MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Oktober 2018 13:58
Bawaslu Tambah Relawan Pengawas

50 Pelajar Dikerahkan, Ajarkan Netralitas Dalam Pemilu

TERUS DIAWASI: Memasuki tahapan masa kampanye. Bawaslu Tarakan menambah relawan pengawas untuk membantu mengawasi jalannya proses pemilu. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN- Sadar akan kurangnya personel pengawasan pemilu, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus ‘memutar otak’ mencari tambahan relawan. Salah satunya dengan mengerahkan  sejumlah pemuda yang ada di Bumi Paguntaka.

Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan bimbingan teknis terhadap relawan pengawas pemilu, hal tersebut dilakukan untuk mengasah setiap relawan agar mudah mengetahui tentang dugaan pelanggaran pemilu.

"Jadi tak hanya mahasiswa, tapi pemuda, dan pelajar pun kami bimtek untuk menjadi bagian dari kami, makanya kami namakan relawan pengawas pemilu," katanya.

Dalam proses bimbingan teknis (bimtek) yang dilakukan Bawaslu terhadap relawan muda menjelaskan tentang dasar-dasar pengawasan, proses dan tindaklanjut penanganan pelanggaran, serta memperkenalkan 16 parpol yang menjadi peserta Pemilu 2019.

Untuk mengajarkan anak muda dalam bersifat netral saat pemilu, menurut Sulaiman dibutuhkan penanaman jiwa nasionalisme. Pasalnya jiwa nasionalisme pemuda Indonesia saat ini mengalami kemunduran, untuk itu jika seseorang tidak memiliki jiwa nasionalisme, maka dipastikan telah memiliki jiwa individualistik sehingga hanya memikirkan diri sendiri.

"Kalau memikirkan jiwa orang banyak, otomatis pasti terpanggil untuk menyingkirkan hal-hal yang akan merugikan negara, seperti money politic, dan sebaginya. Kalau berjiwa nasionalis, maka pasti menolak adanya money politic yang nyata-nyata bisa merusak bangsa dan moral Indonesia," jelasnya.

Kasus money politic memang tak begitu berefek saat di awal. Namun Sulaiman percaya bahwa kasus money politic yang dibiarkan terjadi, akan mengakar dan menjadi sebuah kebiasaan hingga menghancurkan masa depan bangsa.

"Bayangkan kalau sebelum terpilih, si calon sudah banyak keluarkan uang. otomatis kalau sudah duduk (terpilih) maka pasti akan memikirkan bagaimana caranya biar uangnya kembali," bebernya seraya menambahkan, Bawaslu pun mengerahkan 50 pelajar, pemuda dan mahasiswa untuk menjadi relawan pengawas pemilu tambahan. (*/shy/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 11:02

Empat Partai Kejar-kejaran

TARAKAN – Data Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di Sistem Informasi…

Sabtu, 20 April 2019 11:00

Memperingati Sekaligus Menaikkan Rasa Syukur

TARAKAN – Perayaan Jumat Agung dalam memperingati kematian Tuhan Yesus…

Sabtu, 20 April 2019 10:57

Rencana UNBK pada Tingkatan SD

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, berencana menerapkan sistem Ujian…

Sabtu, 20 April 2019 10:35

Pergi Mandi, Dua HP Raib

TARAKAN – Kelalaian dari masyarakat akan menjadi kesempatan bagi pelaku…

Sabtu, 20 April 2019 10:33

Berharap Alokasi Anggaran Terealisasi

TARAKAN – Menikmati jalan mulus belum sepenuhnya dirasakan warga RT…

Sabtu, 20 April 2019 10:08

2020, Optimistis Layani e-ID

TARAKAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan, optimistis…

Sabtu, 20 April 2019 10:04

UNBK dan USBN Dilaksanakan Bersamaan

TARAKAN - Sebanyak 30 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan…

Sabtu, 20 April 2019 09:53

Warga Kerap Terganggu Aroma Sampah

TARAKAN - Keberadaan depo sampah yang terletak di area strategis…

Kamis, 18 April 2019 09:49

Di Kaltara, Jokowi-Amin Unggul 20-an Persen

Hasil sejumlah quick count nasional mengunggulkan pasangan calon presiden dan…

Kamis, 18 April 2019 09:47

Ratusan Surat Suara Tertukar

TERTUKARNYA ratusan surat suara terjadi di beberapa tempat pemungutan suara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*