MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:38
Bermodal Gadaikan BPKP Motor, Raih Omzet Ratusan Juta

Eko Pristiawan, Wirausaha Lokal yang Sukses Hingga ke Negeri Jiran

PRODUK UMKM: Eko Pristiawan (bertopi) saat melakukan demo pengolahan produk UMKM yang dikembangkannya kepada para peserta yang ingin menjadi wirausaha produk UMKM di Kota Sipitang, Malaysia. EKO PRISTIAWAN UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Menjadi orang sukses tidak bisa dilakukan dengan instan. Butuh proses dan tahapan untuk dapat meraihnya, bahkan tidak jarang untuk menggapainya seseorang harus mengalami kegagalan berkali-kali hingga akhirnya meraih kesuksesan. Ungkapan tersebut disampaikan Eko Pristiawan yang kini sukses dengan pengembangan produk UMKM yang beromzet hingga ratusan juta.

JANURIANSYAH

BERAWAL dari sering membantu kedua orang tuanya berjualan sayur di pasar Simpang Tiga pada tahun 1993 silam, Eko Pristiawan tertarik mengembangkan bumbu mentah yang dijualnya dari kedua orang tua. Kala itu menjadi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang lebih modern dan mempunyai nilai jual lebih tinggi.

Pria yang akrab disapa Eko ini menceritakan, saat itu selain orang tuanya berjualan sayur, kedua orang tuanya juga menjadi penjual dan pendistribusi bumbu mentah yang digunakan memasak makanan untuk beberapa restoran dan hotel di Tarakan. Dirinya lantas berniat mengembangkannya. Ssetelah pada tahun 1994, Eko berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Institut Pembangunan Surabaya.

“Saat itu selain saya kuliah, saya juga bekerja part time di sebuah restoran, awalnya saya hanya bekerja sebagai pencuci piring, namun karena keinginan saya belajar kuat saya diangkat menjadi asisten koki, hingga menjadi koki di restoran tersebut,” tutur ayah dari empat orang anak ini, Rabu (10/10).

Saat menjadi asisten koki dan koki di restoran tersebut, Eko banyak mendapatkan ilmu bagaimana meracik bumbu makanan yang enak untuk masakan yang akan dihidangkan kepada pelanggan restoran tersebut.

“Yang saya cari pada saat itu adalah ilmunya, alhamdulillah saya bisa mempelajarinya secara otodidak di restoran tersebut,” ujar pria yang memiliki gelar Ahli Madya Perbankan ini.

Lulus dari Institut Pembangunan Surabaya pada tahun 1996, Eko lantas sempat tidak melanjutkan niatnya mengembangkan produk bumbu yang direncanakannya untuk menjadi produk UMKM. Dirinya lantas mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan pendidikannya yakni Ahli Madya Perbankan.

“Saya sempat bekerja di beberapa bank di Surabaya hingga akhirnya kembali lagi ke Tarakan pada tahun 1997,” tutur pria kelahiran Surabaya ini.

Saat di Tarakan, pria kelahiran tahun 1974 ini mulai mengembangkan usaha UMKM miliknya dibantu sang istri Suzana. Bila bumbu sebelumnya masih dalam bentuk mentah, kini sudah ditingkatkan menjadi bumbu setengah masak. Produk miliknya ini dipasarkan ke beberapa warung makan, restoran dan hotel yang ada di Tarakan.

“Baru pada tahun 2005 saya memberanikan diri mengganti kemasan produk bumbu yang sebelumnya hanya menggunakan plastik, kini menggunakan kemasan yang lebih modern,” tutur alumni Institut Pembangunan Surabaya ini.

Penggantian kemasan bumbu menjadi lebih modern dirinya lakukan, setelah mendapatkan pinjaman dana sebesar 5 juta dari salah satu bank mikro di Tarakan dengan jaminan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bemotor (BPKP).

“Modal saya buka usaha ini hanya dari gadai BPKP motor Smash saya, alhamdulillah dari bank mikro tersebut melihat usaha saya mempunyai peluang yang cukup menjanjikan sehingga saya mendapatkan pinjaman lagi mulai Rp 10 jt, Rp 20 juta, Rp 40 juta hingga yang terakhir Rp 200 juta yang digunakan untuk membeli mesin pendukung usaha saya. Terakhir saya mendapatkan pinjaman corporate social responsibility (CSR) dari salah satu BUMN,” bebernya.

Memasuki tahun 2008, ayah dari empat orang anak ini mulai berani memasarkan produk bumbu miliknya ke Kaltim. Ada beberapa beberapa cafe dan restoran di Balikpapan, Samarinda, Bontang dan Tanah Grogot yang menggunakan produk miliknya.

“Untuk memperlancar pendistribusiannya saya menetap di Balikpapan dan menggunakan jasa penyelenggara logistik lokal yang ada di Tarakan untuk mengirimkan barang ke Balikpapan, karena dulu belum ada jasa pengiriman cepat seperti JNE,” ujar pria asal Jawa Timur ini.

Ketika jasa penyelenggara logistik JNE masuk ke Tarakan, Eko sangat terbantu dalam pengembangan usaha produk UMKM miliknya. Bahkan pada tahun 2014 sebanyak 9 produk UMKM miliknya memiliki label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dirinya bisa mengembangkan sayap dalam pengiriman produk melalui jasa penyelenggara logistik JNE ke beberapa daerah di Indonesia bahkan di luar negeri.

“Produk UMKM saya sudah menjangkau Kaltara dan Kaltim, namun bila ada yang memesan dari daerah lain pasti kita layani. Seperti beberapa waktu lalu ada yang memesan dari Surabaya, Batam hingga luar negeri yakni Tawau, Kinabalu, Sabah, Sarawak, Belud dan Sipitang,” tuturnya sambil tersenyum.

Dirinya menjelaskan untuk 9 produk UMKM miliknya yang sudah memiliki label halal dari MUI merupakan produk makanan dan minuman yang bahan bakunya ada diambil dari luar Tarakan dan dikirimkan melalui jasa penyelenggara logistik.

“Bahan baku makanan dan minuman kita pesan dari Surabaya dan Tangerang yang dikirim dengan menggunakan jasa pengiriman logisitik. Namun ada juga bahan baku yang kita dapatkan di Kaltara, yakni bahan baku seafood seperti ikan pepija, udang ebi, cumi dan ikan teri,” ujarnya.

Pria yang sudah sering menjadi mentor bagi wirausaha pemula ini menilai keberadaan jasa penyelenggara logistik sangat membantu wirausaha untuk mengembangkan usahanya ke luar daerah. Tanpa adanya jasa penyelenggara logistik usaha, wirausaha sangat sulit mengenalkan produknya secara global.

“Selain JNE, sekarang sudah banyak penyelenggara logistik yang ikut mendorong kita pelaku usaha UMKM berkembang. Jadi saya mengharapkan teman-teman lain bisa melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan usahanya,” ungkapnya.

Dalam mengenalkan produknya, Eko selalu menggunakan media sosial (medsos) dan menghadiri pameran produk UMKM di beberapa daerah Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia. Menurutnya hal tersebut cukup efektif memperkenalkan produknya secara global.

“Semuanya butuh proses, kesabaran dan jangan mudah menyerah tiga hal ini yang bisa menjadi faktor penting kita meraih kesuksesan. Alhamdulillah hingga saat ini setiap bulannya omzet yang saya dapatkan sekitar Rp 80 juta hingga Rp 100 juta dan sudah dapat memperkerjakan empat karyawan,” ungkap pria kelahiran bulan Mei ini.

Selain sebagai wirausaha, Eko juga menjadi sering diminta melakukan demo bagaimana pengolahan produk UMKM yang dikembangkannya di beberapa daerah di Indonesia maupun luar negeri. Dirinya berharap dengan adanya demo yang dilakukan ke beberapa peserta tersebut dapat memunculkan wirausaha baru dalam pengembangan produk UMKM yang nantinya dapat menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Intinya dalam mengembangkan sebuah usaha kita harus melakukan yang terbaik, sukses atau tidaknya usaha yang kita lakukan kembali lagi sama yang di atas, intinya kita jangan pernah menyerah ketika mengalami kegagalan,” pungkasnya. (jnr/eza)

Bermodal Gadaikan BPKP Motor, Raih Omzet Ratusan Juta


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 00:34

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:07

Proyek SPBE ‘Mati Suri’

TARAKAN – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan sempat bergulir…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:02

Pemulangan Gelombang Kedua Berakhir

PALU - Wajahlebih ceria 32 warga Kaltara yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sigi, Palu dan Donggala,…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:50

Anak Juga Punya Hak Berpendapat

TARAKAN- Anak merupakan aset penerus bangsa yang sewajarnya memperoleh hak-haknya di dalam keluarga…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:36

Balado Kulit Pangsit

Pedas dan kriuk, humm gimana rasanya? Kulit pangsit yang digoreng dan dimasak dengan cabai yang diulek…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:35

Kacang Sembunyi Karamel

Suka dengan kue kacang sembunyi? Nah, kreasikan kacang sembunyi dengan bungkusan kulit pangsit. Tekstur…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:33

Lumpia Pangsit Isi Sayur

Gorengan yang disajikan dengan cabai rawit utuh, dimakan selagi masih hangat, gurih dan enaknya lumpia…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:31

Pie Pisang

Bumbu kacang selalu menjadi pilihan sebagai saus gorengan. Salah satunya saus pie pisang. Potongan pisang…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:30

Kudapan Ringan dari Kulit Pangsit

MAKANAN ringan kerap digemari saat bersantai. Salah satu bahan utama membuat camilan adalah kulit pangsit.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:27

Jaksa Masih Pelajari Berkas

BERKAS kasus pencemaran nama baik Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie sudah diserahkan ke Kejaksaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .