MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Oktober 2018 14:11
DISDUKCAPIL TERBITKAN E-KTP UNTUK WNA

Niat Buat Paspor untuk Umrah

PUNYA IDENTITAS INDONESIA: WNA asal Pales tina yang dita han Imigrasi Makassar saat hendak buat paspor menggunakan e-KTP asal Nunukan. DOKUMENTASI IMIGRASI MAKASSAR

PROKAL.CO, NUNUKAN – Seorang warga negara asing (WNA) asal Palestina diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, lantaran menggunakan e-KTP. WNA tersebut hendak membuat paspor.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Purta mengungkapkan kepada Radar Tarakan, jika yang bersangkutan berencana membuat dokumen keimigrasian.

“Ya, benar. Rencananya yang bersangkutan berniat buat paspor untuk umroh. Tapi kami kaget karena yang bersangkutan menggunakan e-KTP asal Nunukan,” ungkap Putra.

Atas hal tersebut, pihaknya melakukan detensi atau penahanan terharap WNA asal Palestina yang diketahui bernama Muhammad Murad, sesuai nama dalam e-KTP yang diterbitkan. Sejauh ini, Imigrasi Kelas I Nunukan, telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, guna pembatalan nomor induk kependudukan (NIK).

“Sejauh ini kami masih lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil Nunukan untuk pembatalan KTP-nya,” tambah Putra.

M. Murad, diketahui warga Palestina yang mengungsi ke Indonesia. Sementara tujuan dirinya membuat e-KTP untuk menikah dengan seorang warga di Nunukan yakni Hj. Kartini.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Nunukan Iwan Kurniawan yang ditanyakan terkait hal tersebut mengaku kecolongan telah menerbitkan e-KTP milik WNA asal Palestina. Iwan mengaku yang bersangkutan memenuhi seluruh persyaratan pembuatan e-KTP.

“Ya benar, kalau secara mekanismenya yang bersangkutan ini sesuai prosedur. Tapi, atas hal ini kami jadikan pembelajaranlah untuk lebih teliti ke depannya,” ujar Iwan.

Sejauh ini, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Imigrasi Kelas II Nunukan untuk meminta segera mengamankan WNA tersebut. Sebab, pihaknya sedang menonaktifkan NIK WNA tersebut.

WNA hanya bisa memiliki KTP, apabila memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) sesuai Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan khususnya Pasal 63. Tetapi, apabila hanya memiliki kartu identitas sementara, maka pihaknya hanya menerbitkan surat izin tempat tinggal. “Jadi seperti itu. Untuk sementara kami masih berkoordinasi juga dengan Imigrasi di Makassar, karena yang bersangkutan ditahan di sana,” beber Iwan. (raw/lim)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*