MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:09
Jangan Lupa, Irau 15-27 Oktober

Bupati: Acara Irau Ini Milik Rakyat

PERSIAPAN: Para penari saat melaksanakan latihan di Arena Utama Irau Malinau ke-9 di Arena Pro Sehat Pelangi Intimung, Jl Pusat Pemerintahan, Rabu (10/10). Tampak panggung utama juga sudah berdiri. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Hanya tinggal menghitung hari saja pelaksanaan Irau ke-9 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Malinau akan dimulai. Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam setiap kesempatan terus mengingatkan agar seluruh warga masyarakat Kabupaten Malinau yang terdiri dari beragam suku, agama dan latar belakang untuk menampilkan budaya masing-masing.

“Jangan lupa, tanggal 15-27 Oktober kita melaksanakan Irau Kabupaten Malinau,” ujar Bupati saat mengingatkan para tamu dan undangan pelantikan Kepala Desa Malinau Kota, Selasa (9/10) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota.

Bupati menjelaskan, Irau ke-9 Malinau masuk menjadi salah satu agenda nasional. Yaitu, satu dari 100 Wonderful Events Indonesia. Artinya, Irau dinilai Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai acara atau event yang menarik, yang berkesan dan unik di Indonesia. “Jadi, bukan di Malinau dan di Kaltara saja, tapi event yang menarik di Indonesia bahkan dunia,” ungkapnya.

Menurutnya, Irau Maliau merupakan event yang sangat berbeda dengan event serupa yang dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia. Di Malinau, semua etnis, baik lokal maupun nusantara diperlakukan sama dan dipersilakan menampilkan seni dan budayanya masing-masing. “Apa bedanya dengan event yang lain? Bedanya acara Irau ini milik rakyat, milik kita semua. Nah oleh sebab itu, saya harapkan kalau bicara Irau, kita bicara tentang kapasitas budaya kita,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Bupati yang akrab disapa Yansen ini, tema Irau ke-9 tahun ini adalah “Budaya Membangun Bangsa”.  “Kalau membangun Indonesia, tampilah kita semua dengan segala macam budaya kita. Jawa dengan budaya Jawa-nya, Sumatera-nya, Sulawesi-nya, Papua-nya, Ambon-nya, Bali-nya, silakan. Tampilkan pernak-pernik budaya kita. Apalagi yang di lokal sini, Dayak-nya, Tidung-nya, Bulungan-nya. Dayak itu macam-macam, ada Brusu, Abai, Lundayeh, Kenya, Sa’ben, Kayan, Tahol, Tingalan dan lainnya,” ucapnya.

Ia berharap, semuanya tampil. Karena dengan tampilnya semua budaya, akan mewarnai Kabupaten Malinau yang dikenal dengan filosopi pelangi-nya, yaitu berwarna-warna menjadi satu dan indah. “Kita tampil! Kita warnai Malinau itu dengan keanekaragaman, itulah Indonesia. Ya Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi satu. Merangkai kebudayaan menjadi sebuah pelangi di Kabupaten Malinau,” serunya.

Yansen meminta seluruh masyarakat Malinau dari semua elemen untuk menggunakan pakaian adat dan atribut budaya masing-masing saat pembukaan pada hari Senin (15/10) di Arena Utama Irau Malinau, yaitu Arena Pro Sehat Pelangi Intimung. Karena, aka nada pemecahan Rekor MURI penggunaan pakaian adat terbanyak.

“Hadir tanggal 15 Oktober itu dengan menggunakan pakaian adatnya masing-masing, pakaian atributnya masing-masing. Tampilah yang mencerminkan budaya kita. Kita mau lihat seperti apa gagahnya kita dengan budaya masing-masing dan itu ada Rekor Muri-nya tanggal 15 nanti,” undang Bupati kepada masyarakat. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .