MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:02
Puluhan Mahasiswa Kaltara Belum Ditemukan

Sebagian Besar Telah Dievakuasi

MENGEVAKUASI: Tim relawan saat berada di Kota Palu melakukan pendataan kepada mahasiswa asal Nunukan yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami. DOKUMENTASI BPBD NUNUKAN

PROKAL.CO, SEBANYAK 77 orang mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) telah dipulangkan menggunakan kapal feri menuju Kota Balikpapan, dilanjutkan dengan penerbangan ke Kota Tarakan. Mereka selamat dari gempa bumi dan tsunami di Sulteng.

Muhammad Azri mengungkapkan masih ada sekira tujuh orang yang bertahan. “Saya masih tinggal dulu untuk sementara waktu, karena masih ada teman-teman dari Kaltara yang ingin dicari,” kata mahasiswa asal Sebatik itu, kemarin (7/10).

Menurutnya, masih ada sekira 20 orang mahasiswa asal Kaltara yang belum ditemukan. Sesuai data yang ada, untuk itu perlu dilakukan pencarian kepada mahasiswa tersebut. Mahasiswa Kaltara yang ada di Kota Palu lebih 100 orang.

Sedangkan yang baru dipulangkan sebanyak 77 orang. Jika mahasiswa yang lainnya belum ditemukan, tetap akan bertahan untuk sementara waktu. Muhammad Azri tidak akan meninggalKAN Kota Palu, jika 20 mahasiswa tersebut belum ditemukan.

“Kabarnya mereka masih hidup, maka dari itu perlu dilakukan pencarian di beberapa tempat pengungsian. Kemungkinan telepon selulernya belum aktif, sehingga sulit untuk berkomunikasi,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut berasal dari Bulungan, Nunukan dan Sebatik. Mahasiswa tersebut tidak tinggal di asrama Nunukan. Namun data 20 mahasiswa telah dicatat sebelumnya, bahwa kuliah di Kota Palu.

“Harus dicari hingga ketemu, saya sendiri akan tinggal di Kota Palu untuk melakukan pencarian,” tambahnya.

Sementara, Kepala Sub Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanuddin mengatakan, tim relawan dari Nunukan dan Kaltara telah berhasil melakukan evakuasi sebanyak 77 terdiri dari mahasiswa, santri dan warga.

“Telah diberangkatkan pada Sabtu (6/10), sekira pukul 15.20 WITA menggunakan feri KM Manta 2. Menuju Balikpapan, selanjutnya akan menggunakan pesawat dari Balikpapan ke Tarakan,” kata Hasanuddin, kemarin (7/10).

Lanjut dia, tim relawan yang belum kembali ke Kaltara, akan melakukan proses pencarian di beberapa titik dan mengevakuasi korban warga Kabupaten Nunukan yang ada di pengungsian. Terutama yang masih berada Kabupaten Sigi dan Donggala. “Harus diselesaikan dulu semua, jika semua telah rampung dan tidak ada lagi yang perlu dievakuasi. Baru akan kembali ke Nunukan,” ujarnya.

 

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menjemput langsung mahasiswa dan pelajar Nunukan di Bandara Juwata Tarakan, tadi malam sekira pukul 21.00 WITA. Sebagian pengungsi dalam keadaan sehat. Ia sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah terlibat dalam upaya evakuasi.

"Untuk warga Nunukan di kota Palu data yang kami terima itu ada 250-an orang. Namun malam ini yang datang hanya sekitar puluhan. Dan besok (hari ini, Red) dijadwalkan masih ada 9 orang yang datang. Jadi semua warga Nunukan kita kumpul di Tarakan. Setelah itu naik speedboat kembali ke Nunukan," ungkapnya.

Mengenai kepindahan mahasiswa, Laura mengungkapkan pihaknya selanjutnya akan segera membahas hal tersebut. "Untuk masalah kepindahan pelajar ini, pemerintah kan sudah mengeluarkan kebijakan itu. Pemerintah mempersilakan pelajar untuk pindah ke sekolah mana saja yang dia mau itu, pasti akan kawalan. Namun, untuk masalah pembiayaan, nanti akan dibahas lagi yah. Karena kan untuk masalah seperti ini kita tidak bisa mengambil keputusan sendiri," ungkapnya.

Seorang mahasiswi asal Sebatik Isnaini Apriana (20) membawa bayinya pulang. Saat berada di Palu ia sangat khawatir terhadap kesehatan bayinya. Pasca gempa kondisi udara sangat tidak sehat. "Yang saya khawatirkan cuma bayi saya. Karena di sana sudah sangat bau menyengat dan banyak lalat. Di sana juga saya sulit mencari kebutuhan bayi saya. Saya khawatir kesehatan bayi saya, jadi makanya saya memutuskan pulang," katanya kepada Radar Tarakan.

 

PENGUNGSI KORBAN BENCANA BERTAMBAH

Pada Sabtu malam sekira pukul 22.06 WITA sebanyak 8 pengungsi korban bencana dari Palu bertambah. Mereka berdatangan di Bandara Internasional Juwata Tarakan. 

Diungkapkan pembina Posko Pengungsian Tanggap Bencana Eko.P Susanto, kedatangan pengungsi tersebut terdiri dari dua keluarga. Namun dua pengungsi telah diberangkatkan ke  Tana Tidung, praktis tersisa enam pengungsi.

“Mahasiswa dijadwalkan akan tiba di Bandara Juwata menggunakan pesawat Lion Air malam nanti (tadi malam),” tuturnya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Firmananur sekaligus penanggung jawab pengungsi membenarkan hal tersebut. Mengenai jumlah pengungsi ia menerangkan dari yang terdata berjumlah 66 orang. Namun jumlah tersebut bisa bertambah.

“Dari daftar yang kami terima semua berjumlah 66 orang. Tapi mungkin bisa ada penambahan atau pengurangan tergantung kesiapan pengungsi sendiri. Pengungsi berasal dari daerah yang berbeda,” terangnya. (nal/*/zac/lim)

 

Puluhan Mahasiswa Kaltara Belum Ditemukan

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 17:07

Proyek SPBE ‘Mati Suri’

TARAKAN – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan sempat bergulir…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:02

Pemulangan Gelombang Kedua Berakhir

PALU - Wajahlebih ceria 32 warga Kaltara yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sigi, Palu dan Donggala,…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:50

Anak Juga Punya Hak Berpendapat

TARAKAN- Anak merupakan aset penerus bangsa yang sewajarnya memperoleh hak-haknya di dalam keluarga…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:36

Balado Kulit Pangsit

Pedas dan kriuk, humm gimana rasanya? Kulit pangsit yang digoreng dan dimasak dengan cabai yang diulek…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:35

Kacang Sembunyi Karamel

Suka dengan kue kacang sembunyi? Nah, kreasikan kacang sembunyi dengan bungkusan kulit pangsit. Tekstur…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:33

Lumpia Pangsit Isi Sayur

Gorengan yang disajikan dengan cabai rawit utuh, dimakan selagi masih hangat, gurih dan enaknya lumpia…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:31

Pie Pisang

Bumbu kacang selalu menjadi pilihan sebagai saus gorengan. Salah satunya saus pie pisang. Potongan pisang…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:30

Kudapan Ringan dari Kulit Pangsit

MAKANAN ringan kerap digemari saat bersantai. Salah satu bahan utama membuat camilan adalah kulit pangsit.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:27

Jaksa Masih Pelajari Berkas

BERKAS kasus pencemaran nama baik Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie sudah diserahkan ke Kejaksaan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:25

Buku Rekening dan ATM Terdakwa Disita

TARAKAN - Sidang perkara Lia Lusiana alias Tata dan Dorkas dalam agenda pemeriksaan saksi sudah selesai.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .