MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:56
Bertahan di Kampus Selama Tiga Hari, Dilema Lanjutkan Kuliah

Kisah Mahasiswa Kaltara yang Selamat dari Sulteng (Bagian-3)

BERTAHAN: Tidur di tempat seadannya pasca gempa bumi dan tsunami di Kota Palu pada Jumat (28/9) lalu. ISNAIMA UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Meski sudah kembali ke Bumi Benuanta, namun para mahasiswa asal Sebatik yang kuliah di Kota Palu masih merasakan trauma yang mendalam, akibat peristiwa gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.

SABRI

Trauma masih terasa hingga saat ini, dialami para mahasiswa asal Sebatik, yang kuliah di beberapa perguruan tinggi di Kota Palu. Bagaimana tidak, ini pertama kali mereka rasakan mengalami gempa bumi dengan kekuatan 7,7 skala richter (SR). Ditambah dengan tsunami yang menghancurkan bibir pantai Kota Palu yang mengakibatkan syok berat.

Salah seorang mahasiswa asal Sebatik yang kuliah di Universitas Tadulako (Untad) Kota Palu, Isnaima juga menjadi salah seorang korban yang masih trauma akibat kejadian ini. Rasa ketakutan terus menghantuinya dan berpikir untuk kembali melanjutkan pendidikan di Kota Palu.

Ia menceritakan, saat pertama terjadi gempa dengan kekuatan 7,7 SR sekira pukul 18.00 Wita, dirinya masih berada di kampus dan sedang mengikuti perkuliahan. Seluruh mahasiswa yang ada di Untad pada waktu itu, berlarian keluar dari ruang kuliah.

“Semua berlarian ada yang jatuh, karena saat lari masih terguncang kuat. Bahkan beberapa gedung ada yang hancur,” kata Isnaima, kepada media ini kemarin.

Saat  itu, para mahasiwa panik dan sambil menangis untuk menyelamatkan diri. Namun bingung ingin ke mana, hanya melihat orang berlarian ingin menyelematkan diri dari guncangan gempa bumi dan tsunami.

Posisi Universitas Tadulako yang berada di Jalan Pendidikan, memang jauh dari bibir pantai. Sehingga tsunami tidak naik hingga ke wilayah kampus. Sehingga masyarakat sekitar banyak yang berlarian naik ke daerah kampus untuk mencari tempat yang lebih aman.

Ketika gempa, listrik padam, jaringan telekomunikasi lenyap menyulitkan untuk berkomunikasi. Saat itu Isnaima langsung  ingin menghubungi orang tua di Sebatik namun sangat sulit, selama tiga hari tak memberikan kabar kepada keluarga, karena telepon seluler yang digunakan kehabisan daya listrik.

Para mahasiswa di kampus selama tiga hari, hanya makan seadanya. Beruntung ada kantin kampus yang memiliki banyak stok makanan. Sehingga mahasiswa hanya berharap konsumsi dari kantin kampus. Para dosen pun sibuk untuk menenangkan para mahasiswa.

Setelah tiga berdiam di kampus, mereka dipindahkan ke tempat pengungsian, seluruh mahasiswa Sebatik pun dipindahkan ke Pondok Pesantren Al-Khairat. Itu pun, mereka bisa berkumpul kembali karena dibantu oleh mahasiswa asal Sebatik lainnya yang pergi mencari ke Universitas Tadulako, Palu.

“Mau kembali ke asrama, masih takut karena masih sering terjadi guncangan,” ujarnya.

Setelah berada di pengungsian sekira seminggu, mereka mendapat kabar baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, bahwa akan ada pemulangan yang akan dilakukan menggunakan kapal laut. Para mahasiswa lainnya tentu tidak sabar untuk keluar dari Kota Palu untuk sementara waktu.

Diakuinya, berada di lokasi bencana, tentu pikiran tidak pernah tenang. Bahkan rasa ketakutan dengan gempa sulit akan hilang. Sehingga dia dan keluarga pun, akan berpikir dua kali untuk kembali ke Kota Palu, jika kondisi masih rawan dari gempa bumi.

“Jika dapat pindah ke kampus lain, maka itu pilihan yang lebih baik, untuk diikuti sementara waktu, sambil menunggu kondisi Kota Palu. Benar-benar aman untuk ditinggali,” tambahnya. (***/nri)

JUDSM: Bertahan di Kampus Selama Tiga Hari, Dilema Lanjutkan Kuliah

 


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…

Selasa, 11 Desember 2018 15:47

MENUNTUT..!! Karena Galian Ini, PDAM Rugi Miliaran

TARAKAN - Adanya proyek galian gas dengan 21 ribu sambungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .