MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:45
Ibunya Turut Didakwa, Hendrik: Saya Tanya Kabar

Pengakuan Berbeda, Mengaku Ditekan Penyidik

BERSAKSI: Hendrik saat menghadiri sidang kasus narkoba Amelia untuk memberikan keterangan kesaksiannya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kembali melanjutkan sidang kasus narkoba Andi Rizki Amelia, Senin (8/10). Dalam sidang kali ini, majelis hakim yang diketuai Hendrywanto M.K Pello mendengarkan keterangan saksi Hendrik untuk terdakwa Lia Lusiana Dorkas, Tata dan Andi Rizky Amelia.

Hendrik dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), karena diduga memiliki peran pengendali dalam kasus upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 1,08 kg di Bandara Juwata Tarakan pada 13 Maret lalu. Hendrik merupakan tahanan Lapas Narkotika Sungguminasa. Dalam beberapa sidang sebelumnya, sejumlah terdakwa menyebut jika komunikasi itu dibangun dari Hendrik, berikut seorang pria yang dipanggil dengan sebutan Daeng. 

Komunikasi itu tak lain, bagaimana alur pengiriman narkotika dari Tarakan menuju Makassar. “Saya pernah berbicara dengan Daeng soal dia mau mengirimkan barang (sabu), namun untuk kapan pastinya dia (Daeng) nanti dikabarin,” tuturnya.

Hendrik membantah mengetahui pengiriman sabu yang dibawa Amelia yang kemudian tertangkap petugas bandara. Dalih lain dari Hendrik, dirinya merasa dibohongi oleh Daeng yang sebelumnya meminta agar istrinya Tata yang berada di Tarakan menjemput Amelia di Bandara Juwata Tarakan.

“Saat itu dia (Daeng) minta menjemput Amelia di bandara yang diakuinya sebagai istrinya, saya sempat menanyakan kepada Daeng apakah dia (Amelia) yang akan mengambil barang (sabu) yang sebelumnya sempat dibicarakan. Dari jawaban Daeng mengatakan bukan, namun saya merasa dibohongi setelah mendapatkan kabar dari keluarga bahwa istri dan ibu saya dianggap terlibat narkoba yang ditemukan dari Amelia,” tuturnya.

Pengakuan lebih lanjut, Hendrik sempat mencoba menghubungi Daeng, namun nomor Daeng sudah tidak bisa dihubungi. “Dia (Daeng) saya kenal ketika berada di Lapas Narkotika Kelas II A Sungguminasa, karena dia orangnya baik dan sering membantu saya selama di Lapas. Sehingga saya membantunya ketika dia meminta tolong mengantarkan orang yang diakuinya sebagai istrinya yakni Amelia dijemput di Bandara Juwata Tarakan untuk diantar ke hotel,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan terkait berpindah tempatnya menginap Amelia yang sebelumnya di hotel ke rumah Tata, dikarenakan Amelia merasa ketakutan tinggal sendiri. “Dia (Amelia) takut tinggal sendiri di hotel, jadi tinggal di rumah istri saya,” ujarnya.

Sementara terkait apakah dirinya mengetahui adanya sabu yang ditaruh di pagar rumah istrinya Tata yang ternyata diketahui pertama kali diambil oleh Dorkas, tidak lain ibunya sendiri. Hendrik mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak tahu terkait barang itu, saya komunikasi dengan istri dan ibu saya. Hanya sebatas say hello menanyakan kabar,” ungkapnya.

Hendrik kemudian dicecar pertanyaan terkait keterangannya yang berbeda dengan berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara. Hendrik berkilah dirinya mengungkapkan bahwa pada saat itu dirnya mendapatkan tekanan psikologis saat itu. “Saya saat itu ditekan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Hendrywanto M.K Pello menilai jika BAP sangat berbeda jauh dengan keterangan Hendrik di PN.

“Hampir 80 persen keterangan yang didengarkan di persidangan ini tidak sama dengan BAP,” ujarnya.

Tidak hanya dalam perkara yang menjerat ibunya saja, perbedaan keterangan yang disampaikan Hendrik juga terjadi dalam perkara yang menjerat istrinya yakni Tata. Atas perbedaan itu, sidang terdakwa Dorkas akan dilanjutkan pada Kamis (11/10). “Sidang selanjutnya JPU diharapkan menghadirkan saksi verba lisan yakni dua orang penyidik dari BNNP Kaltara,” ucapnya.

Sementara untuk perkara Amelia dengan agenda yang sama yakni mendengarkan keterangan saksi Hendrik harus ditunda karena waktu yang tidak memungkinkan. Sidang Amelia akan dilanjutkan pada Kamis (11/10) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Hendrik dan dua orang saksi verba lisan dari BNNP Kaltara. (jnr/lim)

 

Ibunya Turut Didakwa, Hendrik: Saya Tanya Kabar 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 10:28

“Saya Kehilangan Orang Terbaik di Hidup Saya”

TARAKAN – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun , ibunda…

Rabu, 26 Juni 2019 10:27

Larangan Aktivitas Bongkat Muat Kukuh Diberlakukan di Pelabuhan Ini

TARAKAN – Surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Kalimantan…

Rabu, 26 Juni 2019 10:24

Cegah Hoaks-Ujaran Kebencian dengan Komsos

TARAKAN – Upaya menjalin persatuan dan kesatuan untuk mempererat Kebhinekaan masyarakat…

Rabu, 26 Juni 2019 10:22

Kumpul Material Bekas untuk Membangun Gubuk

Petrunaila Inalaini atau lebih dikenal Mama Angel, yang kini membiayai…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51

Jalan Rusak Parah, Ganggu Aktivitas Pengendara

TARAKAN – Badan Jalan Aki Balak, yang berada tepat di…

Rabu, 26 Juni 2019 09:41

Peminat Samsat Keliling Masih Minim

TARAKAN – Meski sudah dioperasikan, namun masyarakat yang membayar pajak…

Rabu, 26 Juni 2019 09:37

Tidak Ada Penerangan, Rawan Kecelakaan

TARAKAN - Tidak adanya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di…

Selasa, 25 Juni 2019 10:04

Antre dari Pagi, Demi Sekolah Baru

TARAKAN - Hari pertama Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) pada…

Selasa, 25 Juni 2019 10:02

Laporan Tahun Lalu Terdapat Silpa

TARAKAN – Rapat paripurna tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD…

Selasa, 25 Juni 2019 10:00
Aktivitas Pengangkutan Buruh Dihentikan Sementara

“Bagaimana Kami Menafkahi Keluarga”

TARAKAN – Ratusan buruh Pelabuhan SDF Tarakan protes. Sejak dikeluarkannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*