MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Jumat, 05 Oktober 2018 00:31
Terlambat Lima Menit, Ditelan Tsunami

Kesaksian Pembalap Sepeda Nunukan di Palu (Bagian-1)

BEREHAT: Para pembalap sepeda downhill dari berbagai daerah latihan di trek Salena, Palu, Jumat (28/9) siang. FOTO: SABRI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar serangkaian kegiatan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40. Salah satunya Palu Nomoni Mountain Bike 2018. Kegiatan itu pula yang mengantarkan sejumlah pembalap sepeda downhill asal Nunukan menginjakkan kaki di Palu, sebelum gempa dan tsunami melanda. Mereka pun menyaksikan teror bencana itu.

SABRI

TIGA orang pembalap sepeda asal Nunukan berangkat lebih dulu dari Pelabuhan Tunon Taka menumpang Kapal Motor (KM) Lambelu pada Senin 24 September sekira pukul 08.00 WITA. Ketiganya membawa tujuh sepeda yang akan digunakan dalam balapan Palu Nomoni Mountain Bike 2018. Empat orang lainnya menyusul pada Rabu 26 September, melalui jalur udara.

Rombongan pertama tiba pada Selasa 25 September pukul 04.33 WITA tepatnya di Pelabuhan Pantoloan. Sehari semalam perjalanan dilalui untuk tiba di Mutiara Khatulistiwa, sebutan lain Kota Palu. Di antara rombongan tak ada yang menyangka justru akan menyaksikan bencana hebat melanda Sulteng.

Di benak para pembalap saat itu ingin mengikuti dan memenangi Palu Nomoni Salena Downhill Race. Penulis salah satu pesertanya.

Latihan di trek Salena Downhill di Palu Barat, berjalan lancar selama tiga hari, Rabu, Kamis hingga Jumat sore. Seluruh pembalap telah hadir di Kota Palu pada Kamis 27 September. Begitu pula dengan peserta Palu Nomoni Adventure Bike, serta peserta lainnya seperti para atlet paralayang.

Selama tiga hari di Kota Palu, para pembalap dari Nunukan disambut dengan guncangan-guncangan kecil. Gempa agak besar dirasakan masyarakat setempat pada Sabtu 22 September.

Selasa 25 September, sejumlah pembalap bahkan sempat mengikuti kegiatan tablig akbar yang dihadiri ustaz Abdul Somad. Kemudian dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk korban gempa bumi Lombok dan masyarakat Palestina.

Jumat siang, sebelum gempa 7,7 skala richter guncangan-guncangan kecil kembali terjadi. Pun di lokasi latihan di trek downhill Salena.

Warga yang menonton para aksi rider di lokasi latihan, mengaku guncangan seperti itu sudah hal biasa. “Kalau gempa di sini (Palu, Red) sering memang, seperti makan obat tiga kali sehari. Jadi warga anggap biasa saja kalau ada guncangan,” jawab Losri, salah seorang warga yang menyaksikan sejumlah pembalap di Salena.

Latihan berlanjut, jauh dari perkiraan jika bakal ada gempa. Bahkan para rider telah mempersiapkan diri untuk mengikuti sedding run pada Sabtu (29/9). Pewarta media ini juga siap mengikuti Palu Nomoni Adventure Bike saat itu.

Kembali dari lokasi latihan pukul 17.30 WITA. Perjalanan menuju penginapan sekira 3 kilometer (km). Di tengah perjalanan itu, para pembalap asal Nunukan menyaksikan hal mengerikan. Siapa sangka Palu diguncang gempa berkekuatan 7,7 skala ritcher, magrib, Jumat 28 September. Kemudian disusul tsunami setinggi lebih dari 2 meter.

Jalan yang dilalui pulang telah hancur. Terlambat sedikit kembali ke penginapan, kemungkinan akan tertelan tsunami. “Alhamdulillah, kami selamat. Terlambat lima menit saja, kendaraan kami dihantam tsunami. Pasti tak sempat lari ke tempat yang lebih tinggi,” lisanku kepada para pembalap lainnya. (***/bersambung)

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 08 September 2015 11:13

Persembahkan Tarian Daerah, Berlatih Hingga Empat Bulan

<p>Ada cerita lain pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilakukan di ruang serba guna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .