MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:30
BBM Satu Harga Terkendala Biaya Angkutan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Hampir sebulan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Seimanggaris kompak untuk tidak beroperasi.

Padahal, keberadaan SPBU di wilayah perbatasan itu untuk memberikan pelayanan masyarakat sebagaimana program bahan bakar minyak (BBM) satu harga di daerah 3T (terpencil, terluar, tertinggal) yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Sudah hampir 30 hari sampai dengan hari ini SPBU belum beroperasi kembali,” kata Sekretrais Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Suryana kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin.

Ia mengaku tidak mengetahui secara detail perihal tak beroperasi SPBU tersebut. Namun yang pasti, informasi yang diperoleh dari beberapa warga dan juga pekerja SPBU tersebut ada persoalan internal yang mendera.

“Masih ada permasalahan ongkos pengiriman BBM dari Tarakan ke Sekaduyan Taka yang belum dibayar oleh penyedia BBM ke pemilik SPBU. Itu informasi yang saya terima,” bebernya.

Dikatakan, sebelum adanya SPBU kompak yang diresmikan langsung oleh Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa bersama Anggota Komisi VII DPR RI dr. Ari Yusnita didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus Maret lalu itu, kebutuhan BBM masyarakat diperoleh dari sejumlah sub penyalur resmi.  “Ada 4 sub agen BBM yang biasanya tempat masyarakat mengambil dengan harga Rp 8.500 hingga Rp 9 ribu per liter,” sebutnya.

Pengelola SPBU Kompak, PT Bumi Jaya Harnain Haris Arlek membenarkan hal tersebut. Ia mengaku pihaknya sampai saat ini tidak mengisi BBM sudah sejak September lalu. Sebab, sejak beroperasinya di Maret lalu, rekanan yang bekerjasama untuk mengangkut BBM ke SPBU belum membayar biaya angkutannya. “Sejak September tidak ada kapal yang mau angkit BBM ke sini. Karena belum ada kejelasan pembayaran dari pihak Elnusa Petrofin,” ungkap Haris.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mencoba berkomunikasi mengenai kendala yang dihadapi untuk mendukung program Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) tersebut dengan pihak terkait. Namun, ia belum dapat memastikan kapan hal tersebut selesai dan SPBU kompak dapat berjalan normal. “Yang jelas, kalau soal pembayaran angkut yang sebelum selesai, maka mungkin sangat berat dan sangat terpaksa SPBU itu tidak beroperasi lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan Hasan Basri Mursali segera berkomunikasi dengan pihak PT Pertamina. Karena keberadaan SPBU kompak ini merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk mengupayakan pemerataan biaya di seluruh Indonesia dan sebagai salah satu implementasi Instruksi Presiden (InPres) serta merealisasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016, perihal percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) & Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) secara nasional sejak 1 Januari 2017.

“Karena sepertinya masalah internal perusahaan, maka kami hanya dapat menghubungi pertamina saja. Bagaimana agar SPBU itu bisa tetap berjalan seperti rencana awalnya,” pungkasnya. (oya/nri)

 

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 16:58

Derita Kanker Paru-Paru Stadium 4, Pesan ke Bawahan Jaga Kesehatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali berduka. Di tengah perjuangan untuk memberikan pelayanan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:40

Bawaslu Panggil BKPSDM

NUNUKAN – Pasca tersiar kabar adanya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungkan Pemerintah Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:38

DPRD Sarankan Ubah Regulasi

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia semakin sulit masuk ke Nunukan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:22

Pengusaha Masih Pilih Sembako Malaysia

NUNUKAN – Para pengusaha yang selama ini melakukan aktivitas perdagangan sembilan bahan pokok…

Selasa, 16 Oktober 2018 15:21

Tabung Malaysia Belum Siap ‘Pensiun’

NUNUKAN – Wacana Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid k mewajibkan aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:35

Ekspor Rokok ke Filipina Berjalan Mulus

NUNUKAN – Perdagangan ekspor rokok dari Nunukan ke Tawi-Tawi berjalan mulus. Bahkan aktivitas…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:33

Warga Pesisir Diterpa Isu Reklamasi

NUNUKAN – Warga pesisir di rukun tetangga (RT) 12, Kelurahan Nunukan Timur kembali resah. Informasi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:15

Tembakau Gorilla Jadi Target Polisi

NUNUKAN – Tembakau bermerek Gorilla yang mengandung 5-flouro ADB atau ganja sintesis diduga mulai…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:01

Pemerintah Tunggu Salinan Putusan PTUN

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muhammad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .