MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 01 Oktober 2018 16:48
Nelayan Tak Bisa Prediksi Cuaca, Ngga Tau Ada Tsunami
KESULITAN: Salah satu kendala yang dikeluhkan nelayan yakni penentuan arah mata angin saat akan melaut. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tsunami yang terjadi di Palu memang tidak berpengaruh terhadap keadaan gelombang laut di Kota Tarakan. Namun, yang menjadi permasalahan nelayan saat ini ialah penentuan arah angin yang sulit diprediksi, apalagi setelah terjadinya tsunami di Palu.

“Sebelum terjadi tsunami, memang cuaca di sini (Tarakan) tidak bersahabat, mungkin karena faktor alam. Kejadian tsunami memang tidak terlalu berpengaruh di Tarakan. Tapi angin yang menjadi persoalan kami, sehingga kami tidak bisa apa-apa,” ungkap Rustam, Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Tarakan.

Saat terjadinya gempa di Palu yang juga terasa sampai di Kaltara, Rustam mengatakan bahwa pihaknya sedang berada di laut untuk menjala ikan. Meski terjadi gempa, setiap nelayan masih tenang dan aman sebab gempa tersebut tidak berpengaruh terhadap angin dan gelombang laut.

Untuk diketahui, waktu melaut bagi nelayan sangat terbatas, yakni hanya 14 hari dalam satu bulan. Untuk itu, jika waktu tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka setiap nelayan akan kesulitan untuk mendapatkan penghasilan.

Akibat cuaca yang tak menentu, membuat pihak nelayan semakin kesulitan dalam mengatur perekonomian rumah tangga, apalagi dengan gelombang dan angin yang selalu menghampiri nelayan secara tiba-tiba saat sedang melaut, membuat para nelayan takut untuk melaut.

“Kalau di daratan memang angin tidak begitu terasa, tapi di laut luar biasa terasa. Kalau tidak hati-hati, bisa membahayakan nyawa,” tuturnya.

Untuk mempermudah waktu melaut, setiap nelayan memiliki trik berlayar masing-masing, seperti menggunakan alat tangkap yang hanya dapat difungsikan siang hari, malam hari,bahkan siang hingga malam hari. Nah, jika perekonomian nelayan semakin menurun, maka nelayan biasanya bersikap nekat untuk melaut.

Agar setiap nelayan yang melaut aman, Rustam mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat mengantisipasi bahaya, dan mengatur alat navigasi sebaik mungkin, serta menggunakan alat pengaman misalkan life jacket.

“Jadi harus bisa menjaga diri sendiri, harus sadar akan keselamatan. Kalau tidak, bisa bahaya apalagi dengan cuaca seperti ini,” pungkasnya. (*/shy/zia)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*