MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 01 Oktober 2018 16:48
Nelayan Tak Bisa Prediksi Cuaca, Ngga Tau Ada Tsunami
KESULITAN: Salah satu kendala yang dikeluhkan nelayan yakni penentuan arah mata angin saat akan melaut. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tsunami yang terjadi di Palu memang tidak berpengaruh terhadap keadaan gelombang laut di Kota Tarakan. Namun, yang menjadi permasalahan nelayan saat ini ialah penentuan arah angin yang sulit diprediksi, apalagi setelah terjadinya tsunami di Palu.

“Sebelum terjadi tsunami, memang cuaca di sini (Tarakan) tidak bersahabat, mungkin karena faktor alam. Kejadian tsunami memang tidak terlalu berpengaruh di Tarakan. Tapi angin yang menjadi persoalan kami, sehingga kami tidak bisa apa-apa,” ungkap Rustam, Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Tarakan.

Saat terjadinya gempa di Palu yang juga terasa sampai di Kaltara, Rustam mengatakan bahwa pihaknya sedang berada di laut untuk menjala ikan. Meski terjadi gempa, setiap nelayan masih tenang dan aman sebab gempa tersebut tidak berpengaruh terhadap angin dan gelombang laut.

Untuk diketahui, waktu melaut bagi nelayan sangat terbatas, yakni hanya 14 hari dalam satu bulan. Untuk itu, jika waktu tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka setiap nelayan akan kesulitan untuk mendapatkan penghasilan.

Akibat cuaca yang tak menentu, membuat pihak nelayan semakin kesulitan dalam mengatur perekonomian rumah tangga, apalagi dengan gelombang dan angin yang selalu menghampiri nelayan secara tiba-tiba saat sedang melaut, membuat para nelayan takut untuk melaut.

“Kalau di daratan memang angin tidak begitu terasa, tapi di laut luar biasa terasa. Kalau tidak hati-hati, bisa membahayakan nyawa,” tuturnya.

Untuk mempermudah waktu melaut, setiap nelayan memiliki trik berlayar masing-masing, seperti menggunakan alat tangkap yang hanya dapat difungsikan siang hari, malam hari,bahkan siang hingga malam hari. Nah, jika perekonomian nelayan semakin menurun, maka nelayan biasanya bersikap nekat untuk melaut.

Agar setiap nelayan yang melaut aman, Rustam mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat mengantisipasi bahaya, dan mengatur alat navigasi sebaik mungkin, serta menggunakan alat pengaman misalkan life jacket.

“Jadi harus bisa menjaga diri sendiri, harus sadar akan keselamatan. Kalau tidak, bisa bahaya apalagi dengan cuaca seperti ini,” pungkasnya. (*/shy/zia)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:16

Tarakan Jorok, Adipura Lepas, TPA Over

TARAKAN – Kota Tarakan, satu dari empat kota lain di…

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*