MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 September 2018 22:00
Imunisasi MR Harus Diperpanjang, Reschedule Sekolah
DIPERPANJANG: Imunisasi MR di Kaltara akan diperpanjang hingga akhir Oktober, Dinkes Kaltara akan kembali menyisir sekolah-sekolah. Foto: Bank Data/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Masih rendahnya capaian target pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) secara nasional terlihat dalam pencapaiannya hingga 20 September hanya 48,8 persen. Kementerian Kesehatan memperpanjang pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Oktober mendatang, tujuannya tidak lain untuk mencapai target nasional 95 persen.

Pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Oktober, setelah Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengeluarkan surat nomor SR.02.06/Menkes/573/2018 berkaitan dengan pelaksannaan kampanye imunisasi MR Fase II.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman mengatakan, adanya surat dari Menkes memperpanjang pelaksanaan ditindaklanjuti dengan melaksanakan rapat lintas sektor, mengundang pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan imunisasi MR.

“Kami sudah membahasnya dalam rapat lintas sektor, yang dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, dinkes tingkat kabupaten dan kota, serta pihak-pihak terkait untuk mendukung suksesnya pelaksanaan imunisasi MR tahun ini,” ujarnya, Selasa (25/9).

Dalam rapat lintas sektor tersebut membahas bagaimana cara dalam pelaksanaan imunisasi MR untuk bisa mencapai target nasional hingga 95 persen, karena berdasarkan masukan dari Indonesian Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) cakupan imunisasi diyakini mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat, dan mampu memutus rantai penularan minimal 95 persen dari sasaran yang ada setiap wilayah epidemiologis dan atau administrasi pemerintahan.

“Kami berupaya secara maksimal untuk mencapai target 95 persen, mulai melakukan sosialisasi lagi dengan memasang baliho-baliho dan edaran untuk mengikuti imunisasi MR,  menjadwalkan ulang kembali pelaksanaan imunisasi MR di sekolah, serta memaksimal kanpelaksanaan imunisasi MR di pusat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Hingga saat ini capaian target pelaksanaan imunisasi MR di Kaltara baru mencapai 51 persen, Kota Tarakan menjadi daerah yang tingkat capaiannya yang terendah dibandingkan kabupaten lainnya yang ada di Kaltara yakni di bawah 30 persen.

Terpisah Kepala Dinkes Tarakan Subono mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi MR di Bumi Paguntaka disebabkan beberapa faktor, salah satunya dikarenakan adanya berita-berita berkaitan dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang kebenarannya masih dipertanyakan.

“Kemarin rendah karena dipengaruhi faktor terkait halal dan haram, namun sudah diselesaikan dengan keluarnya fatwa MUI, yang menyebutkan penggunaan vaksin MR boleh digunakan karena dalam keadaan darurat, sekarang persoalannya adanya berita-berita terkait KIPI,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan media saat memberitakan KIPI ketika pelaksanaan imunisasi MR untuk lebih memastikan lagi penyebabnya dikarenakan imunisasi MR atau penyebabnya lain, karena kebanyakan yang beredar setelah dilakukan pengecekan penyebabnya bukan karena imunisasi MR.

“Kami berharap media memastikan dulu kebenarannya baru diberitakan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan imunisasi MR yang diperpanjang, Dinkes Tarakan akan memaksimalakan pelaksanaannya yang menyasar anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, mulai dari melakukan penjadwalan ulang di sekolah-sekolah hingga melakukan sweeping. “Kami usahakan Oktober ini maksimal hingga mencapai target 95 persen,” terangnya. (jnr/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 14:54

Santai di Kamar, Rumah Pemotongan Terbakar

TARAKAN - Kebakaran kembali terjadi. Tempat usaha milik Agus Satoto…

Jumat, 14 Desember 2018 14:53

Kaltara Terbaik Ke-3 Capaian IDI 2017

JAKARTA – Torehan prestasi kembali diraih oleh Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 14 Desember 2018 14:51

Penutupan Lokalisasi Masih Angan-Angan

TARAKAN - Rencana penutupan lokalisasi masih sekadar wacana. Pasalnya hingga…

Jumat, 14 Desember 2018 14:27

Si Cantik Divonis Penjara 20 Tahun

TARAKAN – Andi Riski Amelia, terdakwa perkara sabu 1 kg…

Jumat, 14 Desember 2018 10:44

WNA Bebas Bersyarat Tidak Lapor Diri

TARAKAN – Hingga batas waktu lapor diri, warga negara asing…

Jumat, 14 Desember 2018 10:43

2019, PDAM Ajukan 2.000 Pemasangan Gratis

TARAKAN -  Saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta…

Jumat, 14 Desember 2018 10:40

Tak Berizin, Pom Mini Wajib Ditera Ulang

TARAKAN - Usaha Pompa Bensin Mini (Pom Mini) sudah mulai…

Jumat, 14 Desember 2018 10:35

Ingin Masalah Sampah Terselesaikan

TARAKAN - RT 13 Kelurahan Selumit Pantai masih memiliki masalah…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Menhan: Ancaman Nyata NKRI dari Dalam Negara

TARAKAN- Sekitar 300 anggota TNI mendapatkan arahan langsung dari Menteri…

Kamis, 13 Desember 2018 13:18

WASPADALAH..!! Kelompok Abu Sayyaf Berencana Lakukan Penculikan

TARAKAN – Status peningkatan kewaspadaan terhadap kapal yang akan berlayar menuju…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .