MANAGED BY:
SABTU
20 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 September 2018 14:29
Ratusan Massa Turun ke Jalan

Tepis Ditunggangi Parpol, Tolak Gerakan Pemecah Belah Bangsa

TERTIB: Ratusan masa saat menyuarakan aksinya dengan long march di Ibu Kota Kaltara, Tanjung Selor. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Masyarakat yang tergabung dalam aksi cinta damai melakukan deklarasi menolak hal-hal yang dinilai bertentangan dengan empat pilar kebangsaan Indonesia. Salah satunya menolak gerakan #2019gantipresiden.

Dari pantauan Radar Kaltara, masyarakat mulai berkumpul di Tugu Cinta Damai sekira pukul 09.00 Wita. Kemudian berorasi dan dilanjutkan dengan aksi long march. Dengan rute dari titik kumpul melewati Jalan Katamso-Pahlawan-Kolonel Soetadji hingga Agatis. Aksi tersebut juga dikawal ketat petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi cinta damai itu, Datu Buyung Perkasa, pihaknya tidaklah ditunggangi oleh parpol manapun. Kegiatan yang dilakukan murni agar Kaltara tetap dalam kondisi yang aman.

“Kami dari lembaga adat yang ada di Kaltara, mendapat berita bahwa ada oknum-oknum yang tak bertanggung jawab akan datang ke Kaltara untuk mendeklarasikan #2019gantipresiden,” ungkapnya saat ditemui.

Untuk itu kata dia, pihaknya yang tergabung dari bebagai suku yang ada di Kaltara itu menolak oknum-oknum tersebut untuk datang ke Kaltara. Sebab kata dia Kaltara ini sudah damai. “Untuk itu, kami jangan lagi disusupi maupun pengaruhi hal-hal yang semacam itu. Kami tidak mau siapapun itu mengganggu kedamaian Kaltara,” ungkapnya.

Hal ini bukan tanpa alasan kata dia, yang jelas jika ganti presiden tentu ada mekanisme dan aturannya. Untuk itu tunggu saja tanggal mainnya. Jadi biarkan lah berjalan seperti air mengalir. “Artinya apapun itu kalau saat ini tidak sesuai dengan empat pilar kebangsaan kita, akan kami tolak. Kami adalah salah satu lembaga dan semua komponen menolak adanya deklrasi itu di Kaltara atau pernyataan #2019gantipresiden,” sebutnya.

Lebih jauh ia katakan, masalah perbedaan pilihan itu bukanlah suatu permasalahan yang haru diributkan. Terpenting bagaimana itu sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada. “Kami tetap ikut aturan main yang ada, tapi jika itu tidak ikut dengan aturan main seperti halnya tagar-tagar itu kami tidak sependapat. Sudah sebaiknya kita semua serahkan kepada pihak yang lebih berwenang,” ucapnya.

Untuk itu, kembali ia tegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak lah ditunggangi parpol, terlebih mendekati pemilu seperti ini. Kegiatan yang dilakukan pihaknya jauh dari muatan politik. “Ini murni agar Kaltara kita tetap damai, kita tidak mau ada yang merusak itu,” tegasnya.

Disinggung mengenai berapa orang yang hadir saat itu, ia katakan jika berjalan sesuai rencananya maka ada 1.000 orang yang dilibatkan. Di mana itu dari lembaga adat, suku-suku yang ada di Kaltara, kerukunan umat beragama dan ormas-ormas yang ada. “Kami sudah sepakat untuk menolak gerakan tersebut, jika perlu ketika mereka sampai akan kami naikkan lagi ke pesawat,” tutupnya.

Sementara itu Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Ps. Kasubbag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto mengatakan, dalam pengamanan terhadap aksi cinta damai itu, pihaknya menurunkan sebanyak 151 personel guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar,” tutupnya.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri menilai bahwa aspirasi itu tentunya diapresiasi cukup baik. Pasalnya, selama berlangsungnya penyampaian aspirasi berjalan cukup tertib.

Dikatakan Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al Islami bahwa di tahun politik ini harapannya seluruh masyarakat untuk tidak mudah dalam diadu domba. Dan walaupun nantinya berbeda pilihan politik. Namun, sekiranya tetap berkomitmen dalam menjaga spirit persaudaraan dan saling menghormati dan berlomba memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan bangsa dan daerah.

“Apalagi seperti diketahui sebelumnya pada 23 September 2018 sudah masuk pada tahapan kampanye Pemilu 2019. Kemudian, secara serentak juga diawali deklarasi kampanye damai se-Indonesia. Mudahan itu semua dapat menjadi komitmen bersama untuk menjaganya,” ungkapnya.

Tak lupa, pihaknya mengimbau juga sebagaimana tertuang dalam deklarasi sekaligus penandatanganan fakta integritas. Maka, hal itu menyerukan kampanye damai yang bermartabat serta berintegritas.

“Kami juga sebagai penyelenggara mengimbau kepada semua pihak, termasuk kepada semua peserta pemilu agar menolak segala bentuk hoaks dan tidak ikut menyebarkan,” pintanya.

“Mari jadikan tahapan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi yg menggembirakan, menjadi momentum saling memperkuat semangat kebangsaan dan saling merangkul,” sambungnya.

Senada dikatakan Ketua KPU Bulungan, Erry Sonley bahwa saat ini merupakan saat-saat awal dimulainya tahapan kampanye. Dan tentunya di tahun politik ini pihaknya berharap peserta pemilu dapat meyakinkan pemilih dengan cara yang santun dan elegan dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan, dan kedamaian di dalam masyarakat. “Kalau misal ada yang melanggar tentu akan ada sanksi. Baik secara administratif dan pidana. Kepada mereka yang melanggar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pada pesta demokrasi Pemilu 2019 ini berjalan dengan damai dan sesuai dengan ketentuan. Demi menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. “Mari bersama sukseskan Pemilu serentak 2019 mendatang,” pungkasnya. (sny/omg/eza)

Ratusan Massa Turun ke Jalan


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:45

Kapolri: Keamanan Nomor Satu

TANJUNG SELOR – Gedung Mapolda Kaltara yang berada di Jalan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:38

Sajikan ‘Ulong Da’a’, Tradisi suku Dayak Dataran Tinggi Borneo

‘Ulong Da’a’ menjadi salah prosesi penyambutan kedatangan Kepala Kepolisian Republik…

Jumat, 19 Juli 2019 09:35

Haji via Filipina Berisiko

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan segera…

Jumat, 19 Juli 2019 09:33

Oknum Pegawai Dishub KTT Dituntut 8 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR - Terdakwa Mardiansyah, Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas…

Jumat, 19 Juli 2019 09:30

Warga Antutan Digegerkan Penemuan Mayat

TANJUNG SELOR – Warga Desa Antutan dan Pejalin, Tanjung Palas,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:28

Titik Penempatan APK Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan menggelar rapat…

Kamis, 18 Juli 2019 10:34

Sejumlah Kandidat Masih Malu-malu

TANJUNG SELOR – Beberapa nama tokoh politik di Provinsi Kalimantan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:26

Dongkrak PAD, Spanduk dan Reklame Ditertibkan

TANJUNG SELOR – Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten…

Kamis, 18 Juli 2019 10:25

Badan POM Diupayakan Berdiri di Kaltara

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki garis perbatasan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:23

Pembangunan Pelabuhan Bunyu Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Perovinisi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*