MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:25
Lahan PPI Masih Bermasalah
DILANJUTKAN: Proses pembangunan PPI Sebatik tetap berlanjut, walaupun masih bermasalah terkait lahan dengan warga. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca keluar putusan Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Samarinda yang memenangkan ahli waris sebagai pemiliknya, namun permasalahan lahan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik belum selesai.

Hal tersebut diungkapkan anak dari pemilik lahan tersebut, Azizul Rahim, bahwa pembangunan  PPI Sebatik terus dilanjutkan. Namun hingga saat ini belum ada titik kejelasan kepada pemilik lahan sebelumnya. Terkait kelanjutan kasus lahan tersebut. “Makanya kami berikan larangan untuk tidak membangun dulu, sebelum dilakukan ganti rugi kepada ahli waris yang merupakan orang tua saya sendiri,” kata Azizul Rahim kepada media ini kemarin.

Sesuai isi PTUN Samarinda, nomor 34/G/2018/PTUN.SMD yang telah disampaikan ke penggugat terkait hasil putusan pada 5 April 2018 dalam perkara sengketa lahan PPI Sebatik, bahwa sertifikat hak pakai atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan seluas 7.650 meter persegi atau hampir 1 hektar (ha). Selanjutnya surat Kepala Dinas Pertanahan Nunukan, melarang pemilik lahan beraktivitas di sekitar lokasi PPI Sebatik. Ketiga, adalah surat keterangan pembatalan SPPT dari Kepala Desa, Sei Pancang.

“Telah diperintahkan tergugat satu, dua dan tiga dengan kewajiban untuk mencabut keputusan tata usaha negara tersebut. Selain itu, para tergugat diminta untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 18.386 juta,” ujarnya.

Namun yang sekarang dilakukan adalah melakukan pembangunan tanpa memberikan hak kepada pemilik lahan sesuai putusan pengadilan. Bahkan ingin menerbitkan sertifikat baru khusus untuk lahan tersebut. Padahal pada posisi kalah. “Tidak logis, seharusnya yang menang dibuatkan sertifkat baru. Bukan yang kalah,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan Sumaryo mengatakan, untuk permasalahan lahan PPI Sebatik, hingga saat ini belum ada sertifikat baru yang keluar untuk PPI Sebatik, karena sulit untuk ditafsirkan hasil putusan tersebut. “Sulit ditafsirkan bahasa hukum dari putusan tersebut, jika BPN pro kepada masyarakat maka yang dibuatkan sertifikat adalah masyarakat. Namun jika pro dengan pemerintah, maka itu yang dibuatkan sertifikat,” kata Sumaryo kepada media ini kemarin.

Menurutnya, BPN Nunukan berada pada posisi tengah, tidak berpihak ke mana pun. Adapun untuk proses penyelesaian, perlu ada komunikasi dengan baik karena yang diinginkan oleh pemilik ahli waris, hanya ingin melindungi makam yang ada di lahan PPI Sebatik.

“Intinya jika makam itu sudah tidak ada, maka bisa dibuatkan sertifikat baru. Namun jika tidak, maka masalah lahan tersebut tidak dapat selesai,” ujarnya. (nal/ash)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 16:58

Derita Kanker Paru-Paru Stadium 4, Pesan ke Bawahan Jaga Kesehatan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali berduka. Di tengah perjuangan untuk memberikan pelayanan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:40

Bawaslu Panggil BKPSDM

NUNUKAN – Pasca tersiar kabar adanya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungkan Pemerintah Kabupaten…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:38

DPRD Sarankan Ubah Regulasi

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) dari Tawau, Malaysia semakin sulit masuk ke Nunukan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:22

Pengusaha Masih Pilih Sembako Malaysia

NUNUKAN – Para pengusaha yang selama ini melakukan aktivitas perdagangan sembilan bahan pokok…

Selasa, 16 Oktober 2018 15:21

Tabung Malaysia Belum Siap ‘Pensiun’

NUNUKAN – Wacana Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid k mewajibkan aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:35

Ekspor Rokok ke Filipina Berjalan Mulus

NUNUKAN – Perdagangan ekspor rokok dari Nunukan ke Tawi-Tawi berjalan mulus. Bahkan aktivitas…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:33

Warga Pesisir Diterpa Isu Reklamasi

NUNUKAN – Warga pesisir di rukun tetangga (RT) 12, Kelurahan Nunukan Timur kembali resah. Informasi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:15

Tembakau Gorilla Jadi Target Polisi

NUNUKAN – Tembakau bermerek Gorilla yang mengandung 5-flouro ADB atau ganja sintesis diduga mulai…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:01

Pemerintah Tunggu Salinan Putusan PTUN

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muhammad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .