, yaitu jabatan Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) dan jabatan Direktur Kepala Sekolah Polisi Negara (KSPN). Sedangkan untuk pejabat yang lainnya saat ini sudah terisi semua. “Kami akan terus mengusulkan kepada Mabes Polri agar kekurangan itu bisa secepatnya terisi,” ujarnya.

Meski dengan jumlah personel yang terbatas serta sarana dan prasarana (sarpras) yang masih minim. Tapi dengan semangat anggota, Polda Kaltara mampu menunjukan taringnya dengan berhasil mengungkap kasus besar di wilayah hukum Polda Kaltara.

“Saya rasa dengan semangat anggota saat ini itu sudah sangat luar biasa meskipun Polda baru terbentuk. Kita sudah mampu menunjukkan kinerja yang baik kepada masyarakat Kaltara,” ujarnya.

Adapun kasus yang saat ini paling mendominasi ditangani yaitu kasus narkotika. Tidak hanya jaringan nasional saja, bahkan Polda Kaltara juga mampu menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan internasional. “Polda Kaltara akan terus berupaya agar Kaltara bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Tak bisa dipungkiri dengan letak geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia, hal itu tentunya membuat Kaltara menjadi pintu masuk penyelundupan barang haram tersebut. “Yang menjadi pintu masuk penyelundupan saat ini yaitu pada jalur perairan,” ujarnya.

Oleh karenaya, pihaknya akan terus memperketat pengawasan. Khsusnya di wilayah perbatasan, agar barang haram itu tidak sampai masuk di Kaltara. Indrajit juga berpesan kepada anggota agar tidak melakukan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme atau KKN. Jika sampai terbukti tentunya akan ada sanksi hukum yang akan diberikan. “Jadi saya harap KKN dan gratifikasi itu dihindari,” pungkasnya. (*/jai/eza)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*