MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 15:24
BBM Cepat Habis Dinilai Tak Logis
PERLU DIATASI: Penjualan BBM di APMS perlu dicarikan solusi lantaran terlalu cepat habis. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) sangat cepat habis dan dinilai tidak logis oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, lantaran kebutuhan masyarakat terhadap BBM tidak terlalu tinggi, dengan jumlah kendaraan yang ada.

Pelaksana Tugas (Plt) Satpol PP Nunukan, Abdul Kadir mengatakan, pemeriksaan BBM di APMS telah dilakukan di Jakarta. Seharusnya dilakukan hingga ke daerah, karena masalah BBM di Nunukan mirip dengan daerah lain. “BBM ini memang bermasalah, seharusnya penindakan dilakukan hingga ke daerah,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, BBM yang ada di APMS perlu dilakukan pemeriksaan, karena proses penjualan yang dilakukan tidak adil. Terkadang penjualan BBM dilakukan kepada pihak industri sehingga BBM cepat habis terjual. Jika hanya pengecer yang membeli dan pemilik kendaraan, kata Kadir, dipastikan BBM tidak cepat habis dan APMS tidak akan pernah tutup di jam-jam operasional.

Bahkan, ia pernah menegur APMS yang sering tutup, karena dalam sepekan hanya dua hari buka. Selebihnya, pemilik kendaraan harus membeli di pengecer BBM. Namun ia menilai APMS yang menjual ke pengecer tidak perlu dipermasalahkan karena sangat membantu. “Misalkan BBM habis di Jalan Sedadap dan tidak ada pengecer, masa harus kembali ke kota untuk mengisi BBM lagi di APMS,” ujarnya.

Dengan jumlah kendaraan yang ada di Nunukan, dipastikan lebih banyak stok BBM yang masuk. Sehingga APMS tidak akan pernah tutup. Kecuali BBM dijual kepada pihak lain, dipastikan BBM akan cepat habis. 

Menurutnya pula, Satpol PP tidak berhak melakukan penindakan jika tanpa ada instruksi dari pihak yang berwenang. Jika ada aturan yang membenarkan Satpol PP untuk melakukan penindakan terhadap APMS, Kadir menjamin sejak lama sudah dilakukan. Sebab, jika dilakukan pembiaran, keluhan masyarakat tidak pernah berhenti. “Jika tidak dapat dilakukan penindakan, maka perlu solusi dengan cepat agar BBM di APMS tidak cepat habis terjual,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Edi menyampaikan, pemerintah akan segera hadir untuk mengatasi BBM yang sering dipermasalahkan masyarakat. “Dalam waktu dekat ini perlu dibangun sebuah depo BBM, seperti tempat penampungan namun dikelola oleh pemerintah,” kata Edi.

Sedangkan untuk pengecer BBM perlu diatur dengan baik, terutama soal penempatan. Minimal jarak antara pengecer tidak terlalu dekat, serta pengecer BBM dibatasi. Sehingga lebih mudah untuk mengatasi krisis BBM di Nunukan ini. “Karena jumlah kendaraan tidak terlalu banyak, maka pengecer BBM juga perlu diatur penjualannya,” ujarnya. (nal/ash)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*