MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Rabu, 03 Oktober 2018 18:23
Baznas Masih Andalkan Lombok, Sayur Organik dan Perikanan Darat
PROGRAM ZCD: Petani Baznas sedang menggemburkan lahan pertanian dalam program ZCD Baznas di Juata Laut dan Mamburungan Timur. Komoditas cabai besar yang dikembangkan Baznas Tarakan di Juata Laut (foto bawah).

PROKAL.CO, TARAKAN - Selain pendistribusian zakat, infaq dan sedekah kepada mustahik dalam bentuk penyaluran tunai, Baznas Tarakan juga mendistribusikannya dalam bentuk program pemberdayaan yang salah satunya adalah di bidang pertanian dan perikanan.

Program yang diberi label Zakat Community Development atau ZCD ini pertama kali diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Tarakan pada bulan September 2016 lalu. Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh Baznas Tarakan adalah di bidang pertanian berupa penanaman komoditas lombok, jagung, semangka, melon dan beberapa jenis sayuran. Di bidang perikanan berupa budi daya ikan kerapu melalui keramba laut dan perikanan darat.  Program ZCD Baznas Tarakan tahun 2018 telah dilaksanakan beberapa bulan lalu dengan jenis kegiatan penanaman lombok, pepaya,  jagung dan semangka.

Ada juga perikanan air tawar yang dikombinasikan dengan sayur organik. Misi yang diemban dari program pemberdayaan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan kesejahteraan petani.

Lokasi yang dipilih masih di sekitaran Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan Timur yaitu melanjutkan program yang sudah dilaksanakan sejak tahun-tahun sebelumnya.

Pihaknya masih memilih lokasi dan petani yang sama sejak dua tahun lalu. Ini dimaksudkan agar ada kesinambungan program yang berlanjut, sambil terus memantau peningkatan ekonomi dan kesejahteraan dari sasaran mustahik yang dibina Baznas.

Insya Allah kalau sudah ada perubahan peningkatan kesejahteraan petani tersebut barulah berpindah ke lokasi lain dengan petani yang lain juga," ungkap Pelaksana Program Baznas Tarakan, Juliansyah, SE.

Dikatakannya, jika pihaknya berpindah-pindah lokasi dengan berganti-ganti petani, agak sulit untuk  melakukan evaluasi apakah misi pemberdayaan ini mencapai target atau tidak. Sehingga dikhawatirkan nanti, lokasinya banyak, sasaran petani juga banyak, namun tidak ada yang tuntas dan tidak ada target yang tercapai.  

“Makanya, kami melaksanakan program secara parsial, bertahap, namun terus-menerus dan berkelanjutan sambil terus dievaluasi dan dimonitor," ujarnya.

Masih menurutnya bahwa program pemberdayaan ini terbuka untuk  umum artinya terbuka bagi partisipasi masyarakat yang ingin berdonasi dan berpartisipasi ikut mendukung bersama-sama menyukseskan progrm ini.  

"Berbagai pihak bisa berdonasi, baik secara tunai, dalam bentuk barang yang diperlukan ataupun dalam bentuk kerja sama program. Kami siap menerima kolaborasi program dengan pihak manapun untuk membantu masyarakat petani ini," pungkas Juliansyah. (adv/har)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .