MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 26 September 2018 12:37
Gencar Sosialisasi, Libatkan Pendidik-Tokoh Agama

Tingginya Angka Penderita HIV/Aids di Kaltara

AJAK : Tingginya angka penderita HIV/Aids di Kaltara membuat masyarakat resah. Dinkes Kaltara pun harus menggandeng tokoh agama dan pendidik dalam meminimalisirnya. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Tak dapat dipungkiri, Kalimantan Utara (Kaltara) yang dinobatkan sebagai provinsi termuda di Indonesia ini, masuk dalam salah satu provinsi yang banyak didiami penderita Human Immunodeficiency Virus Infection/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Karena hal itu, masyarakat diajak untuk bersama-sama memutus penularan penyakit ini.

 

RACHMAD RHOMADHANI

 

Penyakit HIV/Aids yang terkadang sebagian membuat penderitanya merasa tak memiliki harapan hidup lagi, saat ini diketahui penderitanya cukup banyak di Bumi Benuanta ini.

Terbaru, dalam kurun waktu dua tahun terakhir saja, berdasarkan data pada Dinkes Kaltara terdapat 251 penderita yang positif menderita penyakit HIV/Aids. Artinya jumlah itu terbilang cukup banyak, mengingat situasi daerah ini yang baru berkembang.

Parahnya lagi, dari jumlah yang terdata itu ternyata bukanlah data keseluruhan. Sebab masih ada penderita-penderita yang belum dijangkau Dinkes Kaltara, yang mengaku sulit mendeteksi keseluruhan masyarakat yang terjangkit virus ini. Ditambah lagi, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkannya.

Padahal, bilamana sejak dini para penderita ini sudah melaporkan akan penyakit yang dideritanya. Maka, penanganan dapat segera dilakukan, meskipun tidak bisa disembuhkan secara total.

Namun, setidaknya pada kasus penyakit itu penderita akan dapat mengurangi risiko kematian. Sebab, jika tak ditangani dengan benar sesuai prosedur ancaman kematian itu bisa saja terjadi.

Masyarakat pun mengaku cukup resah lantaran tingginya penderita HIV/Aids. Apalagi, dari sisi penderita, gejala awalnya tidak terlalu nampak. Sehingga dikhawatirkan virus itu akan menyebar kepada masyarakat lainnya.

Seperti yang dikatakan Ashriah warga di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor. Menurutnya, penanganan terhadap penyakit itu memang perlu secara serius. Sehingga tidak sampai semakin banyak penderitanya lagi.

“Jelas resah, meski memang penderita HIV/Aids ini tidak boleh dikucilkan. Tapi, mudahan pemerintah dapat bergerak cepat dalam mengatasinya,’’ ungkapnya, kepada Radar Kaltara.

Apalagi saat ini, peningkatan penduduk yang ada kemungkinan-kemungkinan penyebaran penyakit itu akan berpotensi besar. Oleh karenanya, pencegahan sejak dini tentu harus dilakukan segera.

“Harapannya sih kami masyarakat di ibu kota ini, dijauhkan dari penyakit seperti itu,’’ ujarnya seraya mengaminkannya.

Senada dikatakan Adi warga lainnya, tingginya angka penderita HIV/Aids membuatnya resah. “Pola hidup sehat saja saya, tujuannya agar terhindar penyakit itu. Dan tentunya tak ‘jajan’,’’ ungkapnya seraya tertawa kecil.

Sementara, menyikapi tingginya angka itu Dinkes Kaltara sendiri dalam hal mencegah semakin banyaknya si penderita. Diketahui, kerap menerapkan sistem jemput bola. Tujuannya, agar masyarakat dapat tahu lebih jelas akan dampak sekaligus pencegahannya. Termasuk, dalam hal menggandeng kerja sama antara tokoh agama dan pendidik.

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, tujuan dilibatkannya tokoh agama dan pendidik tak lain sebagai upaya penyambung lidahnya. Pasalnya, peran keduanya itu menurutnya cukup vital dalam mensukseskan secara bersama pencegahan penyakit HIV/Aids sendiri.

“Dan saya ingin adanya keterlibatan tokoh agama dan pendidik ini akan lahir tiga zero,’’ ungkapnya.

Tiga zero itu, disebutkannya, zero terhadap penularan penyakit HIV/Aids yang baru. Kedua, zero akan diskriminasi dari penderitanya. Baik dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Terakhir, zero dari kematian dari penderitanya.

“Harapan kami melalui tokoh agama dan pendidik ini dapat membantunya,’’ ujarnya.

Ditanya mengenai konsep tokoh agama dan pendidik dalam membantu menekan kasus HIV/Aids. Usman menjelaskan bahwa sejatinya cukup banyak cara yang dapat dilakukannya nanti. Misal, tokoh agama dapat memberikan penjelasan atau gambaran tentang dampak yang ditimbulkan dari penyakit HIV/Aids kala sembari berdakwah. Dan juga tentunya upaya dalam dorongan meningkatkan keimanan dan mental spiritual agar dapat menjauhi segala dampaknya.

“Kalau pendidik itu tentunya memberikan pengetahuan kepada para pelajarnya. Termasuk, saat adanya pertemuan kepada orang tua wali murid. Dan itu dapat sekaligus disampaikannya,’’ jelasnya.

Usman tidak akan pernah tutup mata terhadap kasus HIV/Aids. Mengenai upaya dalam mengurangi penyakit tersebut yaitu sejauh ini telah memberikan bimbingan konseling dengan memberikannya obat antiretrovirals (ARV).

“Obat ini telah diakui dunia sebagai obat yang bisa digunakan dalam mengobati HIV/Aids. Tapi, ARV belum mampu menyembuhkan HIV secara menyeluruh,’’ terangnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 87 Tahun 2014, ARV berguna untuk mengurangi risiko penularan HIV, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup penderita HIV dan menurunkan jumlah virus dalam darah sampai tidak terdeteksi.

“ARV ini juga bekerja dengan cara mengontrol proses replikasi dari HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan membuat salinan palsu dari DNA. Hal itu membuat HIV tampak seperti bagian normal dari tubuh yang tidak mengancam, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak bisa mendeteksi virus dan keberadaan HIV dalam tubuh tetap aman,’’ sambungnya.

Terkait berapa lama penderita mengonsumsinya, ARV itu harus dikonsumsi seumur hidup. Sebab, jika tidak, pertumbuhan virus di tubuh tidak terkontrol dan bisa juga muncul resistensi terhadap obat. Namun, sebelum mengonsumsi ARV, penderita harus terlebih dulu berkonsultasi tentunya kepada dokter.

“Terpenting juga,  pasien yang akan menggunakan ARV juga harus memiliki orang yang bisa mengingatkan untuk selalu minum obat atau biasa disebut pemantau meminum obat (PMO). Di Indonesia, hal tersebut sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan,’’ tandasnya.(***/nri)

 

JUMLAH PENDERITA HIV/AIDS DI KALTARA

KABUPATEN/KOTA                       2017               *2018

BULUNGAN                                    32                    3

TARAKAN                                       95                    41

MALINAU                                       31                    27

NUNUKAN                                      11                    8

KTT                                                 3                      -

TOTAL                                             172                  79

SUMBER : DINKES KALTARA

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:09

Penyidik Tunggu Petunjuk Jaksa

TANJUNG SELOR –Perkara persetubuhan yang dilakukan seorang ayah berinisial MN (44) warga RT 4…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:04

Tidak Penting, Pengadaan Speedboat DPRD Ditunda

TANJUNG SELOR - Rencana Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:01

ASN Bulungan Nihil Aksi Korupsi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, berkomitmen dalam pencegahan dan pemberantasan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:18

Buku KIR Siap-Siap Dirazia

TANJUNG SELOR – Menyikapi adanya surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:16

HONORER LULUS, BEBAN BERKURANG

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemkab Bulungan…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:14

Ratusan Unit Kendaraan Mutasi ke Kaltara

TANJUNG SELOR - Sebanyak 431 unit kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat berplat nomor luar,…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:11

Masih Menunggu Hasil Labfor

TANJUNG SELOR ­– Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah di Jalan MT. Haryono,…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:08

Kontraktor Perbaiki Kerusakan Jalan

TANJUNG SELOR - Manajemen PT Pharma Kasih Sentosa, KSO akhirnya merealisasikan janjinya untuk memperbaiki…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:05

Janjikan Perbaikan Jalan, Umrahkan Kapolsek dan Kepsek

Sejumlah program terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk meningkatkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:24

Hasil Banding Supringgo Belum Diterima

TANJUNG SELOR –  Terdakwa pembunuh AM (17), warga Desa Kelubir, Tanjung Palas Utara, Supringgo…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .