MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Oktober 2018 13:58
Bawaslu Tambah Relawan Pengawas

50 Pelajar Dikerahkan, Ajarkan Netralitas Dalam Pemilu

TERUS DIAWASI: Memasuki tahapan masa kampanye. Bawaslu Tarakan menambah relawan pengawas untuk membantu mengawasi jalannya proses pemilu. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Sadar akan kurangnya personel pengawasan pemilu, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus ‘memutar otak’ mencari tambahan relawan. Salah satunya dengan mengerahkan  sejumlah pemuda yang ada di Bumi Paguntaka.

Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan bimbingan teknis terhadap relawan pengawas pemilu, hal tersebut dilakukan untuk mengasah setiap relawan agar mudah mengetahui tentang dugaan pelanggaran pemilu.

"Jadi tak hanya mahasiswa, tapi pemuda, dan pelajar pun kami bimtek untuk menjadi bagian dari kami, makanya kami namakan relawan pengawas pemilu," katanya.

Dalam proses bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan Bawaslu terhadap relawan muda menjelaskan tentang dasar-dasar pengawasan, proses dan tindaklanjut penanganan pelanggaran, serta memperkenalkan 16 parpol yang menjadi peserta Pemilu 2019.

Untuk mengajarkan anak muda dalam bersifat netral saat pemilu, menurut Sulaiman dibutuhkan penanaman jiwa nasionalisme. Pasalnya jiwa nasionalisme pemuda Indonesia saat ini mengalami kemunduran, untuk itu jika seseorang tidak memiliki jiwa nasionalisme, maka dipastikan telah memiliki jiwa individualistik sehingga hanya memikirkan diri sendiri.

"Kalau memikirkan jiwa orang banyak, otomatis pasti terpanggil untuk menyingkirkan hal-hal yang akan merugikan negara, seperti money politic, dan sebaginya. Kalau berjiwa nasionalis, maka pasti menolak adanya money politic yang nyata-nyata bisa merusak bangsa dan moral Indonesia," jelasnya.

Kasus money politic memang tak begitu berefek saat di awal. Namun Sulaiman percaya bahwa kasus money politic yang dibiarkan terjadi, akan mengakar dan menjadi sebuah kebiasaan hingga menghancurkan masa depan bangsa.

"Bayangkan kalau sebelum terpilih, si calon sudah banyak keluarkan uang. otomatis kalau sudah duduk (terpilih) maka pasti akan memikirkan bagaimana caranya biar uangnya kembali," bebernya seraya menambahkan, Bawaslu pun mengerahkan 50 pelajar, pemuda dan mahasiswa untuk menjadi relawan pengawas pemilu tambahan. (*/shy/zia)


BACA JUGA

Senin, 22 Juli 2019 10:33

Perlu Dukungan Infrastruktur Memadai

Perkembangan pesat tren belanja melalui sistem online secara tidak langsung…

Senin, 22 Juli 2019 10:32

Edukasi Masyarakat lewat Pawai Pembangunan

TARAKAN – Berbicara soal pawai pembangunan, tidak hanya sekadar keramaiannya.…

Senin, 22 Juli 2019 10:31

Tewas di Kolam, Dalami Penyebab Kematian

SEORANG anak berinisial DY (12) didapati meninggal dunia di sebuah…

Senin, 22 Juli 2019 10:27

Kristen Ortodoks Belum Ditemukan

TARAKAN- Munculnya ajaran Kristen Ortodoks di Indonesia, menjadi perhatian khusus…

Senin, 22 Juli 2019 10:26

Eksploitasi Migas di Sembakung Menjanjikan

TARAKAN – Sejumlah daerah di Kaltara, seperti Sembakung, Kabupaten Nunukan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Parah, Pemadaman Listrik hingga 24 Jam

TARAKAN - Pemadaman bergilir selama 3 hari di kota Tarakan…

Senin, 22 Juli 2019 10:18

Penyidik Sudah Tetapkan Tersangka

TARAKAN - Setelah perkara dugaan korupsi pengadaan lahan kantor Kelurahan…

Senin, 22 Juli 2019 10:17

Jalan Rusak Meresahkan

TARAKAN - Banyaknya kerusakan jalan yang terdapat di RT 16…

Senin, 22 Juli 2019 09:38

Pemda Harusnya Jadi Penengah

TARAKAN - Ratusan warga Pantai Amal Baru Sabtu (20/7) pagi…

Senin, 22 Juli 2019 09:37

Kekurangan Daya Sisa 13 MW

TARAKAN – Warga menyayangkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*