MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 10 Oktober 2018 14:51
Empat Hari Tak Bisa Menutup Mata

Kisah Mahasiswa Kaltara yang Selamat dari Sulteng (Bagian-2)

SELAMAT DARI BENCANA: Gelombang pertama mahasiswa Kaltara yang berhasil dievakuasi tiba di Bandara Juwata, Minggu (7/10) malam. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Bencana hebat yang melanda Palu dan Donggala pada Jumat 28 September menyisakan pengalaman penuh perjuangan bagi orang-orang yang mengalaminya. Pun dengan mahasiswa asal Kaltara yang telah dievakuasi dari Sulawesi Tengah (Sulteng).

 

AGUS DIAN ZAKARIA

 

ARIFAI (25) selamat dari gempa berskala 7,4 skala richter dan tsunami setinggi 6 meter, keadaan tidak lantas aman. Setelah air surut, gempa susulan terus terjadi. Berentetan dalam hitungan jam. Ia dan warga sekitar merasa sangat takut. Ia pasrah, percaya setiap orang telah ditentukan ajalnya masing-masing.

“Pas air sudah surut semua orang menangis. Teman saya juga menangis. Pokoknya perasaan ini sudah tidak karuan. Yang ada ketakutan saja di dalam kepala. Sudah tidak bisa kami merasa tenang,” terangnya.

Arifai dan temannya seperti orang kebingungan yang tidak tahu harus melakukan apa di tengah duka manusia sekitarnya. Kendaraan yang ia gunakan kini telah hilang disapu oleh ganasnya gelombang. Bahkan ia tidak tahu harus menghubungi siapa karena sinyal seluler seketika hilang.

“Kami bingung mau ngapain. Kami mau angkat mayat yang di tengah jalan, banyak sekali itu mayat tidak mungkin kami mau angkat semua. Kami pulang bingung tidak saya hafal sudah jalan karena berubah sudah itu bentuknya saya lihat,” tuturnya.

 

Arifai berteriak dan berharap ada petugas polisi atau tentara yang memberi pertolongan. Hal tersebut karena ada beberapa warga yang selamat mengalami asma, luka dan beberapa warga pingsan bahkan ada korban yang terus berteriak karena frustrasi.

“Tidak karuan sudah keadaannya 1 jam setelah gempa itu, saya bingung mau tolong yang mana. Mau tolong orang sesak napas, ada juga yang kakinya patah minta tolong, belum lagi yang pingsan ada juga yang berteriak-teriak sendirinya. Pokoknya saya stres juga lihatnya.  Jadi saya berteriak juga berharap ada bantuan,” tuturnya.

Tidak lama kemudian, ia melihat beberapa helikopter mengudara. TNI pun menjangkau lokasi mereka yang masih terjebak di atas gedung pasca menyelamatkan diri dari tsunami.

“Akhirnya kurang lebih 2 jam kami berhasil dievakuasi. Dan kami dikumpulkan bersama korban lain di posko. Tapi di posko pikiran kami tetap tetap tidak bisa tenang karena gempa susulan datang terus,” tuturnya.

Tinggal di posko lantas tidak membuat ia dan warga lainnya merasa tenang. Gempa susulan selalu saja datang menghantui. Bahkan untuk mendapatkan waktu tidur singkat pun rasanya sangat sulit.

Baginya, tidur dengan waktu ideal rasanya mustahil. Saat suara gemuruh kembali muncul, ratusan pengungsi kembali berhamburan keluar tenda. Belum lagi, rintihan pengungsi lain yang menangis sepanjang hari memikirkan mayat keluarganya yang belum dievakuasi, adapun tangisan bayi dan rintihan korban luka. 

“Selama 4 hari di posko saya tidak pernah dapat tidur. Paling kalau mengantuk betul cuma baring mau tutup mata sudah terbuka lagi karena ada getaran atau teriakan tiba-tiba,” imbuhnya.

“Biji mata saya rasanya seperti sudah mau keluar karena belum dapat tidur, kepala sakit selama baru sekali ini saya betul-betul penderitaan hidup. Kehidupan kami di pondok (pesantren), tidak ada apa-apanya sama di pengungsian,” ungkapnya.

Dalam empat hari hidup di tenda pengungsian, membuatnya mengambil banyak pelajaran dan dalam waktu empat hari tersebut membuatnya menjadi manusia lebih kuat. Mungkin ketidaknyamanan suasana tenda pengungsian adalah cobaan kecil bagi sebagian korban dari berbagai macam cobaan berikutnya. (***/bersambung/lim)

 

Empat Hari Tak Bisa Menutup Mata

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:54

Santai di Kamar, Rumah Pemotongan Terbakar

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi. Tempat usaha milik Agus Satoto…

Jumat, 14 Desember 2018 14:53

Kaltara Terbaik Ke-3 Capaian IDI 2017

JAKARTA – Torehan prestasi kembali diraih oleh Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 14 Desember 2018 14:51

Penutupan Lokalisasi Masih Angan-Angan

TARAKAN - Rencana penutupan lokalisasi masih sekadar wacana. Pasalnya hingga…

Jumat, 14 Desember 2018 14:27

Si Cantik Divonis Penjara 20 Tahun

TARAKAN – Andi Riski Amelia, terdakwa perkara sabu 1 kg…

Jumat, 14 Desember 2018 10:44

WNA Bebas Bersyarat Tidak Lapor Diri

TARAKAN – Hingga batas waktu lapor diri, warga negara asing…

Jumat, 14 Desember 2018 10:43

2019, PDAM Ajukan 2.000 Pemasangan Gratis

TARAKAN -  Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta…

Jumat, 14 Desember 2018 10:40

Tak Berizin, Pom Mini Wajib Ditera Ulang

TARAKAN - Usaha Pompa Bensin Mini (Pom Mini) sudah mulai…

Jumat, 14 Desember 2018 10:35

Ingin Masalah Sampah Terselesaikan

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri…

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .