MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 26 September 2018 12:46
Analisis Perbankan, Kepariwisataan Dorong Rupiah
Hendik Sudaryanto. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Pertumbuhan perekonomian di Kaltara saat ini didominasi oleh sektor primer, terutama sektor pertambangan dan didukung dengan sektor konstruksi. Tetapi karena terbatas, dan perlu dipikirkan untuk jangka panjang, maka sektor pariwisata menjadi pendukung sumber ekonomi.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara Hendik Sudaryanto mengatakan sektor konstruksi juga merupakan produksi baru dalam tahap membangun, tetapi sama halnya dengan pertambangan yang juga terbatas. Sehingga harus dipikirkan jangka menengah dan jangka panjangnya.

Sektor pariwisata yang menjadi sumber ekonomi baru, dianggap bisa mengantisipasi di mana sumber ekonomi lama mengalami sesuatu yang tidak semestinya. Perekonomian tetap dapat tumbuh.

Melihat pariwisata di Kaltara sangat menjanjikan terutama dari sisi wisata budaya atau upaya-upaya pelestarian budaya-budaya di Kaltara. Tentunya dengan melakukan upaya-upaya yang baik, diharapkan dapat mendatangkan wisatawan asing dan lokal dalam mendukung perekonomian Kaltara secara keseluruhan.

“Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menarik wisatawan asing ke Indonesia untuk bisa menanggulangi defisit. Seperti di pusat menetapkan ada beberapa destinasi selain di Bali, untuk menarik wisatawan asing,” katanya.

Saat ini sektor pariwisata secara langsung masuk di perdagangan hotel dan restoran tentunya. Tetapi sangat relatif, dan belum begitu optimal dalam mendukung perekonomian di Kaltara. Tetapi dengan potensi yang ada dan langkah-langkah kebijakan yang baik, tentunya diharapkan dapat menyumbang menjadi lebih besar lagi ke depannya.

Saat ini juga banyak kegiatan yang digelar secara berkesinambungan di Kaltara, seperti Iraw Tengkayu, wisata Desa Setulang, wisata Kerajaan Bulungan dan lainnya. Hal ini  tentu bisa dikemas dengan baik sehingga nantinya akan memunculkan dan menarik minat wisatawan asing maupun lokal.

Dari hasil analisis yang dilakukan, melalui asumsi jumlah wisatawan dan jumlah investasi dan asumsi peningkatan pendidikan, dalam satu tahun, dapat menambah 0,3 persen terhadap pertumbuhan, batas ekspor 0,5 persen, batas tenaga kerja hampir 0,1 persen.

“Hal ini jika melihat dari asumsi tadi, tentunya akan bisa meningkat lebih besar lagi dampak dari sektor pariwisata itu,” tuturnya.

Tetapi hal ini tentu harus sinergi antar semua sektor dan stakeholder yang diperlukan untuk mencapai pariwisata yang benar-benar mendukung perekonomian ke depan dan tersistem.

Tentunya dengan promosi dan sarana yang lebih baik agar orang luar mengetahui seperti apa Kaltara dan potensi apa yang bisa ditawarkan. Promosinya bisa melalui digital yakni situs bahkan media sosial untuk memperlihatkan potensi yang ada di Kaltara. Selain itu untuk kegiatan pengembangan pariwisata, setiap stakeholder harus bersama-sama untuk meningkatkan pariwisata di Kaltara.

“Agar jumlah wisatawan lebih banyak lagi jadi dampak langsung dan tidak langsung akan lebih tinggi untuk mendukung perekonomian di Kaltara lebih bagus lagi,” ujarnya.

Tetapi, pariwisata tentu bukan satu-satunya, ada juga dari sektor kawasan industri dan pelabuhan internasional. Apabila ditunjang juga, tidak menutup kemungkinan Kaltara nantinya dalam jangka panjang pertumbuhannya nanti bisa jadi tinggi dan tentunya pada akhirnya akan bisa membawa kesetaraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Ekonomi Bank BTN Winang Budoyo mengatakan sumber pertumbuhan di Kaltara masih didominasi pertambangan, pertanian dan konstruksi termasuk juga perdagangan besar dengan total kontribusi sekitar 68 persen. Tetapi yang menarik yakni pariwisata jika dilihat dari beberapa sektor.

Untuk pariwisata, bisa dilihat dari akomodasi dan makan minum yakni hotel dan restoran. Tetapi andilnya yang masih kecil yakni hanya 1,6 persen. Tetapi pertumbuhannya termasuk cukup tinggi yakni 14,4 persen.

Sejak 2017 pertumbuhan pariwisata selalu maju. Jadi ini memang yang terus bisa ditingkatkan. Tetapi positifnya bisa dilihat dari potensinya untuk dapat naik lebih tinggi dan bisa ditingkatkan. Ini juga merupakan langkah awal, karena upaya mendorong pariwisata ini sebagai salah satu upaya yang bisa menjaga kestabilan rupiah.

Dikatakannya, rupiah menjadi tidak stabil karena pasokannya tergantung pada dana asing yang masuk ke Indonesia. Sumber dari negeri sendiri cukup terbatas, karena sumbernya dari ekspor dan impor. Sepanjang 2017 relatif stabil karena pasokannya yang tersedia, tetapi tersedia disebabkan karena dana asing yang banyak masuk ke Indonesia.

“Sekarang ini malah kebalikan, yang selama ini banyak masuk malah ke luar Indonesia. Kalau basis ekspor yang turun, sekali keluar menjadi masalah. Salah satu sektor yang bisa mengisi sektor pasokan ini yakni pariwisata, tetapi jumlahnya terbatas dan tidak cukup jika hanya mengandalkan pariwisata,” jelasnya.

Meski begitu, dilihat dari jangka pendeknya, pariwisata sangat bagus karena potensinya besar untuk Kalimantan utara. Yang posisinya menjadi pintu gerbang dari yang paling utara. Sudah seharusnya pemerintah daerah mendorong Kaltara agar turis masuk ke dalam. “Dengan begitu juga bisa membantu menjadi pemasukan yang berpotensi cukup besar,” urainya. (*/naa/lim)

 

 

TIGA LAPANGAN USAHA PENYERAPAN NAKER DI KALTARA

-          Pertambangan                                                    186,84 persen

-          Pengadaan listrik, gas, air                                   92,75 persen

-          Kepariwisataan (akomodasi dan makan minum)     63,36 persen

 

PERTUMBUHAN EKONOMI

-          Kaltara              : 4,6 persen

-          Kaltim               : 1,8 persen

-          Kalsel                : 4,6 persen

-          Kalteng             : 5,7 persen

-          Kalbar               : 5,2 persen

-          Kalimantan        : 3,3 persen

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*