MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Oktober 2018 13:52
Minim Hiburan, Anggap Murah Meriah

Antusias Warga Tana Tidung Menonton Atraksi Reog

ANTUSIAS: Sejumlah warga Tana Tidung saat menyaksikan pertunjukan kesenian reog. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, SEBAGAI manusia tentunya seseorang membutuhkan apa yang disebut dengan hiburan. Ada beragam jenis hiburan yang dapat dijadikan pilihan masyarakat. Salah satunya adalah kesenian tradisional yang disebut dengan “Reog”.

RIKO, TANA TIDUNG

Reog, kesenian tradisional  asal Jawa yang masih banyak diminati masyarakat  dari seluruh kalangan. Selain menghibur, juga dianggap murah meriah. Seperti pertunjukan pentas seni budaya Reog Ponorogo yang berlangsung di halaman kantor Baznas Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum lama ini. Ratusan warga tampak memadati lapangan hanya untuk menyaksikan atraksi pertunjukan reog. Mulai dari anak-anak hingga dewasa berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan ini.

Kardi (55) Ketua Paguyuban Kuluarga Jawa (Pakuwaja) Tana Tidung mengatakan, mereka bersama dengan tim lainnya sengaja mengadakan  kegiatan tersebut menyambut bulan Muharram sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan serta melestarikan budaya leluhur dan berperan aktif serta mendukung pembangunan di Bumi Upun Taka.

"Kami adakan pertunjukan agar semua orang mengetahui bahwa kesenian reog ini memang asli Indonesia. Kami berterima kasih atas antusias warga KTT yang berdatangan ke lapangan ini. Luar biasa respons masyarakatnya,” ungkap Kardi kepada Radar Tarakan, Minggu (30/9) malam.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya sendiri akan tetapi membuka mata dunia bahwa reog memang asli milik Indonesia. “Dulu sempat ada negara yang mengklaim bahwa reog bukan berasal dari Indonesia, mulai saat itu kami sadar bahwa harus ada penerus untuk terus melestarikan reog ponorogo,” ujarnya

Sementara itu, Camat Sesayap Hasril mengatakan, dirinya senang jika ada pementasan seperti ini di kecamatan yang dipimpinnya tersebut. Karena membawa berkah bagi para pedagang dan masyarakat. “Untuk pementasan yang memang hanya satu hari tentunya memberikan tontonan yang menarik dan mendidik, kerena memang warga Kecamatan Sesayap rindu akan hiburan-hiburan tradisional dan hiburan lainnya semacam ini,” ujar Tomi.

Devi (36) salah seorang penonton yang menyaksikan reog mengatakan, dirinya sengaja datang ke lapangan ini untuk menyaksikan penampilan reog.“ Karena minimnya hiburan di KTT ini membuat kami antusias menonton reog ini, selain unik sambungnya reog juga membutuhkn keahlian khusus karena penarinya menggunakan gigi sebagai penopang reog. Maka dari itu apapun jenis hiburannya pasti ramai ditonton warga karena tidak ada lagi sudah hiburan,” ujarnya sambil tertawa.

Kapolsek Sesayap Iptu Hadi Sucipto yang hadir menyaksikan pagelaran tersebut, kepada awak media ini manyampaikan, setidaknya ada tiga Paguyuban Reog Ponorogo yang ada di Kabupaten Tana Tidung ini yang memperagakan sejumlah tarian dan atraksi. “Pagelaran seni Reog Ponorogo, menjadi tontonan yang menghibur bagi warga, karna minimnya hiburan masyarakat sehingga reog menjadi antusias masyarakat,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, semoga dengan pagelaran ini warga dapat terhibur dan kegiatan ini juga menjadi pererat tali silahturahmi antar sesama. “Keterangan dari pihak penyelenggara, pagelaran tersebut dalam rangka menyambut bulan muharram,” terang Kapolsek. Dalam pagelaran itu, sejumlah warga Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap yang didominasi anak-anak dan remaja dan orang tua, tumpah ruah menyaksikan pagelaran reog tersebut. (***)

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .