MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:24
BBM Cepat Habis Dinilai Tak Logis
PERLU DIATASI: Penjualan BBM di APMS perlu dicarikan solusi lantaran terlalu cepat habis. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) sangat cepat habis dan dinilai tidak logis oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, lantaran kebutuhan masyarakat terhadap BBM tidak terlalu tinggi, dengan jumlah kendaraan yang ada.

Pelaksana Tugas (Plt) Satpol PP Nunukan, Abdul Kadir mengatakan, pemeriksaan BBM di APMS telah dilakukan di Jakarta. Seharusnya dilakukan hingga ke daerah, karena masalah BBM di Nunukan mirip dengan daerah lain. “BBM ini memang bermasalah, seharusnya penindakan dilakukan hingga ke daerah,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, BBM yang ada di APMS perlu dilakukan pemeriksaan, karena proses penjualan yang dilakukan tidak adil. Terkadang penjualan BBM dilakukan kepada pihak industri sehingga BBM cepat habis terjual. Jika hanya pengecer yang membeli dan pemilik kendaraan, kata Kadir, dipastikan BBM tidak cepat habis dan APMS tidak akan pernah tutup di jam-jam operasional.

Bahkan, ia pernah menegur APMS yang sering tutup, karena dalam sepekan hanya dua hari buka. Selebihnya, pemilik kendaraan harus membeli di pengecer BBM. Namun ia menilai APMS yang menjual ke pengecer tidak perlu dipermasalahkan karena sangat membantu. “Misalkan BBM habis di Jalan Sedadap dan tidak ada pengecer, masa harus kembali ke kota untuk mengisi BBM lagi di APMS,” ujarnya.

Dengan jumlah kendaraan yang ada di Nunukan, dipastikan lebih banyak stok BBM yang masuk. Sehingga APMS tidak akan pernah tutup. Kecuali BBM dijual kepada pihak lain, dipastikan BBM akan cepat habis. 

Menurutnya pula, Satpol PP tidak berhak melakukan penindakan jika tanpa ada instruksi dari pihak yang berwenang. Jika ada aturan yang membenarkan Satpol PP untuk melakukan penindakan terhadap APMS, Kadir menjamin sejak lama sudah dilakukan. Sebab, jika dilakukan pembiaran, keluhan masyarakat tidak pernah berhenti. “Jika tidak dapat dilakukan penindakan, maka perlu solusi dengan cepat agar BBM di APMS tidak cepat habis terjual,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Edi menyampaikan, pemerintah akan segera hadir untuk mengatasi BBM yang sering dipermasalahkan masyarakat. “Dalam waktu dekat ini perlu dibangun sebuah depo BBM, seperti tempat penampungan namun dikelola oleh pemerintah,” kata Edi.

Sedangkan untuk pengecer BBM perlu diatur dengan baik, terutama soal penempatan. Minimal jarak antara pengecer tidak terlalu dekat, serta pengecer BBM dibatasi. Sehingga lebih mudah untuk mengatasi krisis BBM di Nunukan ini. “Karena jumlah kendaraan tidak terlalu banyak, maka pengecer BBM juga perlu diatur penjualannya,” ujarnya. (nal/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:25

Beddumang Gorok Leher, Luka Menganga 14 Cm

SEBATIK – Warga RT 9 Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik…

Senin, 19 November 2018 15:11

Hanya 22 Peserta Lulus Passing Grade

NUNUKAN – Dari 1.175 peserta yang mengikuti seleksi kompetensi dasar…

Senin, 19 November 2018 15:10

Warga Bingung, Pelabuhan Sei Pancang Berubah Nama

NUNUKAN – Pelabuhan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, kini menjadi…

Senin, 19 November 2018 15:09

Bertemu Pacar, Ayah Dibui

NUNUKAN – Seorang anak di bawah umur (13 tahun), sebut…

Senin, 19 November 2018 10:33

Resahkan Warga, Lima WNA Diamankan

NUNUKAN – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) asal India sempat…

Senin, 19 November 2018 10:32

Ratusan Formasi Terancam Kosong

NUNUKAN – Minimnya peserta calon aparatur sipil negara (ASN) yang…

Senin, 19 November 2018 10:31

Jalin Kedekatan dengan Kunjungi Sekolah di Pelosok

Menjadi pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan,…

Senin, 19 November 2018 10:26

DPO Pencuri Mesin Air Terciduk

NUNUKAN – Seorang pria paruh baya yang sudah masuk dalam…

Senin, 19 November 2018 09:41

GILAA..!! Nelayan Ini Selundupkan Sabu 4,5 Kg

NUNUKAN – Hati YN (52) tak sanggup menolak upah mahal…

Senin, 19 November 2018 09:14

Media Pembawa Hama Penyakit Dimusnahkan

NUNUKAN – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tarakan Wilayah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .