MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 02 Oktober 2018 11:31
Belum Lengkap, Berkas ASN Cabul Dikembalikan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Berkas kasus oknum aparatur sipil negara (ASN) di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Nunukan yang tersandung kasus cabul, dikembalikan Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan ke Polres Nunukan.

Itu dilakukan lantaran masih adanya kekurangan dalam berkas yang sudah pernah dilimpahkan pada Kamis (30/8) lalu ke Kejari Nunukan. Karena kurang lengkap, berkas pun dikembalikan ke penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nunukan dengan sejumlah petunjuk dari Jaksa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Nunukan, Andi Saenal kepada media ini, ketika ditanyakan perkembangan berkas ASN tersebut yang sudah bergulir di Kejari Nunukan. Ia pun mengungkapkan, berkas dikembalikan dengan sejumlah petunjuk hukum dari pihaknya. “Ya, kami kembalikan pekan kemarin karena ada kekurangan. Penyidik harus kembali teliti dan melengkapi berkasnya dengan petunjuk dari Jaksa terkait petunjuk hukum formil dan materil,” ungkap Andi kepada pewarta harian ini kemarin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP M. Ali Suhadak membenarkan pelimpahan kembali berkas ASN cabul tersebut. Ia menjelaskan, penyidik sedang berusaha melengkapi petunjuk dari Jaksa.

Ia memastikan, pekan ini berkas ditargetkan akan dikembalikan lagi ke Kejari Nunukan dengan sudah dalam keadaan benar-benar lengkap. Ia optimis penyidik segera melengkapi kekurangan dalam sepekan. “Segera kami limpahkan kembali dalam keadaan sudah benar-benar lengkap. Jadi tidak akan dikembalikan lagi. Kami optimistis pasti sudah lengkap,” beber Ali.

Untuk diketahui, oknum ASN tersebut ditahan pada 28 Juli lalu lantaran melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya sejak 2016 lalu. Untuk memuluskan aksinya, pelaku memanfaatkan kondisi saat korban sedang tidur.

Perilaku bejat pria berinisial IK tersebut, membuat korbannya hamil hingga dua kali, kemudian kehamilan korban berhasil digugurkan. Setelah diperiksa, oknum ASN berinisial IK tersebut mengakui segala perbuatan yang melanggar hukum. Khususnya dugaan pencabulan dan ancaman pembunuhan. Sementara dugaan aborsi masih didalami, apakah menggunakan orang lain atau diinisiasi pelaku sendiri. Atas perbuatannya, IK terancam melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (raw/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*