MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 01 Oktober 2018 16:02
Masa Kampanye, Bawaslu Minta Saling Menghormati
Kampanye ini nanti akan berlangsung hingga 13 April 2019. Saya berharap masa ini tak hanya sekadar mengenalkan akan visi dan misi. Melainkan, bagaimana dapat mengasah kecerdasan masyarakat”. SITI NUHRIYATI Ketua Bawaslu Kaltara. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Terhitung sejak Minggu (23/9) lalu, masa kampanye bagi seluruh peserta Pemilu 2019 dimulai. Ketua Bawaslu Kaltara, Siti Nuhriyati meminta selama masa kampanye yang akan berlangsung selama tujuh bulan, juga dapat dijadikan sebagai ajang mengasah kecerdasan masyarakat dan saling menghormati.

“Kampanye ini nanti akan berlangsung hingga 13 April 2019. Saya berharap masa ini tak hanya sekadar mengenalkan akan visi dan misi. Melainkan, bagaimana dapat mengasah kecerdasan masyarakat,” ungkapnya kepada Radar Kaltara.

Diminta juga, selama masa kampanye itu jangan sampai menimbulkan perpecahan antar masyarakat. Melainkan, bagaimana caranya untuk saling membangun dan mempererat keakraban. Salah satunya, dengan saling menghormati satu dengan yang lainnya. “Hindari permusuhan. Jadikan, ini sebagai momen lima tahunan yang menyenangkan,” ujarnya.

Adapun, lanjutnya, mengenai berbedanya pilihan yang ada. Menurutnya, itu bukan menjadikan suatu dasar perpecahan. Namum, jadikan perbedaan itu sebagai suatu keberagaman. Sehingga perlu adanya kesadaran diri sendiri untuk saling menghargai pilihan. “Pilihan boleh berbeda, asal tidak sampai perbedaan itu menyebabkan perpecahan jalinan silaturahmi,” pintanya.

Karena, dikatakannya, masa kampanye ini nantinya pasti akan berlalu. Akan tetapi, persaudaraan dalam satu bangsa ini wajib untuk tetap terjaga. “Jangan mudah terprovokasi oleh sesuatu yang kebenarannya belum dapat dibuktikan,” imbaunya.

Termasuk, mengenai tiga unsur yang saat ini menjadi atensi khusus. Yaitu hoaks atau berita bohong, politik sara dan politik uang. Tentunya, hal itu wajib untuk diketahui, sehingga tak sampai terjadi di kalangan masyarakat. “Kita tentu juga akan terus memberikan pengawasan soal adanya unsur hoaks, sara dan politik uang,” terangnya.

Jika nanti sampai mendapati, maka akan diberikan suatu peringatan yang tegas. Kemudian, akan diberikan sanksi sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang pemilu. “Sanksi tentu ada, tentunya setelah melewati tahapan klarifikasi dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltara Abdul Djalil Fatah juga mengemukakan, di tahun politik ini adu domba terkadang menjadi ‘bumbu’ dalam memperebutkan suatu kedudukan atau kursi. Meski hal itu diketahui memiliki dampak yang luar biasa, lantaran dapat memecah belah bangsa di negeri ini. Namun dengan cara itu terkadang dianggap sebagai langkah terbaik oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Akan tetapi, pihaknya sebagai wakil rakyat di provinsi termuda di Indonesia ini memastikan bahwa khusus di Kaltara, politik adu domba menurutnya tak akan berlaku. Pasalnya, sejak zaman leluhur dahulu sudah ditanamkan jiwa gotong royong. “Sifat gotong royong yang output-nya juga ajakan agar tak mau diadu domba, hingga kini terus terpelihara oleh penduduk asli di Kaltara,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain itu memang ada indikasi-indikasi mengenai adanya politik adu domba. Semua itu akan terlebih dahulu dimusyawarahkan secara mufakad. Tidak ada yang mengambil keputusan secara pribadi. Melainkan secara bersama-sama atau mufakad.

“Sifat tolong-menolong untuk saling berkurban juga terus tertanam dalam benak masyarakat di Kaltara. Dan itu memang menjadi komitmen untuk dipertahankan hingga saat ini,” ujarnya.

Apalagi, di tahun politik yang saat ini tengah bergulir. Pileg dan Pilpres menjadi suatu isu yang belakang kerap muncul di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya, memang perlu adanya komitmen bersama agar di tahun politik menjelang Pemilu 2019 mendatang semua dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saya sebagai wakil rakyat tentu tak ingin daerah ini yang sudah aman, rukun dan tentram bergejolak karena masalah politik. Itulah sejak dini terus diberikan pemahaman kepada masyarakatnya,”tuturnya. (omg/eza)


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:50

Diupah RM 5.000, Nelayan Bawa Sabu 10 Kg

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali…

Jumat, 14 Desember 2018 14:48

Infrastruktur dan Bantuan Keuangan Jadi Perhatian

TANJUNG SELOR ­– Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Dewan Perwakilan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Rp 9 Miliar untuk Relokasi Pipa

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 14 Desember 2018 14:44

Bawaslu Pertanyakan Hak Suara di Lapas

TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 14 Desember 2018 14:41

Realisasi Pajak Capai 103,58 Persen

TANJUNG SELOR – Berdasarkan data yang dimiliki Badan Pengelola Pajak…

Jumat, 14 Desember 2018 14:39

Pemprov Anggarkan Kebutuhan Presidium

TANJUNG SELOR - Moratorium pemekaran calon daerah otonomi baru (CDOB)…

Jumat, 14 Desember 2018 14:13

Satreskrim 'Obok-obok' Kantor Disdukcapil

TANJUNG SELOR - Polres Bulungan melalui Satreskrim secara mendadak menyambangi…

Kamis, 13 Desember 2018 12:26

Pemilih di Kaltara Bertambah 1.143 Orang

TANJUNG SELOR – Berdasarkan dari hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi…

Kamis, 13 Desember 2018 12:24

Dishub Rencanakan Tes Urine Kru Bus

TANJUNG SELOR – Menjelang  perayaan Natal dan Tahun Baru 2019,…

Kamis, 13 Desember 2018 12:23

DPRD Kaltara Akhirnya Terima Nota Penjelasan APBD 2019

TANJUNG SELOR – Rapat Paripurna ke-26 masa sidang III tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .