MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 09 Oktober 2018 07:15
Masih Ada Orang Tua Enggan Lakukan Vaksin MR
VAKSIN: Pemberian vaksin Measless Rubella (MR) pada salah satu anak yang saat itu didampingi orang tuanya. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Selain posyandu dan puskesmas, pelaksanaan imunisasi vaksi Measless Rubella (MR) fase II juga dilakukan di sekolah. Namun rupanya, pelaksanaan imunisasi MR di sekolah itu juga tak sepenuhnya berjalan mulus.

Salah satu tantangan yang dihadapi sekolah adalah penolakan dari sejumlah orang tua yang tak ingin anaknya mendapat vaksinasi MR. Mereka masih berpandangan vaksin ini haram karena mengandung babi walau Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa mubah (boleh dilanjutkan).

Meski pelaksanaan imunisasi MR di sekolah sudah terjadwal, masih ada orang tua siswa yang menolak karena anaknya mendapat vaksin MR. Beberapa waktu jelang dilaksanakannya imunisasi, pihak sekolah sudah memberitahu bahwa siswa yang sudah mendapat izin orang tua tinggal di dalam kelas. Mereka yang ada di dalam kelas artinya boleh diimunisasi MR dan sudah memdapatkan persetujuan dengan memberikan surat pernyataan kepada orang tua siswa. Siswa yang bersangkutan pun tinggal di dalam kelas. Diungkapkan Kepala SDN 013 Tana Tidung, Endang Amor, ia menyebutkan bahwa pro dan kontra imunisasi tersebut mengharuskan pihak sekolah menyurati orang tua atau wali anak didiknya supaya dapat memahami maksud pemberian vaksin. Faktanya tidak semua orang tua langsung begitu saja menyetujui dilakukan vaksin. Dengan menyurati orang tua, tujuan sekolah hendak meminta persetujuan wajib dilakukan oleh pihaknya.

“Meski ada saja yang tidak setuju tapi progresnya yang mau anaknya diimunisasi mencapai 80 persen. Dari mulai dilakukannya pada pagi sampai sore. Kami juga apresiasi  ke orang tua yang menanggapi positif vaksin MR. Ini berguna sebagai antisipasi atau untuk antibodi anak-anak supaya anak tidak terjangkit virus penyakit yang cukup membahayakan,” paparnya.

Diakui, pengaruh atau efek karena mendapatkan vaksin MR ini tidak seheboh yang ada diberitakan pada media sosial (medsos) yang membuat para orang tua khawatir.  Apalagi terkait halalnya vaksin tersebut. 

“Pihak sekolah hanya menginginkan yang terbaik buat anak didik, bagaimana mengantisipasi dan mencegah agar anak-anak ini tidak terjangkit atau terkena virus penyakit berbahaya makanya vaksin MR ini dibutuhkan,”ungkapnya , Minggu (7/10).

Terpisah Ramlawati, Koordinator Program Imunisasi pada Puskesmas Sesayap menjelaskan, imunisasi termasuk hak yang diterima anak demi menjamin kesehatannya. Semua orang punya hak untuk hidup sehat dengan imunisasi. Tak jarang di balik penolakan tersebut, pelaksanaan imunisasi MR yang menyasar sekolah perlu persiapan matang. Petugas kesehatan harus berupaya menjaga kualitas vaksin.

 

"Vaksin harus terjaga suhunya. Untuk membuka kulkas (tempat penyimpanan vaksin) juga enggak boleh bolak-balik. Ada aturan suhu. Kalau ada janji imunisasi MR di sekolah, harus tahu dulu jumlah siswa yang akan divaksin ada berapa orang. Petugas kesehatan tidak boleh membawa vaksin MR dalam jumlah banyak atau berlebihan,” tegasnya.

Dan saat ini lanjutnya, jumlah anak yang telah divaksin MR yakni 1551 orang atau 59 persen. Meski target sasaran 2620 orang. Dan juga seluruh siswa SD sudah divaksin MR tapi masih banyak juga orang tua yang tidak ingin anaknya divaksin. Sementara itu menurut salah satu orangtua siswa yang enggan disebutkan namanya, bahwa ia belum mengimunisasi anaknya karena masih ragu-ragu dan khawatir terjadi apa-apa anaknya setelah pasca imunisasi MR. Sebab dari informasi yang beredar seperti di medsos itu ada yang anaknya cacat bahkan sampai meninggal dunia.

"Berikan kami keyakinan bahwa imunisasi MR itu aman untuk anak kami," ujarnya minta jangan namanya ditulis. (*/rko/zia)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 16:06

Didominasi Pelamar CPNS, Berkah Bagi Motoris

TANA TIDUNG -  Kedatangan penumpang speedboat di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana Tidung  terus…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:04

Langgar Aturan APK, Siap Disanksi

TANA TIDUNG - Sejumlah calon legislatif (caleg) Kabupaten Tana Tidung (KTT) di berbagai daerah pemilihan…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:01

Pesimis Kuota Dokter Spesialis Terpenuhi

TANA TIDUNG - Formasi dokter spesialis kurang diminati oleh pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:29

Tak Berhenti ‘Jemput Bola’

TANA TIDUNG – Pelayanan dengan sistem ‘jemput bola’ terus dilakukan pihak Dinas Kependudukan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:25

Formasi Dokter Minim Peminat

TANA TIDUNG - Jumlah pendaftar calon Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak dibuka pada awal Oktober 2018…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:14

Poskamling Tak Diaktifkan, Maling Merajalela

TANA TIDUNG - Aksi pencurian yang terjadi saat ini membuat khawatir sejumlah warga. Terlebih aksi pencurian…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:04

Perumahaan Kecamatan Nyaris Dilalap Api

TANA TIDUNG – Diduga karena kelalaian, lahan perkebunan terbakar dan nyaris merambat melalap perumahan…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:02

Sempat ‘Balapan’ dengan Laju Gelombang Tsunami

Gempa dan tsunami memporak-porandakan Kota Palu dan Kabupaten Donggala menyisakan kisah pilu dan trauma…

Rabu, 10 Oktober 2018 11:47

BKD Imbau Waspada Penipuan!

TANA TIDUNG - Jelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)…

Rabu, 10 Oktober 2018 11:46

Kampanye, Jangan Ada Money Politik!

TANA TIDUNG – Pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) sebentar lagi digelar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .