MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:45
Ibunya Turut Didakwa, Hendrik: Saya Tanya Kabar

Pengakuan Berbeda, Mengaku Ditekan Penyidik

BERSAKSI: Hendrik saat menghadiri sidang kasus narkoba Amelia untuk memberikan keterangan kesaksiannya. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kembali melanjutkan sidang kasus narkoba Andi Rizki Amelia, Senin (8/10). Dalam sidang kali ini, majelis hakim yang diketuai Hendrywanto M.K Pello mendengarkan keterangan saksi Hendrik untuk terdakwa Lia Lusiana Dorkas, Tata dan Andi Rizky Amelia.

Hendrik dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU), karena diduga memiliki peran pengendali dalam kasus upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 1,08 kg di Bandara Juwata Tarakan pada 13 Maret lalu. Hendrik merupakan tahanan Lapas Narkotika Sungguminasa. Dalam beberapa sidang sebelumnya, sejumlah terdakwa menyebut jika komunikasi itu dibangun dari Hendrik, berikut seorang pria yang dipanggil dengan sebutan Daeng. 

Komunikasi itu tak lain, bagaimana alur pengiriman narkotika dari Tarakan menuju Makassar. “Saya pernah berbicara dengan Daeng soal dia mau mengirimkan barang (sabu), namun untuk kapan pastinya dia (Daeng) nanti dikabarin,” tuturnya.

Hendrik membantah mengetahui pengiriman sabu yang dibawa Amelia yang kemudian tertangkap petugas bandara. Dalih lain dari Hendrik, dirinya merasa dibohongi oleh Daeng yang sebelumnya meminta agar istrinya Tata yang berada di Tarakan menjemput Amelia di Bandara Juwata Tarakan.

“Saat itu dia (Daeng) minta menjemput Amelia di bandara yang diakuinya sebagai istrinya, saya sempat menanyakan kepada Daeng apakah dia (Amelia) yang akan mengambil barang (sabu) yang sebelumnya sempat dibicarakan. Dari jawaban Daeng mengatakan bukan, namun saya merasa dibohongi setelah mendapatkan kabar dari keluarga bahwa istri dan ibu saya dianggap terlibat narkoba yang ditemukan dari Amelia,” tuturnya.

Pengakuan lebih lanjut, Hendrik sempat mencoba menghubungi Daeng, namun nomor Daeng sudah tidak bisa dihubungi. “Dia (Daeng) saya kenal ketika berada di Lapas Narkotika Kelas II A Sungguminasa, karena dia orangnya baik dan sering membantu saya selama di Lapas. Sehingga saya membantunya ketika dia meminta tolong mengantarkan orang yang diakuinya sebagai istrinya yakni Amelia dijemput di Bandara Juwata Tarakan untuk diantar ke hotel,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan terkait berpindah tempatnya menginap Amelia yang sebelumnya di hotel ke rumah Tata, dikarenakan Amelia merasa ketakutan tinggal sendiri. “Dia (Amelia) takut tinggal sendiri di hotel, jadi tinggal di rumah istri saya,” ujarnya.

Sementara terkait apakah dirinya mengetahui adanya sabu yang ditaruh di pagar rumah istrinya Tata yang ternyata diketahui pertama kali diambil oleh Dorkas, tidak lain ibunya sendiri. Hendrik mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak tahu terkait barang itu, saya komunikasi dengan istri dan ibu saya. Hanya sebatas say hello menanyakan kabar,” ungkapnya.

Hendrik kemudian dicecar pertanyaan terkait keterangannya yang berbeda dengan berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara. Hendrik berkilah dirinya mengungkapkan bahwa pada saat itu dirnya mendapatkan tekanan psikologis saat itu. “Saya saat itu ditekan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Hendrywanto M.K Pello menilai jika BAP sangat berbeda jauh dengan keterangan Hendrik di PN.

“Hampir 80 persen keterangan yang didengarkan di persidangan ini tidak sama dengan BAP,” ujarnya.

Tidak hanya dalam perkara yang menjerat ibunya saja, perbedaan keterangan yang disampaikan Hendrik juga terjadi dalam perkara yang menjerat istrinya yakni Tata. Atas perbedaan itu, sidang terdakwa Dorkas akan dilanjutkan pada Kamis (11/10). “Sidang selanjutnya JPU diharapkan menghadirkan saksi verba lisan yakni dua orang penyidik dari BNNP Kaltara,” ucapnya.

Sementara untuk perkara Amelia dengan agenda yang sama yakni mendengarkan keterangan saksi Hendrik harus ditunda karena waktu yang tidak memungkinkan. Sidang Amelia akan dilanjutkan pada Kamis (11/10) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Hendrik dan dua orang saksi verba lisan dari BNNP Kaltara. (jnr/lim)

 

Ibunya Turut Didakwa, Hendrik: Saya Tanya Kabar 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 11:02

BPN Bagikan 150 Sertifikat PTSL, Ada Biaya Tambahan

TARAKAN - Wajah H. Hania (60) semringah. Warga RT 14…

Jumat, 22 Februari 2019 11:00

Rangsang Minat Baca dengan Mengangkat Kearifan Lokal

Menjadi seorang penulis merupakan impian Iqbal Ardianto sejak dulu. Motivasi…

Jumat, 22 Februari 2019 10:58

DILARANG..!! Tapi Request ‘Tetangga’ Dominan Kepiting Bertelur

TARAKAN – Pada pembukaan pengiriman kepiting atau open season yang…

Jumat, 22 Februari 2019 09:56

Sidang Ditunda, Pledoi Terduga Agus Salim Sudah Siap

TARAKAN – Sidang terduga terorisme yang melibatkan Agus Salim dengan…

Jumat, 22 Februari 2019 09:52

Turbo Terbakar, Pasokan Listrik Tak Pengaruh

TARAKAN — Satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)…

Jumat, 22 Februari 2019 09:50

JEMBATAN HOROR..!! Lihat Nih, Layak Ngga Dilewati?

TARAKAN – Jembatan kayu di wilayah RT 7, Kelurahan Pantai…

Jumat, 22 Februari 2019 09:49

Siswa Patra Dharma Wakili Kaltara di OSN

TARAKAN - Untuk sekian lama, akhirnya Kota Tarakan bisa kembali…

Jumat, 22 Februari 2019 00:53

Kepedulian terhadap Pesisir Masih Rendah

TARAKAN – Ada yang berbeda di Pantai Amal, Kamis (21/2).…

Kamis, 21 Februari 2019 13:59

Metode Sainte Lague di Pemilu 2019

TARAKAN - Ada yang beda dari proses perhitungan kursi suara…

Kamis, 21 Februari 2019 13:58

Persentase Masyarakat Miskin Turun

TARAKAN – Kriteria kemiskinan di Tarakan saat ini hanya menggunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*