MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 03 Oktober 2018 13:19
Puluhan Pengungsi Termakan Hoaks
MENUNGGU EVAKUASI: Ribuan warga mengantre di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie untuk dibawa pesawat Hercules milik TNI keluar dari Palu, kemarin (2/10). REZA MANGANTAR/MANADO-POST/JPG

PROKAL.CO, TANGAN Widodo (47) gemetaran. Kondisinya lemas. Ia baru saja tiba di Bandara Juwata Internasional Tarakan, Senin (1/10) sekira pukul 15.00 WITA. Widodo kurang makan. Empat hari pasca gempa dan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) nasibnya tak jelas.

Bersama dengan ratusan pengungsi lain, Widodo berangkat dari Kota Palu atas bantuan pemerintah menumpang KM Lambelu. Ia pun tiba di Pelabuhan Malundung, Tarakan. Lantas, turun bersama sebagian pengungsi.

Saat tiba di Pelabuhan Malundung, salah seorang pengungsi mendapat informasi dari seseorang, jika ada bantuan berangkat menggunakan pesawat terbang yang disediakan salah satu maskapai penerbangan. Puluhan pengungsi tersebut beramai-ramai mendatangi Bandara bermaksud untuk ikut dalam penerbangan yang dimaksud. Namun ketika sampai di Bandara mereka terkejut karena informasi tersebut tidak benar adanya.

“Kami tadi tiba di pelabuhan jam 9 pagi, rencananya jam 4 nanti mau langsung ke Makassar lalu ke Surabaya. Lalu, ada teman yang bilang ada bantuan gratis naik pesawat. Tapi pas di sini (Bandara) ternyata kami disuruh beli tiket,” ungkapnya, kemarin (2/9).

Pengungsi yang lain tiba di Bandara menggunakan jasa angkot yang mereka bayar dengan sisa uang yang ada. Sebagian dari mereka tidak memiliki uang sekadar untuk makan.

“Uang terakhir kami untuk menyewa mobil supaya bisa sampai ke sini. Tapi kenyataannya begini, kami sudah tidak tahu mau makan apa,” terangnya.

Nuriati mengatakan, para pengungsi merasa tertipu atas informasi yang menyesatkan dari seseorang di Pelabuhan Malundung. Hingga saat ini, ia dan pengungsi lain tidak mengetahui harus melakukan apa, mengingat dirinya tidak memiliki sanak saudara di Kota Tarakan dan juga kapal yang mereka tumpangi sebelumnya sudah berlayar.

“Kami sudah susah, tambah dikasih susah. Saya belum makan dari tadi malam, ini bingung nanti mau makan apa dan ke mana. Kalau berangkat, jelas tidak bisa karena kami tidak memiliki uang lagi,” terangnya.

Persediaan air mineral yang mereka bawa semakin menipis sehingga mereka harus menggunakan air tersebut sehemat mungkin agar tidak kehausan di perjalanan.

“Ini baju kami sudah 4 hari sejak dari Pelabuhan Pantoloan belum diganti, dan sekarang air yang kami bawa sisa beberapa botol saja. Tinggal ini harapan kami mengganjal perut,” urainya.

“Jumlah kami sekitar 50 orang dari Palu. Di sini kami tidak memiliki siapa-siapa. Kami sudah bingung, mau bagaimana,” bebernya.
Sementara itu, Airport Manager Lion Air Tarakan Muhammad Arif terkejut mendapati pengungsi yang ingin diberangkatkan secara gratis. “Yang jelas kalau dari Lion Air, kami tidak tahu kalau mereka akan datang, artinya itu tiba-tiba karena kami juga tidak pernah membuat program seperti itu. Katakanlah program berangkat gratis atau tiket murah itu tidak ada. Karena tahu-tahu datang di Bandara dengan jumlah yang besar,” tuturnya.

Meski demikian Arif turut prihatin atas penyebaran informasi hoaks kepada pengungsi tersebut. Meski demikian, ia tidak bisa berbuat banyak dan tetap menjalankan pelayanan sesuai prosedur yang ada.

“Kami prihatin atas kejadian ini. Karena merrka juga termasuk korban, kan? Tapi. Mau bagaimana lagi kami memang itu pernah ada program seperti mereka katakan. Dan dengan hormat kami hanya melayani penerbangan sesuai prosedur,” terang Arif.

Dari pantauan media ini, pengungsi yang tiba di Tarakan sebanyak 86 orang. Rencananya diberangkatkan hari ini dengan kapal laut.

 

BELUM TERIMA BANTUAN LOGISTIK

Para pengungsi di sejumlah posko pengungsian saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik. Termasuk pelajar dan mahasiswa Kabupaten Nunukan yang kini berada di Jalan SIS Al Jufri, Kompleks  Alkhairaat, Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat.

“Belum ada sama sekali bantuan ini. Tapi, pihak yayasan mengaku masih mampu menampung kami jika memang bantuan dari luar tidak ada,” kata Muhammad Azri bin Shamsuddin, mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, asal Sebatik.

Ia mengatakan, sejak terjadinya gempa disusul gelombang tsunami pada Jumat sore lalu itu, aktivitas perekonomian di Kota Palu mendadak lumpuh. Toko-toko yang sedianya menyediakan bahan makanan pokok kini tutup. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengalami kerusakan akibat penjarahan yang terjadi.

Bahan logistik yang diharapkan tiba ke lokasi pengungsian sampai saat ini belum ada. “Kami juga heran. Kenapa sampai sekarang, sudah 4 hari pasca gempa, bantuan belum tiba. Padahal, tempat kami ini aksesnya masih terhubung dengan bandara dan pelabuhan,” akunya saat dihubungi.

Mantan Ketua Ikatan Pelaja Mahasiswa Kabupaten Nunukan (IPMKN) Palu Basran mengaku telah menerima informasi jika Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan sedang bersiap-siap menuju lokasi bencana untuk memulangkan para pelajar. Hanya, terputusnya jalur menuju lokasi bencana akhirnya batal dilakukan.

“Sebenarnya mau dievakuasi, tapi informasinya, akses Palu-Pantoloan belum dilalui kendaraan. Makanya tidak dapat dilakukan,” ungkapnya.

Syahruddin, salah seorang keluarga korban di Sebatik mengaku, pelajar saat ini sudah sangat menginginkan keluar dari lokasi bencana. Kondisinya sangat memprihatinkan. Jangankan mereka sebagai pendatang, warga setempat  banyak yang ingin meninggalkan Palu dan Donggala. Jadi, sangat wajar jika pelajar dan mahasiswa itu ingin pulang. “Jadi, sangat diharapkan Pemerintah Daerah Nunukan dapat berbuat sesuatu agar para pelajar ini bisa kembali ke Nunukan dulu,” bebernya.

 

BANDARA SAMS SEPINGGAN BUKA POSKO

Beragam bala bantuan dikerahkan untuk mempercepat penanganan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng). Selain bantuan pokok seperti makanan dan pakaian, perlu juga personel bantuan untuk memperbaiki fasilitas bandara yang rusak akibat gempa. Hal ini yang membuat Angkasa Pura (AP) I Balikpapan mengirimkan tim pada Selasa (2/10).  

General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Farid Indra Nugraha menuturkan, perbaikan dan pengamanan di Bandara Mutiara SIS Al Jufrie Palu, perlu dilakukan secepatnya. AP I mengirimkan sebanyak 12 orang. Mereka terdiri dari 5 orang Aviation Security(Avsec), 6 orang Airport Rescue Fire Fighting, dan 1 orang teknisi untuk membantu memperbaiki fasilitas bandara. Selain mengirim personel, AP I juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa dan Tsunami Sulteng sejak Jumat (28/9).

Posko ini berada di area keberangkatan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Fungsinya memastikan informasi dan pusat monitor kedatangan pengungsi dari Palu di Bandara SAMS Sepinggan. Farid menuturkan, pengungsi dari Palu yang datang di Bandara SAMS Sepinggan langsung ditangani untuk bertemu dengan keluarganya. Contohnya 32 orang pengungsi dari Palu yang mendarat dengan pesawat Wings Air pukul 10.30 WITA. Serta Nusantara Air Charter pukul 13.20 WITA, Senin (1/10).

“Sementara pengungsi yang berasal di luar Balikpapan, kami bantu untuk pemesanan tiket dengan bekerja sama pihak airlines (maskapai)," jelasnya.

Sebagian besar menuju Surabaya. Selain mengirimkan tim, manajemen Bandara SAMS Sepinggan juga mengirimkan bantuan logistik yang sudah berlangsung dalam dua tahap. Pertama, pengiriman barang dan makanan dengan total bantuan senilai Rp 23.990.000. Di mana, bantuan sebanyak 170 koli ini terbagi dalam makanan 150 koli dan 20 koli popok.

Bantuan sudah dikirim menggunakan Wings Air tipe ATR 72 dengan misi kemanusiaan dari Balikpapan menuju Palu.

Kemudian pemberian bantuan tahap kedua dilakukan pada Selasa (2/10). AP I mengirim bantuan sebesar Rp 20 juta. Farid menyebutkan, bantuan ini berupa barang dan makanan yang dapat langsung dimanfaatkan korban gempa dan tsunami. “Ada juga bantuan keperluan sehari-hari seperti popok bayi dan obat-obatan," katanya.

Sementara itu, bantuan yang dikirim melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan masih terus dilakukan pengiriman yang juga merupakan sumbangan dari instansi-instansi, perorangan maupun perusahaan Kota Balikpapan. "Saya harapkan, korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng dapat tertangani, bantuan yang terkirim dapat tersalurkan sesuai harapan,” pungkasnya.

 

AKSES KE DONGGALA MULAI TERBUKA

Pemulihan kondisi akses jalan pasca gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala menjadi salah satu dari empat fokus Kementerian PUPR di samping membantu evakuasi korban, penyediaan air bersih dan sanitasi serta pembersihan kota.

Kelancaran konektivitas sangat penting bagi mobilitas orang dan distribusi bantuan agar bisa sampai ke lokasi-lokasi pengungsian di Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akses jalan nasional ke Kota Palu melalui Lintas Barat, Timur, dan Tengah telah terbuka seluruhnya. Jalur lintas barat yakni ruas jalan Palu–Pelabuhan Pantoloan–Tolitoli–Buol sepanjang 546 km dan Ruas Palu–Donggala–Pasangkayu–Mamuju sepanjang 420 km.

Sementara jalur lintas tengah yakni ruas Palu–Napu–Poso sepanjang 427 km dan Palu–Kebon Kopi–Parigi–Poso sepanjang 220 km. Untuk Lintas Timur melalui ruas Palu–Kebon Kopi–Marisa–Gorontalo sepanjang 607 km.

“Salah satu ruas krusial yakni Kota Palu–Kabupaten Parigi yang menjadi jalur utama dari utara Sulawesi menuju Palu di mana terdapat daerah dataran tinggi yang rawan longsor yakni di Kebon Kopi,” kata Basuki.

Rekonstruksi ruas jalan Kota Palu-Kabupaten Parigi sepanjang 48 km dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV, Ditjen Bina Marga. Basuki mengatakan akan dilakukan penguatan tebing dengan teknologi geotrip dan geometric tanam yakni berupa tumbuhan. 

“Teknologi ini ramah lingkungan sehingga menjadi green infrastruktur dan memiliki daya tarik wisata. Selain dilakukan perkuatan tebing juga dilakukan perbaikan badan jalannya,” ujar Basuki.

Pekerjaan Paket IA dan IB penanganan longsoran Kebon Kopi berupa penanganan geometrik lereng dari awalnya kemiringan 70 derajat menjadi 55 derajat, manajemen drainase lereng sehingga air turun tidak membebani lereng, penggunaan geogrid untuk menahan jatuhnya batuan, kemudian geomed berupa media tanam untuk mengontrol erosi dan sebagai tempat tumbuhnya tumbuhan. Pekerjaan kedua paket ini akan rampung pada akhir 2018.

Sedangkan untuk paket IIA dan IIB telah dilakukan penandatanganan kontrak pada 25 September 2018 dan akan rampung pada Desember 2019. Anggaran Paket IA sebesar Rp 123 miliar, Paket IB Rp 74 miliar, Paket IIA sebesar Rp 11 miliar dan Paket IIB yakni Rp 122 miliar.

Penanganan yang dilakukan berupa penanganan geometrik sehingga lebih landai, serta manajemen drainase lereng sehingga air turun tidak membebani lereng, penggunaan geogrid untuk menahan jatuhnya batuan, kemudian geomed berupa media tanam untuk mengontrol erosi dan sebagai media tumbuh tanaman.

Basuki menambahkan, Kementerian PUPR juga akan melakukan perbaikan 2 jembatan rusak pada ruas jalan nasional di Towalen dan Toboyo dan Jembatan Kuning. Mengingat fungsi Jembatan Kuning sebagai ikon Kota Palu, jembatan ini akan ditangani Kementerian PUPR diawali dengan pengecekan struktur jembatan dan desain ulang.

Di Kota Palu juga dilakukan perbaikan jalan yang retak dengan cara pengupasan/scrapping dan patching. “Untuk pengerjaannya dilakukan mobilisasi alat berat 1 unit ekskavator, 1 loader, dan 2 dump truck,” kata Basuki.

Sementara itu Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa walaupun tidak bisa diakses, 3 kabupaten sekitar Palu bukan berarti tidak tertangani. Ia mengatakan bahwa seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bekerja melakukan penanganan, juga unsur TNI, Polres setempat, maupun Satpol PP. “Kami mendapat info kalau hari ini (kemarin, Red) Donggala sudah bisa ditembus. Sigi dan Parigi juga. Cuma Donggala bagian utara belum tersentuh,” katanya.

Begitu tim gabungan sampai di tiga kabupaten tersebut, prioritas pertama adalah evakuasi korban. Sutopo menyebut bahwa alat alat berat sudah dimobilisiasi. “Nanti ada bantuan tim dari perusahaan pertambangan yang expert dalam penanganan bangunan runtuh,” jelasnya.

Jika jalur sudah terbuka, Sutopo mengatakan logistik akan segera disalurkan. Baik lewat darat hingga lewat udara. “Sudah ada 3 helikopter water bombing punya BNPB. Nanti logistik akan diantarkan dengan cara airdrop,” katanya.

 

TANGKAP 45 PELAKU PENJARAHAN

Penjarahan yang merajalela pasca gempa Palu ditindak tegas oleh Polri. Khususnya, pelaku penjarahan yang bukan untuk kepentingan bertahan hidup. Sebanyak 45 pelaku pencurian ditangkap petugas.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, laporan terakhir dari Polda Sulteng diketahui ada sejumlah penjarahan atau pencurian yang terjadi. Seperti, Mal Tatura, sejumlah titik ATM, Gedung Adira, berbagai toko bukti di Anjungan Nusantara. “Namun, Polri bergerak mencegah penjarahan tersebut,” ungkapnya.

Dari semua lokasi itu telah diamankan 45 orang pelaku pencurian atau penjarahan. Ada berbagai barang bukti yang didapatkan dalam upaya penjarahan itu, dari linggis, obeng, kunci T, sepeda motor, palu dan mesin ATM. “Kemarin kan saya bilang kalau makanan diberikan toleransi, kalau yang diambil mesin ATM, speaker, apa ya mau dimakan juga? Kami tindak tegas,” keluhnya.

Menurutnya, penjarahan yang meluas itu bukanlah dampak pemerintah memperbolehkan mengambil bahan pangan di mini market. Melainkan karena kondisi dan situasi yang ekstrem pasca gempa. “Kita lihat ini spontan, atau malah ada yang mengkoordinir,” terangnya.

Tentunya, pengamanan terhadap sejumlah lokasi yang potensial dijarah dilakukan. Menurutnya, penambahan personil terus dilakukan untuk memberikan stabilitas keamanan sekaligus membantu evakuasi. “Ini langkah agar tidak meluas juga,” urainya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan penjarahan yang terjadi itu karena korban mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan. Apalagi saat itu jumlah petugas keamanan masih belum banyak. Saat ini sudah hampir 3.000 polisi dan tentara untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

“Pasti tidak boleh dong, masa boleh menjarah. Enggak boleh apapun. Dan itu sudah dibantah dijelaskan oleh Bapak Mendagri bahwa tidak begitu,” ujar JK.

Para penjarah itu akan ditindak sebagai pelaku kriminal. Tapi, JK akan memantau perkembangan situasi. Misalnya dengan cara melacak para pelaku penjarahan. “Setidak-tidaknya dikembalikan. Tidak ada gunanya juga ambil TV,” tambah dia.

Sementara Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menjelaskan bahwa Polri juga fokus untuk menyelidiki hilangnya alat pendeteksi tsunami di pantai sekitar Palu. Perlu dicek apakah hilangnya sebelum tsunami atau setelah tsunami. “Kalau sebelumnya, siapa ini? Berapa yang hilang?” ungkap mantan Kabareskrim tersebut.

Persoalan utama pasca gempa di Palu, lanjutnya, adalah transportasi. Di mana jalur darat terputus hingga bantuan dari luar sulit untuk masuk. “Tapi, Polri dan TNI terus berupaya memanfaatkan alat berat di daerah yang ada untuk membuka jalur. Tapi, kendala bahan bakar juga mengadang. Sekarang jalur sudah mulai terbuka dan semua bisa masuk,” paparnya.

Setyo menambahkan, selain menggunakan alat berat, Polri juga berupaya menembus daerah-daerah yang masih terisolasi dengan sepeda motor. “Jalau longsong hancur, kami usahakan masuk dengan kendaraan apapun. Kalau kendaraan besar tidak bisa, sepeda motor,” ujarnya.

Memang ada helikopter yang bisa digunakan dalam upaya pemulihan pasca gempa. Setidaknya ada dua helikopter Polri yang saat ini digunakan. “Masalahnya itu bahan bakarnya, kalau ke Palu tidak ada bahan bakar. tidak bisa balik lagi,” tuturnya. (*/zac/oya/tau/idr/jun/gel/riz/k15/lim)

 

 

 

DAMPAK GEMPA TSUNAMI PALU-DONGGALA

PER 2 OKTOBER 2018

 

KORBAN JIWA

-       1.234 orang. Tersebar di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

-       Meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan tsunami.

-       Identifikasi dilakukan melalui DVI, face recognition dan sidik jari.

 

LUKA BERAT

-       799 orang, dirawat di sejumlah rumah sakit.

 

KORBAN HILANG

-       99 orang.

-       Tersebar di Pantoloan, Donggala, Palu, Pasar Wani, Jalan Kijang, Jalan Roja Moici, Jalan Muhammad Hatta, Patung Kuda dan Kampung Nelayan.

 

KORBAN TERTIMBUN

-       152 orang.

 

PENGUNGSI

-       61.867 jiwa tersebar di 109 titik.

 

RUMAH RUSAK

-       65.733 unit.

 

BELUM TERDATA

-       Korban yang tertimbun di Petobo, Kabupaten Sigi dan Balaroa, Palu.

 

KEBUTUHAN DASAR YANG BELUM TERPENUHI

-       Tenda, selimut, matras, veltbed.

-       Makanan dan minuman.

-       Pelayanan kesehatan.

-       Air bersih, sanitasi, MCK.

-       Trauma healing.

-       Sandang.

 

PRIORITAS PENANGANAN DARURAT BNPB

-       Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban.

-       Penanganan medis dan jenazah.

-       Percepatan pemulihan jaringan listrik.

-       Percepatan pasokan BBM.

-       Distribusi logistik dan permakanan untuk pengungsi.

-       Percepatan jaringan komunikasi.

-       Koordinasi penerimaan bantuan asing.

-        

EVAKUASI WARGA NEGARA ASING

-       122 orang WNA. Dari Singapura, Belgia, Korea Selatan, Perancis, Spanyol, Malaysia, Vietnam, Thailand, Tiongkok, Sri Lanka, Belanda, Jerman, Swiss, Timor Leste, Hongkong.

 

SUMBER: BNPB

 

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri…

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…

Kamis, 13 Desember 2018 13:14

Labkesda Berpeluang Terakreditasi

TARAKAN - Tahun ini Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan…

Kamis, 13 Desember 2018 13:13

YUK YANG MINAT..!! Pemerintah Jepang Tawarkan Beasiswa

TARAKAN- Pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi kembali diberikan. Kali ini…

Kamis, 13 Desember 2018 13:11

Gas Sei Menggaris Mampu Bertahan 25 Tahun

TARAKAN - Pasokan gas di Sei Menggaris sampai saat ini…

Kamis, 13 Desember 2018 11:56

Ditsabhara dan Ditpamobvit Gelar Rakernis

TARAKAN - Menghadapi Pemilu 2019 Polda Kalimantan Utara terus meningkatkan…

Kamis, 13 Desember 2018 11:54

Masih Ada Parpol Tak Pasang APK

TARAKAN - Meski telah melakukan proses penyerahan alat peraga kampanye…

Kamis, 13 Desember 2018 11:49

Dua Terdakwa Sabu 3,9 Kg Saling Membantah dalam Persidangan

TARAKAN – Sidang lanjutan dua terdakwa perkara sabu 3,9 kg…

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .