MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

OLAHRAGA

Rabu, 26 September 2018 11:37
Puluhan Atlet Nunukan Bakal Bertarung di Malaysia
Sebanyak 27 atlet taekwando asal Nunukan bakal bertarung di kejuaraan Hypermax Internasional Championship di Selangor, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak 27 atlet taekwando asal Nunukan bakal bertarung di kejuaraan Hypermax Internasional Championship di  Selangor, Malaysia. Kejuaraan ini bakal diikuti sejumlah negara.

Pelatih Taekwando Nunukan, Yudi Chandra menyampaikan, rombongan Nunukan akan berangkat menuju Malaysia pada Kamis (27/9) mendatang. Jumlahnya sebanyak 30 orang dengan 27 atlet, dan selebihnya ofisial.

Atlet yang ia bawa mulai dari pra junior serta junior yang memerlukan pendidikan. Langkah itu dilakukan sebagai salah satu pembinaan. Sehingga, ia menargetkan hasilnya nantinya dapat menembus pra PON. “Perlu pendidikan. Tidak mau satu dua orang saja. Untuk itu generasi terus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya kepada Radar Nunukan, Selasa (25/9).

Namun, keinginannya tidak berjalan mulus. Sebab, tak adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Kaltara terhadap generasi atlet di Nunukan. Berkaca pada pengalaman saat bertanding di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, yang berhasil menjadi juara umum dan wakil terbaik. “Tidak ada bantuan apa-apa dari pemerintah. Kami kesulitan masalah anggaran,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, pengalaman pahit juga pernah dirasakan sejumlah atlet yang mewakili Kaltara bertarung di pra PON hingga kejurnas. Tak ada perhatian bagi mereka yang berjuang untuk daerah di tinggkat nasional. “Tidak ada sentuhan dari pemerintah provinsi. Paling parah kejuarnas, peraih medali perak menerima bonus tidak sesuai tidak manusiawilah. Padahal orang tua dipanggil, entah karena tidak ada uang atau apa,” jelasnya.

Meski begitu, kondisi ini tidak membuatnya berkecil hati. Tekad agar para atlet ikut bertarung di Malaysia terus diupayakannya. Walaupun minim anggaran dan tanpa perhatian pemerintah. “Tekad kami bakal membuat kejutan seperti Khairul. Intinya anak-anak bisa berangkat dan bertanding walaupun harus mencari uang sendiri,” bebernya.

Turnamen Hypermax Internasional Championship di Selangor, Malaysia, juga diikuti sejumlah perwakilan dari Indonesia di antaranya, dua klub dari Bali, Kepulauan Riau (Kepri) dua klub, serta dari Malang dan Jakarta. “Kita klub Nunukan tidak memakai nama Kaltara karena tidak ada perhatian dan bantuan dari provinsi,” jelasnya. (akz/ash)

 


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 11:38

Puluhan Taksi Gelap ‘Ditegur’

<p><strong>TARAKAN</strong> &ndash; Selain razia kendaraan roda dua dan empat,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*