MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 September 2018 22:00
Imunisasi MR Harus Diperpanjang, Reschedule Sekolah
DIPERPANJANG: Imunisasi MR di Kaltara akan diperpanjang hingga akhir Oktober, Dinkes Kaltara akan kembali menyisir sekolah-sekolah. Foto: Bank Data/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Masih rendahnya capaian target pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) secara nasional terlihat dalam pencapaiannya hingga 20 September hanya 48,8 persen. Kementerian Kesehatan memperpanjang pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Oktober mendatang, tujuannya tidak lain untuk mencapai target nasional 95 persen.

Pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Oktober, setelah Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengeluarkan surat nomor SR.02.06/Menkes/573/2018 berkaitan dengan pelaksannaan kampanye imunisasi MR Fase II.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman mengatakan, adanya surat dari Menkes memperpanjang pelaksanaan ditindaklanjuti dengan melaksanakan rapat lintas sektor, mengundang pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan imunisasi MR.

“Kami sudah membahasnya dalam rapat lintas sektor, yang dihadiri Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama, dinkes tingkat kabupaten dan kota, serta pihak-pihak terkait untuk mendukung suksesnya pelaksanaan imunisasi MR tahun ini,” ujarnya, Selasa (25/9).

Dalam rapat lintas sektor tersebut membahas bagaimana cara dalam pelaksanaan imunisasi MR untuk bisa mencapai target nasional hingga 95 persen, karena berdasarkan masukan dari Indonesian Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) cakupan imunisasi diyakini mampu memberikan kekebalan kepada masyarakat, dan mampu memutus rantai penularan minimal 95 persen dari sasaran yang ada setiap wilayah epidemiologis dan atau administrasi pemerintahan.

“Kami berupaya secara maksimal untuk mencapai target 95 persen, mulai melakukan sosialisasi lagi dengan memasang baliho-baliho dan edaran untuk mengikuti imunisasi MR,  menjadwalkan ulang kembali pelaksanaan imunisasi MR di sekolah, serta memaksimal kanpelaksanaan imunisasi MR di pusat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Hingga saat ini capaian target pelaksanaan imunisasi MR di Kaltara baru mencapai 51 persen, Kota Tarakan menjadi daerah yang tingkat capaiannya yang terendah dibandingkan kabupaten lainnya yang ada di Kaltara yakni di bawah 30 persen.

Terpisah Kepala Dinkes Tarakan Subono mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi MR di Bumi Paguntaka disebabkan beberapa faktor, salah satunya dikarenakan adanya berita-berita berkaitan dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang kebenarannya masih dipertanyakan.

“Kemarin rendah karena dipengaruhi faktor terkait halal dan haram, namun sudah diselesaikan dengan keluarnya fatwa MUI, yang menyebutkan penggunaan vaksin MR boleh digunakan karena dalam keadaan darurat, sekarang persoalannya adanya berita-berita terkait KIPI,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan media saat memberitakan KIPI ketika pelaksanaan imunisasi MR untuk lebih memastikan lagi penyebabnya dikarenakan imunisasi MR atau penyebabnya lain, karena kebanyakan yang beredar setelah dilakukan pengecekan penyebabnya bukan karena imunisasi MR.

“Kami berharap media memastikan dulu kebenarannya baru diberitakan,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan imunisasi MR yang diperpanjang, Dinkes Tarakan akan memaksimalakan pelaksanaannya yang menyasar anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, mulai dari melakukan penjadwalan ulang di sekolah-sekolah hingga melakukan sweeping. “Kami usahakan Oktober ini maksimal hingga mencapai target 95 persen,” terangnya. (jnr/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:53

Segarkan Harimu dengan Manisnya Es Krim

Siapa sih yang tidak kenal dengan es krim? Meski sudah ada sejak dahulu, sensasi es krim tidak pernah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:51

Sate Es Krim

Tidak hanya daging dan buah yang dibuat sate. Ternyata es krim juga bisa loh. Selain bentuknya yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:50

Es Krim Cokelat

Nah biasanya untuk mendapatkan rasa cokelat, kita menggunakan perasa cokelat. Tapi pada es krim cokelat…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:47

Jalur Sepeda Harus Dihidupkan Kembali

TARAKAN – Jalur sepeda di Bumi Paguntaka perlu dihidupkan kembali. Hal itu pula yang disampakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:43

Road Race di PON Papua Masih Tanda Tanya

TARAKAN – Sekitar 50 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:41

Tim YFR Naik Podium Pertama di Latber Time Rally

TARAKAN –Latihan Bersama (Latber) Time Rally Wisata 2018 yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:12

Terkait Dugaan Kasus Korupsi Bahan Ajar UBT

TARAKAN – Berkas kasus dugaan korupsi terhadap anggaran bahan mengajar (anjar) yang melibatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .