MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 04 Oktober 2018 14:21
Ketua RT Capek Cek Rekening, Ancam Mogok
DILEMA KEUANGAN: Sejumlah perwakilan ketua RT mempertanyakan insentif mereka yang kembali tertunggak, kemarin (3/10). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menuai aksi protes pembayaran insentif ketua rukun tetangga (RT) yang tertunda selama 4 bulan. Para ketua RT itu mengeluarkan ancaman akan mengembalikan jurnal RT ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan jika insentif mereka belum juga dicairkan.

Kepada Radar Tarakan, Ketua RT 15 Kelurahan Gunung Lingkas Kota Tarakan H. Arifuddin mengatakan, bahwa para ketua RT menginginkan adanya penjelasan anggaran sehingga insentif RT ditunda pembayarannya.

“Kalai tidak ada keterbukaan, kami (RT) pun jadi resah karena alasannya hanya tidak ada uang terus,” katanya.

Meski tak mengetahui jelas waktu pencairan insentif, namun Arif menjelaskan bahwa proses pencairan insentif dilakukan dari laporan kecamatan kemudian dibawa ke kelurahan, sehingga setiap RT mengambil insentifnya di kelurahan. Namun kali ini, pencairan insentif langsung melalui rekening RT. “Tapi setiap saya cek itu rekening, tidak juga ada uangnya di dalam,” tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah ketua RT di Tarakan saat ini 444 orang, dengan insentif Rp 750 ribu per bulan. Nah, jika dikalikan 4 bulan yang dimulai dari Juni 2018, maka Pemkot wajib mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 1.332.000.000 untuk membayar seluruh tunggakan insentif. “Sebenarnya kami bisa bersabar, tapi tidak ada penjelasan dari Pemkot soal penggunaan anggaran,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 26 Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat Suriadi mengatakan, bahwa pihaknya sempat bertemu dengan Wali Kota Ir. Sofian Raga. Dari situ ia yakin anggaran ketua RT akan dicairkan sebelum Hari Raya Iduladha. Namun belakangan, ia menerima informasi jika insentif tak dapat dicairkan.

“Jadi melalui reses Pak Usman (anggota DPRD), merupakan kesempatan kami menyampaikan tentang permasalahan RT, karena RT itu ujung tombak pemerintah,” bebernya.

Jika pembayaran insentif belum juga dilakukan, maka seluruh ketua RT akan menyerahkan stempel RT kepada DPRD. Mengingat selama ini untuk melakukan pembayaran administrasi, setiap RT menggunakan dana pribadi.

“Istilahnya kami ini menuntut hak. Kalau ada yang mau di-fotokopi, kami juga yang keluarkan, yang saya sangat sayangkan itu pembayaran insentif RT terus ditunggak, coba dibayar terus, pasti pemerintah tidak terlalu berat,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPRD Tarakan Ahmad Usman mengatakan, berdasarkan hasil reses yang diperolehnya, setiap ketua RT mengemukakan ketidaksanggupan karena insentif yang terus tertunggak.

“Untuk itu, saya bersama Pak Rusli Jabba hadir untuk memfasilitasi setiap ketua RT bertemu langsung dengan Wali Kota Tarakan, tapi karena Pak Wali ada urusan lain, jadi diwakili,” katanya.

Melalui pertemuan tersebut, Wali Kota Tarakan diwakili oleh Bagian Keuangan BPKAD Kota Tarakan Siti Fatimah telah menjelaskan proses pencairan insentif yang dimulai dari SPM, SPD dan SP2D.

“Kalau SPD-nya sudah keluar, berarti kesiapan dananya sudah ada. Artinya tinggal proses administrasi saja. Jika kesiapan dananya sudah ada, SPD keluar disampaikan ke OPD dalam hal ini kecamatan, kemudian kecamatan mengeluarkan SPM, kemudian dikeluarkan SP2D,” jelas Ahmad.

“Kalau SPM sudah diterima, insyaallah secepat itu akan dicairkan melalui rekening kecamatan yang kemudian didistribusikan ke rekening ketua RT,” pungkasnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi pewarta, Siti Fatimah menolak untuk diwawancarai dengan alasan hak wawancara merupakan ranah kepala BPKAD Tarakan. “Enggak, nanti tunggu dari Pak Arbain (Kepala BPKAD) saja karena ini bukan ranah saya,” singkatnya. (*/shy/lim)

 

Ketua RT Capek Cek Rekening, Ancam Mogok

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 00:34

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:07

Proyek SPBE ‘Mati Suri’

TARAKAN – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kota Tarakan sempat bergulir…

Selasa, 16 Oktober 2018 17:02

Pemulangan Gelombang Kedua Berakhir

PALU - Wajahlebih ceria 32 warga Kaltara yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sigi, Palu dan Donggala,…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:50

Anak Juga Punya Hak Berpendapat

TARAKAN- Anak merupakan aset penerus bangsa yang sewajarnya memperoleh hak-haknya di dalam keluarga…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:36

Balado Kulit Pangsit

Pedas dan kriuk, humm gimana rasanya? Kulit pangsit yang digoreng dan dimasak dengan cabai yang diulek…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:35

Kacang Sembunyi Karamel

Suka dengan kue kacang sembunyi? Nah, kreasikan kacang sembunyi dengan bungkusan kulit pangsit. Tekstur…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:33

Lumpia Pangsit Isi Sayur

Gorengan yang disajikan dengan cabai rawit utuh, dimakan selagi masih hangat, gurih dan enaknya lumpia…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:31

Pie Pisang

Bumbu kacang selalu menjadi pilihan sebagai saus gorengan. Salah satunya saus pie pisang. Potongan pisang…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:30

Kudapan Ringan dari Kulit Pangsit

MAKANAN ringan kerap digemari saat bersantai. Salah satu bahan utama membuat camilan adalah kulit pangsit.…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:27

Jaksa Masih Pelajari Berkas

BERKAS kasus pencemaran nama baik Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie sudah diserahkan ke Kejaksaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .