MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Oktober 2018 14:54
Operasi SAR Dihentikan Besok

Angkat Barang Bantuan, Buruh Ogah Diupah

SUKARELA: Buruh bagasi TKBM Pelabuhan Tunon Taka Nunukan membongkar muatan bantuan logistik untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng dari salah satu truk, Selasa (9/10). SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, MASYARAKAT Kaltara antusias memberikan bantuan, baik barang maupun dana kepada korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal itu terlihat dari jumlah barang yang diangkut ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (9/10).

Sebanyak 17 truk berisi barang sumbangan berasal dari masyarakat, organisasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta instansi pemerintahan lainnya berjejer di dermaga menanti giliran muatannya diangkat. Beruntung, buruh bagasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan bersedia mengangkatnya secara gratis.

“Beruntung saja, buruh bagasi di Tunon Taka ini bersedia membantu tanpa harus dibayar lagi. Karena, kalau berharap tenaga kami, pasti proses angkutnya lama. Termasuk truk-truk yang digunakan juga. Semuanya gratis dari pemiliknya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Rachmadji Sukirno kepada media ini, kemarin (9/10). 

Ia mengatakan, buruh bagasi sejak awal bersedia membantu mengangkat barang bantuan untuk korban ini. Mereka bersedia untuk tidak diupah sepersen pun. Asalkan, diberi kesempatan membantu. “Kalau hanya berharap dari anggota BPBD dan anggota PMI, saya rasa lama prosesnya. Barangnya banyak,” ungkapnya. 

Mandor II TKBM Tunon Taka Jafar membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, sejak awal dirinya telah berjanji akan membantu proses pengakutan barang bantuan para korban gempa Palu. “Saya sudah koordinasi dengan seluruh buruh bagasi. Mereka semua bersedia menolong dan tak berharap dibayar,” kata Jafar saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, barang bantuan ini sangat dibutuhkan korban bencana bencana saat ini. Sebagai bentuk kepedulian, maka tenaga yang digunakan ini bagian dari upaya membantu para korban yang saat ini terkena musibah. “Teman-teman tidak semua dapat memberikan bantuan uang atau benda. Namun, jika tenaga yang dibutuhkan, maka sebagai sesama manusia, kami siap membantu,” tegasnya.

Ia mengaku tak mengetahui berapa jumlah buruh bagasi yang membantu. “Jumlahnya banyak. Setelah mereka angkat barang penumpang, semuanya membantu mengangkat barang bantuan kemanusiaan ini,” ujarnya.

 

PENGIRIMAN DIANGKUT PELNI

Ratusan karung dan kotak bantuan logistik untuk korban gencana gempa dan tsunami akhirnya diangkut menuju Palu Selasa kemarin. 

Secara simbolis, dilakukan penyerahan dari Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid ke PT Pelni. Proses penyerahan itu disaksikan para relawan dan unsur muspida. “Saya terharu melihat antusias masyarakat dalam memberikan sumbangan sukarelanya. Begitu banyak. Dan, rasa peduli masyarakat Nunukan ini cukup tinggi juga. Apalagi kalau soal kemanusiaan,” ungkap Hj. Asmin Laura saat dikonfirmasi usai penyerahan secara simbolis dilakukan.

Disebutkan, sebanyak 17 truk yang mengangkut bantuan logistik, makanan dan lainnya sudah diserahkan ke pihak PT Pelni untuk mengirimkan bantuan ini lokasi bencana.  Meskipun masyarakat Nunukan terkenal dengan sikapnya yang lebih mementingkan pekerjaan mereka, namun jika sudah menyentuh masalah kemanusiaan, mereka tidak tinggal diam. “Terima kasih masyarakat Nunukan yang sudah memberikan bantuan. Kami pastikan, bantuan yang diberikan ini akan sampai kepada saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah. Demikian juga kepada instansi vertikal yang juga banyak membantu,” ucapnya.

Kepala BPBD Nunukan Rachmadji Sukirno menambahkan, sebelum dibungkus dan dikirim, bantuan yang masuk disortir kelayakannya. Hasilnya, memang ada beberapa bantuan, khususnya pakaian layak pakai. Karena, beberapa pakaian ada yang rusak dan harus disisihkan. “Bantuan logistik ini dikumpulkan mulai 3 hingga 7 Oktober,” kata Rachmadji kepada media ini saat ditemui di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menjelang acara penyerahan secara simbolis ke PT Pelayaran Indonesia (Pelni) kemarin. 

Kepala PT Pelni Cabang Nunukan Musli Yuslian mengatakan, khusus bantuan logistik untuk korban gempa Palu, Sulteng ini diangkut secara gratis. Hal ini sesuai dengan instruksi pimpinan PT Pelni sebagai bentuk bantuan mereka terhadap korban bencana di Sulteng.

“Iya, gratis. Ini dilakukan khusus barang bantuan korban menuju Palu saja. Untuk waktunya, jika memang masih ada jadwal menuju Pantoloan dan masih ada barang bantuan untuk korban akan kami akomodir juga,” ungkap Musli.

Musli tak menampik terjadinya keterlambatan dari jadwal yang ditentukan. Sebab, kejadian ini merupakan hal yang sudah sering terjadi. Apalagi di Pelabuhan Malundung, Tarakan juga ada banyak barang bantuan yang naik. Sehingga, proses angkutnya menuju kapal membutuhkan waktu. “Ada bongkaran muatan yang cukup banyak. Begitu juga ada bantuan yang diangkut untuk korban Palu di Tarakan. Makanya terlambat,” bebernya.

 

TERBANTU ALAT BERAT

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltimra) Octavianto mengaku jika tim yang diterjunkan telah bekerja selama sepuluh hari di Palu, Donggala. Tim tersebut telah mengevakuasi ratusan jenazah korban gempa, tsunami dan likuefaksi.

“Tim sudah menyisir semua lokasi terdampak. Kami terbantu dengan adanya alat berat. Kemarin manual,” sebut Octa, sapaan akrab pria yang pernah menjabat kepala Pos SAR Nunukan itu.

Dirincikan, kemarin tim masih berada di Perumnas Balaroa, salah satu lokasi terjadinya likuefaksi. Ribuan rumah di lokasi tersebut tenggelam dalam tanah. 

“Selama operasi ini, masih lebih banyak yang belum ditemukan. Di Balaroa, sudah banyak yang membusuk, tidak utuh lagi yah. Soal operasi ini, kami masih menunggu arahan Kepala Basarnas pusat,” kata Octa.

“Memang di Balaroa, sudah porak poranda, Atap rata dengan tanah. Ada seorang bapak tua tinggal sendiri, seluruh keluarganya meninggal. Dia tidak bisa mengangkat korban. Semua korban tertanam. Memang kerja keras untuk kegiatan kali ini,” ujarnya.

Pemerintah dan gabungan tim tanggap bencana memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besok (11/10) atau 13 hari pasca gempa dan tsunami yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bahwa keputusan tersebut diambil dalam rapat gabungan yang dipimpin oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada Senin (8/10). 

Pertimbangan tersebut diambil, selain karena masa tanggap darurat pertama sudah berakhir, sangat kecil sekali kemungkinan korban selamat ditemukan setelah lebih dari seminggu sejak bencana terjadi. Korban yang berhasil dievakuasi pada beberapa hari belakangan pun kondisinya sudah melepuh dan tidak dikenali. “Harus segera dikubur karena dikhawatirkan menimbulkan penyakit,” kata Sutopo, kemarin (9/10). 

Selain itu, evakuasi di wilayah-wilayah yang terkena likuefaksi yakni di Petobo, Balaroa, dan Jono Oge tidak dimungkinkan. Beberapa area lumpurnya masih basah. Alat berat biasa tidak bisa beroperasi. Sementara eskavator amfibi belum didapatkan.

Kondisi medan tidak memungkinkan karena ratusan rumah kondisinya sudah tenggelam dan tidak tampak di permukaan. Sehingga, evakuasi difokuskan pada rumah-rumah yang masih tampak di permukaan. 

Bekas area perumahan di Balaroa, Petobo dan Jono Oge nantinya akan dibangun sebagai ruang terbuka hijau (RTH) berbentuk memorial park. “Akan didirikan monumen peringatan gempa dan tsunami 2018 untuk menjadi edukasi pada generasi selanjutnya,” kata Sutopo. 

Sementara ribuan warga ketiga perumahan tersebut akan dibuatkan hunian sementara (huntara) lalu akan dibangunkan hunian tetap (huntap). Lokasi huntap nantinya akan disediakan oleh  bupati/wali kota. “Tapi lokasinya akan diteliti dulu oleh para ahli apakah aman dari aktivitas seismik,” jelas Sutopo. 

Gabungan Pemprov Sulteng, pemda dari 4 kabupaten terdampak dan semua unsur penanggulangan akan melakukan rapat pada hari ini (10/10) untuk memutuskan apakah masa tanggap darurat akan diperpanjang atau tidak. 

Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan lokasi yang terkena likuefaksi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan dijadikan kuburan masal. Lantaran evakuasi korban yang kemungkinan masih tertimbun di lokasi tersebut dipastikan sulit. Alat berat yang dikerahkan ke lokasi di Petobo dan Balaroa ternyata mengalami kendala.

“Kemungkinan hidupnya boleh dibilang kecil sekali. Kecuali ada mukjizat ya. Apalagi di sana labil, kalau dihentikan ya dipasrahkan untuk dikuburkan di situ saja,” ujar JK di kantor Wakil Presiden, kemarin (9/10).

JK yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin penanganan bencana di Sulawesi Tengah itu mengungkapkan mobil Hagglund milik PMI yang diterjunkan di lokasi juga mengalami kerusakan. Padahal mobil dengan penggerak rantai besi seperti pada tank itu diharapkan mampu menerjang lumpur. 

“Alat berat Hagglund-nya PMI tenggelam di situ. Sehingga ketika diangkat keluar dia rusak karena batu-batu masuk ke dalam. Rusak malah patah dia punya (track rantai, Red),” ungkap JK yang juga ketua umum PMI itu.

Informasi dari lapangan, Hagglund itu rusak usai kembali dari evakuasi jenazah di Petobo pada Senin (8/10) malam. Onderdil segera didatangkan dari Jakarta.

Lebih lanjut, JK memastikan bahwa kemungkinan proses evakuasi korban yang tertimbun di reruntuhan akan berakhir pada Kamis (11/10) seusai masa tanggap darurat. Tapi, pada masa tanggap darurat itu bukan hanya evakuasi korban, ada pula kegiatan pemberian layanan kesehatan, penyediaan makanan, dan tempat tinggal. Sedangkan tahap rehabilitasi akan dimulai bulan depan. “Rehabilitasi baru mulai kira-kira nanti bulan depan,” jelas JK.

 

Hingga hari ke-11 kemarin, BNPB mencatat 2.010 orang meninggal akibat gempa dan tsunami, serta likuifaksi. Korban luka mencapai 10.679 orang, sementara 671 lainnya masih dinyatakan hilang. Jumlah pengungsi mencapai 82.775 tersebar di 112 titik. 

Sejak kemarin kehidupan di Kota Palu dan sekitarnya sudah mulai berdenyut. Listrik sudah menyala di 90 persen wilayah terdampak, sementara komunikasi sudah mencapai 75 persen. Warga sudah mulai berjualan di pasar-pasar dan toko-toko sudah mulai buka kembali. 

Anggaran untuk rehabilitasi masih akan ditentukan setelah evaluasi tahap awal. Pendataan itu meliputi jumlah rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan. Pada saat itu, warga yang jadi korban akan ditempatkan di barak atau hunian sementara. Sedangkan bangunan seperti sekolah, masjid, kantor, dan rumah yang tidak terlalu parah rusaknya akan diperbaiki.

Sedangkan bantuan asing yang sudah banyak masuk adalah makanan dan tenda. Saat ini yang dibutuhkan adalah peralatan rumah tangga dan bahan-bahan untuk membuat barang. 

“Kalau paling gampang bantu sekarang itu dengan dana. Paling gampang. Dengan tetap menghargai apa yang diberikan. Tapi simpelnya kadang-kadang dikirim, tapi tidak kita butuhkan,” ujar JK.

Bantuan antara pemerintah akan masuk ke rekening pemerintah dengan pengaturan dari Kementerian Keuangan. Sementara bantuan dari lembaga non pemerintah akan dimasukkan ke rekening PMI.

Sore kemarin, JK juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr. Wan Azizah Dr Wan Ismail. Mereka juga membicarakan bantuan yang bisa diberikan kepada korban di Sulawesi Tengah.

Wan Azizah mengungkapkan sudah dikirimkan pesawat Airbus A400M yang dipergunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak dari Jakarta menuju ke Balikpapan. Selanjutnya akan dibawa ke Palu dalam waktu tempuh sekitar 30 menit. 

“Juga dua C 130 (Hercules) untuk bawa barang-barang terutama dari station Labuan. Itu yang kami berikan. Dan lain-lain adalah sumbangan 1 juta ringgit Malaysia (Rp 3,67 miliar) kepade Sulawesi,” ungkap Wan Azizah.

Dana bantuan itu telah diberikan pada 4 Oktober lalu. selain itu, Malaysia juga berkomitmen untuk membantu pada tahap rehabilitasi terutama di sektor pendidikan. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, kondisi bangunan di kawasan terdampak gempa sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, dia menyebut mayoritas sekolah, khususnya di wilayah Palu harus direlokasi.

“Mungkin 80 persen sekolah di Palu direlokasi. Termasuk ada yang ambles sembilan unit mulai dari TK sampai SMA yang hilang,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (9/10).

Sambil menunggu upaya relokasi dilakukan, Muhadjir menuturkan, pemerintah sudah meminta kepala dinas setempat untuk memanfaatkan ruang yang ada. Selain itu, kelas-kelas sementara juga mulai didirikan. Baik menggunakan tenda maupun puing-puing sisa yang masih bisa dimanfaatkan.

Muhadjir itu menegaskan kegiatan belajar mengajar harus dilakukan meski dalam keterbatasan. Pasalnya, jika terlalu lama libur, hal itu tidak baik terhadap psikologis siswa. “Kalau terlalu lama tidak belajar, untuk mengembalikan mental mereka kembali belajar dan bersekolah itu susah,” imbuhnya.

Terkait kemungkinan adanya dispensasi mata pelajaran bagi siswa-siswi di Palu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah menegaskan tidak ada. Menurutnya, proses pembelajaran masih diperlakukan sama. Dia memastikan bantuan dari pusat untuk mendukung proses pembelajaran tidak akan berhenti.

Sementara itu, kapal pembawa bantuan untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah kini dikerahkan ke Pelabuhan Donggala. Sebelumnya pintu masuk untuk kapal pembawa bantuan hanya lewat Pelabuhan Pantoloan saja. Sedangkan pelabuhan lainnya, Pelabuhan Wani, belum bisa beroperasi. 

 

Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo menjelaskan, KM Sumber Rejeki VIII telah sandar di dermaga Pelabuhan Donggala. Kapal tersebut memuat bantuan berupa air mineral 150 dus, mie instan 30 dus, dan pakaian bekas 100 karung. “Sebelumnya, kapal negara kenavigasian yaitu KN Merak dan KN Miang Besar juga telah sandar di Pelabuhan Donggala untuk menyampaikan bantuan kemanusiaan dan membuka jalur evakuasi melalui laut,” jelas Dirjen Agus.

Tujuan dari dibukanya Pelabuhan Donggala tersebut adalah untuk memeratakan bantuan. Dia menilai bahwa pelabuhan tersebut telah layak untuk digunakan sandar kapal. 

Di sisi lain, Pelabuhan Wani belum bisa digunakan. Pelabuhan tersebut masih mengalami kerusakan. Dirjen Agus mengatakan, pihaknya berupaya agar sarana dan prasarana di pelabuhan dapat kembali normal. Tim Dirjen Hubla masih melakukan pendataan kerusakan infrastruktur. 

“Insyaallah, kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai pintu masuk suatu wilayah di Sulawesi Tengah pasca gempa kemarin," ujar Dirjen Agus.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid menjelaskan bahwa Senin lalu (8/10), Posko Bantuan Kemanusiaan Bencana Palu-Donggala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas telah menerima bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan steakholder sekitar pelabuhan. Adapun kontainer berukuran 40 feet yang berisi bantuan ini akan disalurkan melalui jalan darat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebelum akhirnya diantarkan ke Palu dengan Pelni. (oya/tau/jun/far/lyn/jpg/lim) 

 

Operasi Pencarian Dihentikan Kamis

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 17:07

Proyek SPBE ‘Mati Suri’

TARAKAN – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan sempat bergulir…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:02

Pemulangan Gelombang Kedua Berakhir

PALU - Wajahlebih ceria 32 warga Kaltara yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sigi, Palu dan Donggala,…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:50

Anak Juga Punya Hak Berpendapat

TARAKAN- Anak merupakan aset penerus bangsa yang sewajarnya memperoleh hak-haknya di dalam keluarga…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:36

Balado Kulit Pangsit

Pedas dan kriuk, humm gimana rasanya? Kulit pangsit yang digoreng dan dimasak dengan cabai yang diulek…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:35

Kacang Sembunyi Karamel

Suka dengan kue kacang sembunyi? Nah, kreasikan kacang sembunyi dengan bungkusan kulit pangsit. Tekstur…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:33

Lumpia Pangsit Isi Sayur

Gorengan yang disajikan dengan cabai rawit utuh, dimakan selagi masih hangat, gurih dan enaknya lumpia…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:31

Pie Pisang

Bumbu kacang selalu menjadi pilihan sebagai saus gorengan. Salah satunya saus pie pisang. Potongan pisang…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:30

Kudapan Ringan dari Kulit Pangsit

MAKANAN ringan kerap digemari saat bersantai. Salah satu bahan utama membuat camilan adalah kulit pangsit.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:27

Jaksa Masih Pelajari Berkas

BERKAS kasus pencemaran nama baik Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie sudah diserahkan ke Kejaksaan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:25

Buku Rekening dan ATM Terdakwa Disita

TARAKAN - Sidang perkara Lia Lusiana alias Tata dan Dorkas dalam agenda pemeriksaan saksi sudah selesai.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .