MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 26 September 2018 12:46
Analisis Perbankan, Kepariwisataan Dorong Rupiah
Hendik Sudaryanto. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pertumbuhan perekonomian di Kaltara saat ini didominasi oleh sektor primer, terutama sektor pertambangan dan didukung dengan sektor konstruksi. Tetapi karena terbatas, dan perlu dipikirkan untuk jangka panjang, maka sektor pariwisata menjadi pendukung sumber ekonomi.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto mengatakan sektor konstruksi juga merupakan produksi baru dalam tahap membangun, tetapi sama halnya dengan pertambangan yang juga terbatas. Sehingga harus dipikirkan jangka menengah dan jangka panjangnya.

Sektor pariwisata yang menjadi sumber ekonomi baru, dianggap bisa mengantisipasi di mana sumber ekonomi lama mengalami sesuatu yang tidak semestinya. Perekonomian tetap dapat tumbuh.

Melihat pariwisata di Kaltara sangat menjanjikan terutama dari sisi wisata budaya atau upaya-upaya pelestarian budaya-budaya di Kaltara. Tentunya dengan melakukan upaya-upaya yang baik, diharapkan dapat mendatangkan wisatawan asing dan lokal dalam mendukung perekonomian Kaltara secara keseluruhan.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menarik wisatawan asing ke Indonesia untuk bisa menanggulangi defisit. Seperti di pusat menetapkan ada beberapa destinasi selain di Bali, untuk menarik wisatawan asing,” katanya.

Saat ini sektor pariwisata secara langsung masuk di perdagangan hotel dan restoran tentunya. Tetapi sangat relatif, dan belum begitu optimal dalam mendukung perekonomian di Kaltara. Tetapi dengan potensi yang ada dan langkah-langkah kebijakan yang baik, tentunya diharapkan dapat menyumbang menjadi lebih besar lagi ke depannya.

Saat ini juga banyak kegiatan yang digelar secara berkesinambungan di Kaltara, seperti Iraw Tengkayu, wisata Desa Setulang, wisata Kerajaan Bulungan dan lainnya. Hal ini  tentu bisa dikemas dengan baik sehingga nantinya akan memunculkan dan menarik minat wisatawan asing maupun lokal.

Dari hasil analisis yang dilakukan, melalui asumsi jumlah wisatawan dan jumlah investasi dan asumsi peningkatan pendidikan, dalam satu tahun, dapat menambah 0,3 persen terhadap pertumbuhan, batas ekspor 0,5 persen, batas tenaga kerja hampir 0,1 persen.

“Hal ini jika melihat dari asumsi tadi, tentunya akan bisa meningkat lebih besar lagi dampak dari sektor pariwisata itu,” tuturnya.

Tetapi hal ini tentu harus sinergi antar semua sektor dan stakeholder yang diperlukan untuk mencapai pariwisata yang benar-benar mendukung perekonomian ke depan dan tersistem.

Tentunya dengan promosi dan sarana yang lebih baik agar orang luar mengetahui seperti apa Kaltara dan potensi apa yang bisa ditawarkan. Promosinya bisa melalui digital yakni situs bahkan media sosial untuk memperlihatkan potensi yang ada di Kaltara. Selain itu untuk kegiatan pengembangan pariwisata, setiap stakeholder harus bersama-sama untuk meningkatkan pariwisata di Kaltara.

“Agar jumlah wisatawan lebih banyak lagi jadi dampak langsung dan tidak langsung akan lebih tinggi untuk mendukung perekonomian di Kaltara lebih bagus lagi,” ujarnya.

Tetapi, pariwisata tentu bukan satu-satunya, ada juga dari sektor kawasan industri dan pelabuhan internasional. Apabila ditunjang juga, tidak menutup kemungkinan Kaltara nantinya dalam jangka panjang pertumbuhannya nanti bisa jadi tinggi dan tentunya pada akhirnya akan bisa membawa kesetaraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Ekonomi Bank BTN Winang Budoyo mengatakan sumber pertumbuhan di Kaltara masih didominasi pertambangan, pertanian dan konstruksi termasuk juga perdagangan besar dengan total kontribusi sekitar 68 persen. Tetapi yang menarik yakni pariwisata jika dilihat dari beberapa sektor.

Untuk pariwisata, bisa dilihat dari akomodasi dan makan minum yakni hotel dan restoran. Tetapi andilnya yang masih kecil yakni hanya 1,6 persen. Tetapi pertumbuhannya termasuk cukup tinggi yakni 14,4 persen.

Sejak 2017 pertumbuhan pariwisata selalu maju. Jadi ini memang yang terus bisa ditingkatkan. Tetapi positifnya bisa dilihat dari potensinya untuk dapat naik lebih tinggi dan bisa ditingkatkan. Ini juga merupakan langkah awal, karena upaya mendorong pariwisata ini sebagai salah satu upaya yang bisa menjaga kestabilan rupiah.

Dikatakannya, rupiah menjadi tidak stabil karena pasokannya tergantung pada dana asing yang masuk ke Indonesia. Sumber dari negeri sendiri cukup terbatas, karena sumbernya dari ekspor dan impor. Sepanjang 2017 relatif stabil karena pasokannya yang tersedia, tetapi tersedia disebabkan karena dana asing yang banyak masuk ke Indonesia.

“Sekarang ini malah kebalikan, yang selama ini banyak masuk malah ke luar Indonesia. Kalau basis ekspor yang turun, sekali keluar menjadi masalah. Salah satu sektor yang bisa mengisi sektor pasokan ini yakni pariwisata, tetapi jumlahnya terbatas dan tidak cukup jika hanya mengandalkan pariwisata,” jelasnya.

Meski begitu, dilihat dari jangka pendeknya, pariwisata sangat bagus karena potensinya besar untuk Kalimantan utara. Yang posisinya menjadi pintu gerbang dari yang paling utara. Sudah seharusnya pemerintah daerah mendorong Kaltara agar turis masuk ke dalam. “Dengan begitu juga bisa membantu menjadi pemasukan yang berpotensi cukup besar,” urainya. (*/naa/lim)

 

 

TIGA LAPANGAN USAHA PENYERAPAN NAKER DI KALTARA

-          Pertambangan                                                    186,84 persen

-          Pengadaan listrik, gas, air                                   92,75 persen

-          Kepariwisataan (akomodasi dan makan minum)     63,36 persen

 

PERTUMBUHAN EKONOMI

-          Kaltara              : 4,6 persen

-          Kaltim               : 1,8 persen

-          Kalsel                : 4,6 persen

-          Kalteng             : 5,7 persen

-          Kalbar               : 5,2 persen

-          Kalimantan        : 3,3 persen

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:29

Masih Pada Tahan ‘Napas’

Usai pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif serentak pada…

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*