MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:40
Sudah Sembuh, Pasien Sakit Jiwa Dikembalikan Lagi ke RSUD
Direktur RSUD Tarakan Hasbi Hasyim. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, PASIEN sakit jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan melebihi daya tampung yang ada. Seharusnya hanya cukup untuk 20 orang saja, tetapi kini sudah menampung lebih dari 100 orang.

Direktur RSUD Tarakan Hasbi Hasyim mengatakan, jumlah pasien sakit jiwa kini semakin bertambah, karena pengaruh lingkungan ekonomi saat ini. Dikatakannya, hal ini dikarenakan pasien yang sudah membaik tidak dibawa pulang oleh keluarganya masing-masing dan dibiarkan tetap berada di rumah sakit.

Padahal keluarga pasien ada yang tinggal di kota yang sama, tetapi tidak mengambil pasien. Bahkan ada yang sudah diantarkan pulang, tetapi kemudian diantar kembali ke RSUD oleh keluarga. “Kemungkinan tidak ada yang urus, atau bagaimana. Jadi ditampung lagi mereka di sini,” katanya.

Sehingga pihaknya akan memberdayakan pasien untuk yang sudah cukup membaik untuk bisa membantu mengurus sesama pasien. Tetapi jika belum membaik, maka tidak bisa diberdayakan dan akan tetap diurus seperti pasien biasa. 

Dikatakannya, dari 100 pasien, ada 30 persen yang sudah membaik. Hanya keluarga tidak mengambil untuk dibawa pulang dengan alasan yang tidak jelas. Diakuinya memang terkadang pasien akan dianggap aib bagi keluarga, sehingga stigma seperti ini sudah seharusnya diubah. “Rata-rata pasien juga di usia produktif yang mengalami gangguan jiwa,” tuturnya.

Diakuinya pasien sakit jiwa ini juga ditanggung BPJS Kesehatan selama dalam perawatan di rumah sakit. Tetapi yang menjadi masalah, RSUD Tarakan bukanlan rumah sakit jiwa, sehingga seharusnya yang sudah kronis seharusnya dilakukan rujukan. 

“Harusnya ada rumah sakit jiwa dan ketergantungan obat, karena idealnya sudah seperti itu,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya baru menambah ruangan lagi. Ruangan lama tempat bersalin direhab, untuk digunakan pasien gangguan jiwa khusus perempuan. Sebelumnya, satu ruangan digunakan campur untuk laki-laki dan juga perempuan. 

Selain permasalahan itu, dokter spesialis penyakit jiwa juga sangat minim. Di Tarakan hanya ada satu dokter spesialis penyakit jiwa. Bahkan sudah pensiun pun, masih diberdayakan.

“Produksi-produksi lulusan dokter spesialis penyakit jiwa di Indonesia itu sangat kecil, karena peminatnya yang kurang. Jadi syukur juga karena dokter ini masih mau tinggal di Tarakan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya juga menyekolahkan kembali dokter di RSUD Tarakan untuk menjadi spesialis penyakit jiwa. Tetapi yang berminat hanya satu, dan pihaknya berharap untuk cepat lulus agar dapat diberdayakan. (*/naa/lim)

 

Sudah Sembuh, Pasien Sakit Jiwa Dikembalikan Lagi ke RSUD

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:12

Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bahan Ajar UBT

TARAKAN – Berkas kasus dugaan korupsi terhadap anggaran bahan mengajar (anjar) yang melibatkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:34

MENIKMATI ALAM DARI PUNCAK GUNUNG PUTIH

AKHIR pekan tentunya tak ingin kita lewatkan begitu saja. Pilihan terbaik adalah bagaimana agar akhir…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:30

Penyidik Serahkan Dua HP dan Satu Komputer

TARAKAN - Setelah pemeriksaan secara lengkap terhadap tersangka, saksi ahli dan menyiapkan sejumlah…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:27

Dipengaruhi Dolar, Tarakan Alami Defl asi

TARAKAN- Kota Tarakan untuk bulan September secara umum mengalami deflasi sebesar 0,73 persen. Berbeda…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:24

Capaian Rendah, Dinkes Sebut Pengaruh Hoaks

PERPANJANGAN imunisasi measles dan rubella (MR) hingga Oktober, belum menunjukkan peningkatan signifikan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:22

Belum Salat Magrib, Adelia Dikejar Tsunami

Masih terekam jelas di ingatan Adelia ketika tsunami menghantam Palu. Tiga kali ganti tumpangan, Adelia…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:51

Dukung XC Race dan Jambore Sepeda

TARAKAN – Pemaparan pelaksanaan XC race dan jambore sepeda dilakukan panitia di hadapan Wali Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .