MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 01 Oktober 2018 16:48
Nelayan Tak Bisa Prediksi Cuaca, Ngga Tau Ada Tsunami
KESULITAN: Salah satu kendala yang dikeluhkan nelayan yakni penentuan arah mata angin saat akan melaut. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tsunami yang terjadi di Palu memang tidak berpengaruh terhadap keadaan gelombang laut di Kota Tarakan. Namun, yang menjadi permasalahan nelayan saat ini ialah penentuan arah angin yang sulit diprediksi, apalagi setelah terjadinya tsunami di Palu.

“Sebelum terjadi tsunami, memang cuaca di sini (Tarakan) tidak bersahabat, mungkin karena faktor alam. Kejadian tsunami memang tidak terlalu berpengaruh di Tarakan. Tapi angin yang menjadi persoalan kami, sehingga kami tidak bisa apa-apa,” ungkap Rustam, Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kota Tarakan.

Saat terjadinya gempa di Palu yang juga terasa sampai di Kaltara, Rustam mengatakan bahwa pihaknya sedang berada di laut untuk menjala ikan. Meski terjadi gempa, setiap nelayan masih tenang dan aman sebab gempa tersebut tidak berpengaruh terhadap angin dan gelombang laut.

Untuk diketahui, waktu melaut bagi nelayan sangat terbatas, yakni hanya 14 hari dalam satu bulan. Untuk itu, jika waktu tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka setiap nelayan akan kesulitan untuk mendapatkan penghasilan.

Akibat cuaca yang tak menentu, membuat pihak nelayan semakin kesulitan dalam mengatur perekonomian rumah tangga, apalagi dengan gelombang dan angin yang selalu menghampiri nelayan secara tiba-tiba saat sedang melaut, membuat para nelayan takut untuk melaut.

“Kalau di daratan memang angin tidak begitu terasa, tapi di laut luar biasa terasa. Kalau tidak hati-hati, bisa membahayakan nyawa,” tuturnya.

Untuk mempermudah waktu melaut, setiap nelayan memiliki trik berlayar masing-masing, seperti menggunakan alat tangkap yang hanya dapat difungsikan siang hari, malam hari,bahkan siang hingga malam hari. Nah, jika perekonomian nelayan semakin menurun, maka nelayan biasanya bersikap nekat untuk melaut.

Agar setiap nelayan yang melaut aman, Rustam mengatakan bahwa pihaknya hanya dapat mengantisipasi bahaya, dan mengatur alat navigasi sebaik mungkin, serta menggunakan alat pengaman misalkan life jacket.

“Jadi harus bisa menjaga diri sendiri, harus sadar akan keselamatan. Kalau tidak, bisa bahaya apalagi dengan cuaca seperti ini,” pungkasnya. (*/shy/zia)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 15:26

Almarhumah Dikenal Penyayang Keluarga

TARAKAN - Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Dedy Triwahyudi, SH.…

Senin, 19 November 2018 15:28

Utang Prioritas, TPP Dipangkas?

Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 masih bergulir…

Senin, 19 November 2018 15:27

Penghuni Rumah Lompat Lewat Jendela

TARAKAN– Hujan lebat yang mengguyur Tarakan menyebabkan dua rumah di…

Senin, 19 November 2018 15:21

Nilai Kerugian di Bawah Rp 500 Juta

TARAKAN – Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Widyahwan membeberkan jika perhitungan…

Senin, 19 November 2018 15:06

Menanti Ajang Green and Clean

TARAKAN – Pernah masuk dalam kategori lingkungan green and clean,…

Senin, 19 November 2018 15:04

KPU Belum Beri Putusan Sanksi Pelanggaran APK

TARAKAN - Meski alat peraga kampanye (APK) telah berada di…

Senin, 19 November 2018 10:46

Pemilih di Lapas Belum Klir

TARAKAN – Potensi pemilih masih meninggalkan polemik. Khususnya pada pemilih…

Senin, 19 November 2018 10:44

Gugup Dinilai Juri dari Negara Asia Tenggara Lainnya

Gadis kelahiran Malinau 26 Oktober 2002 membanggakan. Tidak hanya membawa…

Senin, 19 November 2018 10:42

MEREKA KEPALA BATU..!! Ngotot Jajakan Jualan di Dermaga Pelabuhan

TARAKAN - Meski diimbau untuk tidak lagi menjual makanan di…

Senin, 19 November 2018 10:29

Tukarkan Uang Sebelum Tidak Laku

TARAKAN - Dalam pelaksaanan tugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .