MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Rabu, 03 Oktober 2018 18:10
Upaya Percepatan Pembangunan, Rektor UBT Studi Banding ke Itera

Akhir Tahun Ini Gedung STP akan Diresmikan

STUDI BANDING: Foto bersama saat kunjungan ke Itera Lampung.

PROKAL.CO, TARAKAN - Pembangunan sumber daya manusia yang andal tentunya tidak terlepas dari dukungan pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Demikian pula dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam menyiapkan lulusan-lulusan yang profesional dan berdaya saing, pembangunan infrastruktur merupakan hal pendukung.

Civitas akademika UBT terus bergerak cepat dalam menyiapkan percepatan pembangunan gedung. Salah satunya, dengan melakukan studi banding ke Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung.

 Rektor Universitas Borneo Tarakan  Prof. Dr. Adri Patton bersama Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Kabag Keuangan, Bendahara dan Tim Teknis telah melakukan kunjungan ke Institut Tekonolgi Sumatera (Itera), Lampung, Jumat (28/9).

Studi banding ini bagaimana proses pengelolaan dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) terkait pembangunan gedung laboratorium dan ruang kelas terpadu.

Rektor Itera Lampung Prof. Ir Ofyar Z Tamin mendapatkan apresiasi dari tiga menteri karena mampu menyelesaikan pembangunan gedung kuliah dan gedung laboratorium, dengan masing-masing gedung terdiri lima lantai dalam jangka waktu satu tahun.

 Adri Patton menjelaskan, pertengahan bulan ini,  Rektor UBT akan menandatangani alokasi dana SBSN sebesar Rp 56 miliar yang diperuntukkan pembangunan gedung laboratorium dan ruang kelas terpadu.

Sebelumnya desain sudah ada, lantai dua tingkat dan segala persyaratan administratifnya sudah disiapkan. Harapannya, akhir Oktober ini pihaknya sudah bisa melakukan proses lelang awal.

SBSN adalah proyek yang ditangani oleh tiga kementerian yakni Kemenristekdikti, Bappenas dan Menteri Keuangan.  “Saya selaku Rektor UBT sangat berterima kasih kepada Menristek, Bappenas, Menteri Keuangan dan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie yang juga selaku Ketua Dewan Pembina UBT yang tidak henti-hentinya memperjuangkan UBT,” ujar Prof Adri.

Ia berharap apa yang dilakukan ini bagaimana melakukan percepatan pembangunan di UBT. Salah satunya dalam waktu dekat pembangunan Science Tekno Park (STP)  yang direncanakan akhir tahun 2018 sudah selesai pengerjaannya dan akan segera diresmikan.

Demikian juga proyek SBSN terkait pembangunan gedung laboratoium dan ruang kelas terpadu yang ditargetkan  selesai pada tahun 2019.

“Kami berharap UBT ini menjadi fokus perhatian pemerintah, karena kami ada di perbatasan. UBT merupakan tempat atau univeristas yang menyiapkan tenaga-tenaga guru, keperawatan dan kebidanan yang bisa menangani masalah-masalah kekurangan yang ada di daerah perbatasan,” katanya.  Karena  itu, Rektor memohon dukungan dan doa kepada seluruh masyarakat Kaltara, khususnya pemerintah kabupaten/kota agar apa diupayakan ini bisa berjalan lancar dan terwujud dengan baik.

“Kunjungan di Lampung kami belajar berbagai macam, mulai persiapan administrasinya, time line-nya, persiapan DED, lelang, kontraknya dan lain-lain,” tuturnya.

“Proyek ini berbeda,  kalau dulu hanya ditangani dari satu kementerian, tapi untuk proyek SBSN ditangani tiga kementerian,” imbuhnya.

Rektor berharap pada kontraktor-kontraktor yang nantinya akan ikut lelang pada proyek SBSN ini adalah kontraktor yang profesional, yang mampu, mengerti dan memahami bahwa proyek ini bukan proyek yang bisa ditunda kemudian dilanjutkan tahun depannya.

“Ini akan diawasi langsung oleh tiga kementerian tersebut,” jelas Adri Patton.

 Pihaknya juga akan segera menandatangani MoU dengan Tim TP4D (Tim Pengawas Percepatan Proses Pembangunan Daerah) dari Kejaksaan Tarakan.

Dalam proses persiapan tersebut mulai dari lelang yang rencananya Oktober hingga November 2018 kami akan libatkan dari pihak kejaksaan secara penuh.

“Terkait kelancaran percepatan pembangunan semoga tidak ada kendala, persiapan administrasi sudah kami siapkan, lokasi tidak bermasalah, IMB sudah dalam proses. Begitupun Desain Enginering Detail (DED) sudah. Insya Allah tidak ada masalah,” tutup Prof. Adri Patton. (adv/app/har)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .